Ebooks

Dharma sejatinya dipraktikkan untuk meraih kebahagiaan. Rasa bahagia ini tentu berbeda tergantung dari motivasi yang dimiliki oleh praktisi tersebut, apakah motivasi awal, menengah ataupun agung. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selain motivasi yang benar, kita juga memerlukan instruksi dan tahapan yang jelas saat mempraktikkan Dharma. Apabila kita hanya memiliki motivasi tanpa mempelajari dan memahami cara mempraktikkan Dharma dengan baik dan benar, usaha tersebut tentu tidak akan efektif. Untuk itulah muncul kitab-kitab yang berisi penjelasan tentang cara mempraktikkan Dharma agar mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satunya adalah transkrip ini. Transkrip ini berisi sesi pengajaran Dagpo Rinpoche tentang yoga guru sehubungan dengan meditasi Buddha Amitabha. Sumber teks yang dipakai adalah Tangga Menuju Sukawati yang digubah oleh Dagpo Lama Rinpoche Jamphel Lhundrup. Teks ini merupakan komentar terhadap teks Kunci Bumi Mulia karya Je Tsongkapa yang menjelaskan Sukhavativyuha Sutra tuturan Sang Buddha. Jadi, kita bisa merunut sumber ajaran ini sampai ke Sang Buddha.


Dagpo Rinpoche menuturkan bahwa terdapat dua tujuan dari mempelajari teks ini. Pertama, berpraktik untuk menyucikan diri kita dari karma negatif, menghimpun karma positif, dan kemudian mencapai bodhicita yang betul-betul spontan agar bisa memasuki Marga Penghimpunan. Tujuan kedua adalah untuk terlahir di alam Sukawati, mempelajari dan mempraktikkan maitri dan karuna di sana, hingga mempunyai kemampuan untuk kembali ke bumi-bumi yang tidak suci untuk membantu makhluk lain. Dalam buku ini, Dagpo Rinpoche akan memandu kita untuk melaksanakan praktik Tanah Suci Buddha Amitabha secara komprehensif tahap demi tahap. Dengan demikian, buku ini merupakan pegangan yang sangat tepat untuk Anda yang mencari kebahagiaan sejati melalui metode-metode latihan bertahap secara umum ataupun Anda yang beraspirasi secara khusus hendak menuju tanah Buddha Amitabha.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044

“Menimbang bahwa ajaran ini memadatkan intisari dari semua kitab, mengajarkan, melafalkan, dan mendengarkannya bahkan sekali saja pasti akan menghasilkan aneka manfaat yang tak terhitung dari menjelaskan dan mendengarkan semua ajaran sempurna; renungkan arti penting dari hal ini!”

-Baris-Baris Pengalaman, Bait 8-


Untuk menjadi orang yang baik, makhluk unggul yang bisa membaktikan diri membantu semua makhluk, kita butuh melatih batin kita. Namun, bagaimanakah cara berpraktik yang tepat agar kita bisa memanfaatkan waktu yang singkat di kehidupan ini? Temukan jawabannya dalam pedoman praktis dari Syair-Syair Realisasi Pencerahan—ulasan oleh Dagpo Rinpoche atas Baris-Baris Pengalaman.


Baris-Baris Pengalaman sendiri adalah salah satu dari tiga teks akar Lamrim yang bersumber dari perenungan dan realisasi pribadi Raja Dharma Agung, Je Tsongkhapa. Beliau merupakan guru agung yang dipercaya dapat berkomunikasi langsung dengan Arya Manjushri. Gubahan Lamrim ini muncul sebagai buah kekhawatiran Je Tsongkhapa bahwa akan ada orang yang kesulitan memahami ajaran yang terkandung dalam teks Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan karya Guru Atisha. Awalnya, Je Tsongkhapa mengarang Lamrim Chenmo, Lamrim Menengah, dan pada akhirnya Baris-Baris Pengalaman, versi paling singkat yang hadir untuk membantu memahami kompleksitas Dharma dalam bahasa yang sederhana. Meski singkat, 25 bait puitis dalam teks ini mampu mengulas Pelita Sang Jalan dengan jernih dan gamblang. Penerbitan ulasan akan teks ini diharapkan dapat menuntun kita dalam menyelami tiap bait realisasi oleh Je Tsongkhapa dan mengikuti teladannya.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044

Catur Brahmawihara (4 Kemuliaan Tanpa Batas) merupakan salah satu topik utama dalam instruksi yang disebut Lamrim, atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan. Keempat kemuliaan tanpa batas meliputi keseimbangan batin tanpa batas (upeksha), cinta kasih tanpa batas (maitri), welas asih tanpa batas (karuna), dan sukacita tanpa batas (mudita). Batin dengan 4 Kemuliaan Tanpa Batas akan membawa manfaat yang sangat besar dan berharga. 


Bagaimana kualitas keseimbangan batin dapat membawa manfaat besar yaitu kebahagiaan bagi kita? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali harus menghadapi masalah-masalah yang muncul dan tidak mendapatkan hal yang kita inginkan. Terkadang, kita menjadi frustrasi, sementara di sisi lain kita harus menghadapi kejadian yang tidak diinginkan sekaligus tidak menyenangkan. Sangat penting untuk mengetahui sumber dari masalah-masalah ini. Mungkin ada jawaban yang berbeda-beda, tetapi berdasarkan Buddhisme, pengalaman-pengalaman yang kita alami, baik ataupun buruk, muncul sebagai akibat dari berbagai karma yang telah kita perbuat. Dengan kata lain, masalah atau penderitaan yang kita alami adalah hasil dari karma buruk kita, sedangkan pengalaman menyenangkan yang kita alami adalah hasil dari karma baik kita. Lebih lanjut, buku ini menyajikan bagaimana menumbuhkan kualitas-kualitas lainnya dalam halaman-halaman berikutnya. Semua kualitas itu akan membuat kita lebih bahagia dan jauh dari penderitaan emosional maupun fisik.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044

Tiga Aspek Utama Sang Jalan merupakan intisari dari Lamrim – kitab berisikan keseluruhan ajaran Buddha yang disajikan secara bertahap untuk menuntun praktisi mencapai pencerahan. Teks gubahan Je Tsongkhapa ini terdiri dari tiga aspek utama: penolakan samsara, bodhicita, dan pandangan benar. Tiga aspek utama ini adalah hal yang harus dicapai seseorang untuk mencapai pencerahan sempurna. Aspek ketiga yaitu pandangan benar adalah salah satu komponen penting dalam pencapaian Kebuddhaan. Pandangan benar ini tidak mungkin diraih tanpa sebuah niat tulus untuk mengutamakan kepentingan makhluk lain di atas kepentingan pribadi (bodhicita). Sedangkan, bodhicitta mustahil diraih tanpa terlebih dahulu menolak semua kenikmatan di dalam samsara, karena adalah samsara yang persisnya menjerat kita dalam egoisme yang semata-mata mementingkan diri sendiri tanpa secuil pun perhatian pada makhluk lain.


Tentu saja jeratan ini bukan tanpa solusi. Teks Aspek Utama Sang Jalan secara perlahan akan menuntun kita untuk menyusuri tahap demi tahap yang diperlukan untuk bebas dari jeratan ini. Mulai dari memahami kebebasan dan keberuntungan terlahir sebagai seorang manusia sampai pada muncul keinginan untuk memaksimalkan tubuh manusia ini sebaik-baiknya hingga pada akhirnya, Kebuddhaan.


Dengan demikian, Kebuddhaan bukanlah sesuatu yang dapat digapai begitu saja secara serampangan. Terdapat tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk meraih realisasi-realisasi kecil yang akan menjadi modal penting untuk mencapai realisasi tertinggi. Karena itulah, buku yang berisi panduan mencapai kebuddhaan ini sangat tepat untuk menjadi pegangan bagi siapapun yang memiliki aspirasi agung tersebut.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044

Tak peduli seberapa pun banyaknya variasi dari ajaran yang diberikan oleh Buddha, semua variasi ajaran Buddha tersebut hanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghentikan penderitaan semua makhluk dan menuntun mereka semua pada kebahagiaan yang tertinggi atau kebahagiaan yang sejati. Tidak ada satu pun ajaran Buddha yang tidak bertujuan untuk itu.


Lamrim (Tahapan Jalan Menuju Pencerahan) ditulis pertama kali oleh Guru Atisha. Di dalam Lamrim, Guru Atisha mengelompokkan ajaran Sang Buddha berdasarkan motivasi penganutnya, yang akan dijelaskan dengan rinci di sini. Kita bisa melihat betapa briliannya Guru Atisha, apa yang diajarkan beliau bisa mengakomodasi semua aliran yang ada pada waktu itu, bahkan hingga zaman sekarang, di abad 21 ini. Pentingnya Tahapan Jalan ini dijelaskan dengan berbagai contoh dan analogi sehingga pembaca bisa menangkap dengan jelas.


Tamparan yang cukup keras akan kita rasakan ketika Sang Buddha mengajarkan bahwa umat yang hanya memikirkan kebahagiaan pada kehidupan ini saja, bukanlah seorang praktisi Dharma. Lalu, apa yang dikategorikan sebagai seorang praktisi?

Silsilah yang tak terputus dari Sang Buddha juga dijelaskan dengan sangat jelas. Apa pentingnya memiliki silsilah yang tak terputus, kemudian siapa saja guru-guru silsilah Lamrim ini hingga sampai kepada guru spiritual kita? Semua hal ini akan dijelaskan juga.


Dagpo Rinpoche telah menjelaskan dengan sangat baik sehingga buku ini bisa bermanfaat bagi yang baru ataupun yang sudah mengenal Lamrim. Pemahaman yang semakin mendalam dan keyakinan yang semakin kuat merupakan manfaat yang bisa kita peroleh dengan membaca buku ini.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044

Berdasarkan ajaran lisan Dagpo Rinpoche di Bandung, Indonesia 2001. 

Ajaran Buddha Gautama yang begitu luas, konsisten, dan mendalam, telah disarikan dan disusun secara sistematis menjadi suatu tradisi penyajian ajaran yang disebut dengan Lamrim atau “Tahapan Jalan”. Tradisi Lamrim ditegakkan oleh Guru Agung India Atiśa Dīpamkara Śrījñāna melalui karyanya Bodhipathapradīpa (Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan, I: Lamp of the Path to Enlightenment), yang sebenarnya digubah atas permohonan dari orang-orang Tibet atas ajaran yang ringkas namun lengkap (dalam arti mengandung semua intisari ajaran Buddha), terstruktur, mudah dipraktikkan, dan dapat menuntun setiap orang menuju Kebuddhaan.


Meskipun tercantum istilah "buy/beli" pada aplikasi Google Books ini, teks Dharma sebagai salah satu perwujudan dari Objek Tisarana seyogyanya tidak diperjualbelikan.


Oleh karena itu, bangkitkan dalam batin Anda, bahwa Anda MENGUNDANG "kehadiran" teks Dharma ini sehingga Anda bisa belajar dan mempraktikkannya sebagai salah satu metode berlindung pada Dharma. Bangkitkan pula dalam batin Anda, bahwa dana yang Anda keluarkan adalah sebagai sebuah bentuk persembahan untuk mengundang kehadiran Dharma ke dalam hidup Anda.


Dana ini akan digunakan oleh pihak Penerbit untuk pertama-tama, menutupi biaya-biaya operasional langsung yang dibutuhkan untuk menghasilkan teks Dharma ini, kemudian jika ada kelebihan, maka akan dialokasikan sebagai dana "Dharma Patron" yang mana akan digunakan untuk: 1) penerbitan dan penyebaran lebih banyak lagi teks Dharma, 2) penyelenggaraan kegiatan Dharma, dan 3) operasional serta mobilisasi relawan untuk mendukung aktivitas 1) dan 2) di atas.

Atisha Dipamkara Srijnana, pandit Buddhis yang berasal dari Bengali (India) merupakan kepala biara Wikramashila. Guru Atisha merupakan tokoh penting dalam penyebaran Agama Buddha pada abad ke-11 di Asia dan menginspirasi pemikiran Buddhis dari Tibet sampai Sumatra (Indonesia). Beliau melakukan perjalanan ke Kerajaan Sriwijaya (Indonesia) dan menetap selama 13 tahun untuk belajar Buddhadharma dari Suwarnadwipa Dharmakirti (Serlingpa).


Pemahaman lengkap dan menyeluruh yang sudah diperoleh menyebabkan beliau beraktivitas lebih luas lagi, salah satunya di Tibet. Janji Guru Atisha pada Jangchub Ö, seorang raja Tibet yang merupakan murid beliau, merupakan alasan yang mencetuskan digubahnya karya ini. Jangchub Ö memohon Guru Atisha mengajarkan Jalan yang lengkap dan tanpa kesalahan, mudah untuk dipraktikkan, dan bermanfaat bagi semua orang di Tibet yang di kala itu sedang mengalami kebingungan mempraktikkan ajaran dan mencoba menafsirkan Sang Jalan menurut pemahaman mereka sendiri. Kondisi yang terjadi di Tibet saat itu sama dengan yang dialami oleh umat Buddhis di Indonesia sekarang ini. Beberapa dari mereka mempelajari hal yang lagi trend, tanpa memastikan apakah itu ajaran yang tepat, menganalisis guru yang mengajarkan dan merujuk pada referensi yang benar. Lalu, mengambil kesimpulan dengan pemahamannya sendiri dan tidak menyadari kenyataan bahwa hal buruklah yang meningkat pada dirinya.


Karya ini juga mendapat banyak pujian dari para pandit zaman itu, termasuk Ratnakara (tetua di Biara Wikramashila). Penyajian yang hemat kata tetapi mendalam, lengkap dari keseluruhan rentang topik yang diajarkan dalam semua Sutra dan Tantra, dan oleh karenanya karya ini memungkinkan seseorang untuk mengenali semua kitab sebagai instruksi yang mencerahkan dirinya dan semua instruksi/ajaran Buddha tak satupun yg saling bertentangan. Karya ini merupakan karya pertama yang merangkum semua ajaran Buddha dalam satu kumpulan yang dinamakan Bodhipathapradipa.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044

Dalam sebuah petikan di Uttaratantra, Arya Maitreya berkata “Sakit adalah sesuatu yang harus dikenali. Jika kita tak tahu kalau kita sakit, kita takkan mau minum obat, mencari dokter, dan lain-lain untuk menjadi lebih baik.” Akan tetapi, seberapa sadarkah kita tentang sakit karena samsara yang kita alami?


Saat beraktivitas, kita sering kali menghabiskan waktu untuk mengamati hal-hal yang terjadi di luar diri dan menyalahkan orang lain atas ketidaknyamanan yang kita rasakan. Padahal, masalah terjadi karena kita kurang mengamati batin yang penuh dengan klesha yang menyakiti kita. Kita sering kali gagal mengenali ‘kebenaran ihwal penderitaan’. Dari 84 ribu aspek Dharma yang sudah dibabarkan Buddha, Empat Kebenaran Arya merupakan intisari ajaran yang akan membantu kita untuk mengenali penderitaan dan memperoleh jalan menuju kebahagiaan sejati.


Buku ini hadir untuk memberikan penjelasan mengenai duka sebagai hakikat dari keberadaan kita di dalam samsara, asal-mula duka, lenyapnya duka, dan jalan menuju lenyapnya duka dengan merenungkan kematian, mengenali karma dan klesha, serta mengatasi kemelekatan. Pada akhirnya, perenungan topik Empat Kebenaran Arya tidak hanya akan membangkitkan tekad untuk senantiasa menumbuhkan faktor mental bajik, tetapi juga mendorong kita menjadi sosok berkapasitas sempurna yang mampu membebaskan semua makhluk dari penderitaan.


Buku ini hadir berkat kemurahan hati para dermawan sehingga Anda bisa MENGUNDANG kehadiran teks Dharma ini ke dalam hidup Anda. Mari kita turut bermudita dan mendoakan para dermawan yang telah memungkinkan ini terjadi.


Apabila Anda berminat pula untuk terlibat dalam kebajikan menyebarkan Dharma seperti ini, silakan bergabung sebagai "Dharma Patron Lamrimnesia" dengan cara menghubungi Call Center Lamrimnesia: HP/WA +62 812 2281 6044


Karma adalah sebuah konsep agama Buddha yang telah menjadi kosakata sehari-hari, bahkan bagi masyarakat yang bukan praktisi Buddhisme. Namun, konsep ini seringkali disalah pahami. “Karma”, sebuah catatan dari kelas pembabaran Dharma oleh Dagpo Rinpoche (Malaysia, 29-30 Januari 2000) disusun untuk memberi pencerahan pada aspek penting ini.


Karma yang diketahui di kalangan masyarakat umum biasanya hanya terkait hal-hal buruk. Namun, karma seyogyanya terbagi tiga: karma hitam, karma netral, dan karma putih. Masing-masing merupakan akibat dari perbuatan dan kondisi di masa depan adalah akibat dari karma, sehingga ucapan,”Ini karma saya,” ketika sesuatu yang buruk terjadi adalah salah kaprah. “Karma” mulai dari membetulkan definisi karma, kemudian bergerak untuk memperkenalkan jenis-jenis karma dan bagaimana masing-masing dapat mempengaruhi kondisi dan situasi. Setiap penjelasan jenis karma diikuti pula dengan contoh dan studi kasus untuk menambah pemahaman pembaca.


Karma adalah cermin untuk melihat masa lalu dan akan datang. Ternyata, konsep karma yang kita kira sederhana ternyata menyimpan berbagai detil halus yang mudah terlewatkan atau diremehkan. Padahal, mengenal konsep karma dengan baik sangatlah penting dalam pembelajaran Buddhisme, karena melalui konsep inilah seseorang dapat mengerti dengan menyeluruh mengapa dan untuk apa filosofi Buddhisme ada. Pendalaman konsep karma juga diharapkan dapat mengentaskan keraguan seseorang dalam mencerna logika dan filosofi Buddhisme.


Sebagai transkripsi dari ceramah lisan, “Karma” amatlah lugas dan tidak berputar-putar. Bahasanya tidak rumit sebagaimana pandangan awam terhadap buku ajar Buddhis. Selain itu, buku ini terbagi atas segmen-segmen kecil yang dapat memudahkan pembaca untuk mencerapnya perlahan-lahan. Selain itu, terdapat pula belasan tanya-jawab tentang topik yang berkaitan dan implementasi teori dalam buku pada kehidupan nyata, termasuk tentang perbedaan aliran dan isu feminisme!


Buku ini cocok untuk siapapun yang ingin memperkaya pengetahuan tentang karma dan caranya bekerja, serta sejauh apa karma membentuk hidup kita. Dengan pengetahuan yang lebih utuh, kita dapat mengatur karma kita, dan menjadi lebih awas dalam setiap perkataan maupun tindakan, sehingga menjadi seorang pribadi yang lebih baik.


Meskipun tercantum istilah "buy/beli" pada aplikasi Google Books ini, teks Dharma sebagai salah satu perwujudan dari Objek Tisarana seyogyanya tidak diperjualbelikan.


Oleh karena itu, bangkitkan dalam batin Anda, bahwa Anda MENGUNDANG "kehadiran" teks Dharma ini sehingga Anda bisa belajar dan mempraktikkannya sebagai salah satu metode berlindung pada Dharma. Bangkitkan pula dalam batin Anda, bahwa dana yang Anda keluarkan adalah sebagai sebuah bentuk persembahan untuk mengundang kehadiran Dharma ke dalam hidup Anda.


Dana ini akan digunakan oleh pihak Penerbit untuk pertama-tama, menutupi biaya-biaya operasional langsung yang dibutuhkan untuk menghasilkan teks Dharma ini, kemudian jika ada kelebihan, maka akan dialokasikan sebagai dana "Dharma Patron" yang mana akan digunakan untuk: 1) penerbitan dan penyebaran lebih banyak lagi teks Dharma, 2) penyelenggaraan kegiatan Dharma, dan 3) operasional serta mobilisasi relawan untuk mendukung aktivitas 1) dan 2) di atas.

©2020 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.