Similar ebooks

Siapa bilang dunia penerbitan hanya soal mencetak buku dan menjualnya ke pasar? Faktanya, ini adalah industri konten. Sebuah naskah bisa menjelma menjadi apa saja: film, drama seri, game, komik, paket seminar, aplikasi, merchandise, bahkan musik. 

Salman Faridi, CEO Bentang Pustaka, menawarkan gagasan-gagasan baru nan segar tentang masa depan literasi dalam buku ini. Mulai dari mengaplikasikan snack culture dalam produk bacaan, merilis karya dalam bentuk lisensi Creative Commons, menelisik hibah-hibah penerjemahan ke bahasa asing, mencari "pewaris" para penulis legendaris, hingga upaya memenangkan ruang display di benak pembaca.

Tak hanya bicara tentang seluk-beluk perbukuan, Salman Faridi juga mengajak kita menyelami percikan-percikan peristiwa yang akan membuat kita semakin jatuh cinta pada bahasa dan kata-kata. 

"Saya selalu percaya Kang Salman tidak hanya brilian dalam membidani buku. Suatu ketika dia akan melahirkan buku. Bagi mereka yang menganggap buku sebagai oksigen, isu berakhirnya kejayaan buku adalah kiamat. Tetapi, selama manusia-manusia langka macam Salman Faridi masih percaya terhadap kebijaksanaan buku, semoga Allah menunda kiamat itu beberapa waktu."-Tasaro GK, penulis tetralogi Muhammad

"Patutlah kita dengar apa yang dibicarakan oleh orang yang telah 15 tahun di dunia penerbitan buku. Sebagai editor maupun CEO, Salman telah membawa sebuah penerbit kecil dengan 5 pegawai dan 3 ekor ikan hias yang menjadi salah satu penerbit paling terkemuka di negeri ini. Selamat kawanku, Salman Faridi."

-Andrea Hirata


"Manusia bukan bentuk, melainkan isi. Itu pelajaran dari Hanoman. Kemasannya monyet. Isinya manusia. Buku tak harus berupa kertas, papirus, lontar, dan lain-lain. Esensi buku, menurut Salman Faridi, belum kiamat. Selamat membaca."

-Sujiwo Tejo


"Salman Faridi, avant garde perbukuan nasional zaman digital. Dia ngotot buku bisa bergandengan tangan dengan gadget. Bersama timnya, dia mengemas buku jadi enak dibaca tanpa kehilangan kedalaman."

-J. Sumardianta, Guru SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Penulis buku Guru Gokil Murid Unyu, Habis Galau Terbitlah Move On, dan Mendidik Pemenang Bukan Pecundang.


"Sebuah buku tentang dunia perbukuan yang ditulis oleh orang dalam. Bagaimana penerbit bertahan di antara tuntutan untuk idealis sekaligus pragmatis? Bagaimana kesalahan satu huruf bisa menciptakan petaka? Salah satu buku penting untuk siapa pun yang terjun dan akan terjun, atau mungkin sudah pensiun dari dunia perbukuan."

-Eka Kurniawan


"Ditulis dengan renyah, mengalir, dan tak pelit informasi, buku ini bukan hanya memperkaya pengetahuan kita tentang industri buku, melainkan juga menggugah benak kita untuk merenungkan masa depan literasi. Melalui buku ini, Salman Faridi berbagi pengalaman dan pengamatannya sebagai pelaku industri buku yang secara intensif bertahun-tahun bergaul dengan berbagai naskah dan tantangan yang dihadapinya dari sudut pandang penerbit. Buku ini penting dibaca oleh siapa saja yang ingin mengenal dunia buku dengan lebih intim dan personal." 

-Dee Lestari


"Salah satu kitab rahasia urusan buku, materi penulisan, hingga urusan hidup dalam satu genggaman yang harus dicari, tetapi seluk-beluk dan jalan tikus untuk menghindar dari kemacetan penerbitan? Di sini referensinya!"

-Wahyu Aditya, founder HelloMotion Academy dan Praktisi Desain Komunikasi Visual


"Melalui buku ini, Salman Faridi mengingatkan kepada kita bahwa buku sejatinya bukanlah huruf-huruf yang tercetak di atas kertas. Cetak hanya semacam cara dan kertas hanyalah medium. Buku adalah sebuah tempat untuk mengabadikan gagasan dan perasaan manusia, cara membuat dan mediumnya bisa bersalin rupa menjadi apa saja. Maka, selama gagasan manusia masih dianggap berharga, buku tak akan pernah mati … dan kiamat buku tak perlu ditunggu!"

-Fahd Pahdepie, penulis, CEO Inspirasi.co


[Mizan, Bentang Pustaka, Snackbook, Penerbit, Buku, Inspirasi, Indonesia]
Salah satu karya sastra klasik terbaik adalah buku Al-Hikam karangan Ibn Atha’illah al-Iskandari. Al-Hikam sendiri adalah satu kitab yang memuat  untaian kata-kata mutiara, terdapat ratusan kata kata indah di dalam buku ini; ada yang singkat padat  ada pula yang panjang beruntai.

Al-Hikam merupakan mutiara-mutiara cemerlang untuk meningkatkan kesadaran spiritual, tidak hanya bagi para salik dan murid-murid tasawuf, tapi juga untuk umumnya para peminat olah batin. Untaian mutiaranya telah memesona jutaan hamba pencari keindahan Sang Maha Indah.

K.H. A. Mustofa Bisri


Hidup akan diliputi kegamangan bila kita tak tahu apa tujuan hidup kita. Dalam buku ini, Anda diajak menyelami al-Hikam—hikmah-hikmah Ibnu Athaillah—agar hidup Anda tidak saja terarah dan bermakna, tapi juga tenteram dan indah!

Al-Hikam menyediakan arahan kepada kaum beriman untuk berjalan menuju Allah, lengkap dengan rambu-rambu, peringatan, dorongan, dan penggambaran keadaan, tahapan, serta kedudukan rohani. 

Al-Hikam dipandang sebagai kitab kelas berat bukan saja karena struktur kalimatnya yang bersastra tinggi, melainkan juga kedalaman makrifat yang dituturkan lewat kalimat-kalimatnya yang singkat. Ia menjadi kitab yang bahasanya luar biasa indah—kata dan makna saling mendukung, melahirkan ungkapan-ungkapan yang menggetarkan. 


* * *


Al-Hikam memberikan bimbingan agar kita sampai ke puncak kemenangan. Dengan bersandar pada Al-Quran dan sunnah, buku ini bagaikan pelita yang menerangi setiap  salik (penempuh jalan spiritual) saat banyak aral di setiap tikungan jalan sehingga bisa selamat sampai tujuan.

K.H. Masyhuri Baedlowi MA, Pengasuh Pesantren Darussalam, Indramayu

Selain sangat populer di dunia Islam selama berabad-abad, Al-Hikam juga menjadi bacaan utama di hampir seluruh pesantren di Nusantara. Isinya selalu sesuai dengan keadaan zaman. Kitab ini tetap perlu dibaca dan dikaji kaum muslim hingga hari kiamat. Lebih-lebih dewasa ini, ketika kian banyak kegersangan hati kepada Sang Pencipta.

REPUBLIKA


“Tuhanku, keluarkanlah aku dari kerendahan diriku dan bersihkan aku dari keraguan dan syirik sebelum masuk ke lubang kuburku. Hanya kepada-Mu aku meminta bantuan maka bantulah aku. Kepada-Mu aku berserah diri maka jangan beratkan bebanku. Kepada-Mu aku memohon maka jangan Kau kecewakan. Pada karunia-Mu aku berharap maka jangan Kau tolak. Kepada-Mu aku mendekat maka jangan Kau jauhi. Di pintu-Mu aku berdiri maka jangan Kau usir.”

 

Segera miliki buku klasik ini…


Bagaimana berpikir serta bertindak dengan cara tertentu mendatangkan kekayaan dan menjadikan diri Anda magnet uang

Apakah Anda ingin kaya? Menurut penulis buku ini, keinginan untuk memperoleh keberhasilan finansial bukan hanya sifat manusia, melainkan juga mulia. Sayangnya, masih banyak orang melakukan korupsi, menipu orang lain, pergi ke dukun, atau cara tak halal lainnya agar jadi kaya. Mereka tak tahu bahwa menjadi kaya itu ada ilmunya. Mereka tak menyadari bahwa ada prinsip-prinsip tertentu yang mengatur perolehan kekayaan.

The Science of Getting Rich (yang diterjemahkan Ilmu Menjadi Kaya: Kunci jadi Magnet Rezeki) memaparkan prinsip-prinsip akumulasi kekayaan dan bagaimana mengatasi hambatan mental dalam meraih kemakmuran serta kebebasan finansial. Buku klasik yang mendahului Think and Grow Rich ini akan menunjukkan Anda cara mentransformasi diri menjadi magnet rezeki.

Dalam buku ini, akan Anda pelajari:

- Dua kunci utama memperoleh kekayaan dan kemakmuran

- Cara memilih dan memasuki bisnis yang tepat sehingga memungkinkan Anda meraih keberhasilan finansial

- Cara melakukan kegiatan sehari-hari secara efisien sehingga melipatgandakan produktivitas Anda serta menjadikan diri Anda mesin uang

- Menciptakan kesan yang positif pada orang lain sehingga mereka mau membantu Anda dalam upaya Anda mengumpulkan kekayaan

- Dan masih banyak lagi

Jadi, menjadi kaya itu ada ilmunya dan inilah bukunya. Baca buku ini, dan wujudkan kehidupan yang Anda impikan.

Kutipan Bab 2

Ada Ilmu untuk Menjadi Kaya 

Ada ilmu untuk menjadi kaya. Ilmu ini adalah ilmu pasti, seperti aljabar atau aritmatika. Ada prinsip-prinsip tertentu yang mengatur proses perolehan kekayaan, dan begitu kaidah-kaidah ini dipelajari dan dipatuhi oleh siapa jua, orang itu akan menjadi kaya dengan kepastian matematis. 

Kepemilikan uang dan harta-benda muncul sebagai hasil dari melakukan sesuatu dengan cara tertentu, dan mereka yang melakukan hal-hal dengan cara tertentu —baik sengaja ataupun tidak— menjadi kaya, sementara mereka yang tidak melakukan hal-hal tersebut dengan cara tertentu —tak peduli seberapa keras mereka bekerja atau seberapa mampu mereka— akan tetap miskin. 

Merupakan hukum alam bahwa penyebab yang sama selalu menghasilkan efek yang sama. Karena itu, setiap pria atau wanita yang belajar melakukan sesuatu dengan cara tertentu akan menjadi kaya. 

Bahwa pernyataan di atas benar ditunjukkan oleh fakta-fakta berikut: Menjadi kaya bukanlah masalah lingkungan, karena jika demikian, semua orang di lingkungan tertentu akan menjadi kaya. Orang-orang di satu kota semuanya akan kaya, sedangkan mereka yang di kota-kota lain semuanya miskin, atau semua penghuni satu negara akan kaya, sementara negara yang bertetangga akan berada dalam kemiskinan. Namun di mana-mana kita melihat orang kaya dan miskin hidup berdampingan, di lingkungan yang sama, dan sering terlibat dalam bisnis yang sama. 

Ketika dua orang berada di lokasi yang sama dan dalam bisnis yang sama, dan yang satu menjadi kaya sementara yang lain tetap miskin, itu menunjukkan bahwa menjadi kaya bukan hanya masalah lingkungan. Beberapa lingkungan mungkin lebih menguntungkan daripada yang lain, tetapi ketika dua orang dalam bisnis yang sama berada di lingkungan yang sama dan yang satu menjadi kaya sementara yang lain gagal, itu menandakan bahwa menjadi kaya adalah hasil dari melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Dan lebih jauh lagi, kemampuan untuk melakukan hal-hal dengan cara tertentu ni bukan semata-mata karena memiliki bakat, karena banyak orang yang memiliki bakat besar tetap miskin, sementara yang lain yang memiliki bakat sangat sedikit menjadi kaya. 

Jika kita pelajari orang-orang yang menjadi kaya, akan kita jumpai bahwa mereka merupakan orang rata-rata dalam semua aspek, tidak memiliki bakat dan kemampuan yang lebih besar daripada orang lain. Terlihat jelas bahwa mereka menjadi kaya tidaklah akibat memiliki bakat dan kemampuan yang tidak dimiliki orang lain, melainkan karena mereka melakukan sesuatu dengan cara tertentu. 

Menjadi kaya bukanlah hasil dari menabung atau hidup hemat. Banyak orang yang sangat kikir merupakan orang miskin, sementara orang yang royal terkadang menjadi kaya. 

Tidak pula menjadi kaya akibat melakukan hal-hal yang gagal dilakukan oleh orang lain, karena dua orang dalam bisnis yang sama sering melakukan hal yang hampir persis sama, dan yang satu menjadi kaya sementara yang lain tetap miskin atau menjadi bangkrut. 

Dari semua hal ini, kita mau tidak mau sampai pada kesimpulan bahwa menjadi kaya adalah hasil dari melakukan ses-uatu dengan cara tertentu. Jika menjadi kaya adalah hasil dari melakukan hal-hal dengan cara tertentu, dan jika sebab-sebab yang sama selalu menghasilkan efek yang sama, maka setiap pria atau wanita yang dapat melakukan hal-hal dengan cara tertentu dapat menjadi kaya, dan karenanya seluruh bahasan ini dapat dibawa ke dalam ranah ilmu pasti. 

Pertanyaan yang muncul di sini adalah apakah cara tertentu ini mungkin agak sulit sehingga hanya sedikit orang yang menerapkannya. 

Seperti yang telah kita lihat, hal ini tidaklah benar (sejauh menyangkut kemampuan alamiah). Orang-orang berbakat menjadi kaya, dan orang bebal pun dapat kaya; orang-orang yang secara intelektual cemerlang menjadi kaya, dan orang-orang yang sangat bodoh dapat kaya; orang yang secara fisik kuat menjadi kaya, dan orang yang lemah dan sakit-sakitan pun dapat kaya. 

Sejumlah tingkatan kemampuan untuk berpikir dan memahami, tentu saja, penting. Namun sejauh menyangkut kemampuan alamiah, setiap pria atau wanita yang memiliki cukup otak untuk bisa membaca dan memahami kata-kata ini pastilah dapat menjadi kaya. 

Meski kita telah melihat bahwa menjadi kaya bukan masalah lingkungan, ya, lokasi itu tetap penting. Seseorang tidak akan pergi ke jantung Gurun Sahara dan berharap dapat melakukan bisnis yang sukses di sana. 

Menjadi kaya menyangkut kebutuhan berurusan dengan orang-orang dan berada di mana ada orang-orang yang harus dilayani. Dan jika orang-orang ini suka berurusan dengan cara yang Anda inginkan, hal itu jauh lebih baik. Namun, hanya sejauh itulah faktor lingkungan. Jika orang lain di kota Anda bisa menjadi kaya, Anda juga bisa. Dan jika ada orang lain di negara Anda yang bisa menjadi kaya, Anda juga bisa. Sekali lagi, ini bukan masalah memilih bisnis atau profesi tertentu. Orang menjadi kaya di setiap bisnis dan di setiap profesi, sementara tetangga dekat mereka yang dalam bidang yang sama tetap dalam kemiskinan. 

Memang benar bahwa Anda akan melakukan yang terbaik dalam bisnis yang Anda sukai dan yang menyenangkan bagi Anda. Dan jika memiliki bakat-bakat tertentu yang berkembang dengan baik, Anda akan melakukan yang terbaik dalam bisnis yang membutuhkan latihan dari bakat-bakat itu. Juga, Anda akan melakukan yang terbaik dalam bisnis yang cocok untuk wilayah Anda: Sebuah kedai es krim akan lebih baik di iklim tropis daripada di kutub, dan perikanan salmon akan berhasil lebih baik di wilayah barat laut daripada di Florida, di mana tidak ada salmon. Namun, selain batasan umum ini, menjadi kaya tidak tergantung pada keterlibatan Anda dalam bisnis tertentu, melainkan pada pembelajaran Anda untuk melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Jika Anda sekarang dalam bisnis dan orang lain di wilayah Anda menjadi kaya dalam bisnis yang sama, sementara Anda tidak menjadi kaya, hal itu hanya karena Anda tidak melakukan hal-hal dengan cara yang sama seperti orang lain lakukan. 

Tidak ada orang yang dicegah menjadi kaya karena kekurangan modal. Benar, ketika Anda mendapatkan modal, peningkatannya menjadi lebih mudah dan cepat, tetapi seseorang yang memiliki modal sudah kaya dan tidak perlu mempertimbangkan bagaimana menjadi demikian. Tak peduli betapa miskinnya Anda, jika mulai melakukan sesuatu dengan cara tertentu, Anda akan mulai menjadi kaya dan memiliki modal. Perolehan modal adalah bagian dari proses menjadi kaya dan itu adalah bagian dari hasil yang selalu mengikuti cara melakukan sesuatu dengan cara tertentu. 

Anda mungkin orang termiskin di negeri ini dan punya banyak utang. Anda mungkin pula tidak memiliki teman, koneksi, atau sumber daya. Namun, jika mulai bertindak dengan cara tertentu, Anda pasti mulai menjadi kaya karena sebab-sebab yang sama pasti menghasilkan efek yang sama. Jika Anda tidak memiliki modal, Anda bisa memperolehnya. Jika Anda berada dalam bisnis yang salah, Anda dapat masuk ke bisnis yang cocok. Jika Anda berada di lokasi yang salah, Anda dapat pergi ke lokasi yang tepat. Dan Anda dapat melakukannya dengan memulai bisnis Anda saat ini dan di tempat Anda sekarang untuk melakukan berbagai hal dengan cara tertentu yang selalu menyebabkan kesuksesan. Anda harus mulai hidup selaras dengan hukum yang mengatur alam semesta.

Bagaimana mengelola pikiran agar hidup lebih bahagia dan berhasil?

As a Man Thinketh (diterjemahkan  Kebun Pikiran) berusaha memberikan jawabannya. Karya James Allen yang paling terkenal ini mengeksplorasi kekuatan pikiran dan mengajarkan Anda bagaimana memberdayakan diri dengan berpikir positif. 

Dalam buku ini, Anda juga akan temukan penjelasan gamblang mengenai:

- Pengaruh pikiran terhadap kepribadian dan karakter diri

- Pengaruh pikiran terhadap kesehatan tubuh

- Pengaruh pikiran terhadap prestasi

- Bagaimana mengubah kondisi kehidupan dengan berpikir positif (positive thinking)

- Bagaimana mencapai ketenangan jiwa atau kedamaian pikiran (peace of mind)

Kebijaksanaan yang terdapat dalam buku ini telah melewati ujian waktu. Mengapa membaca buku baru yang cuma mengemas ide kuno? Mengapa tidak membaca karya klasik yang menginpirasi buku-buku sesudahnya? Baca buku ini, dan jalani hidup bahagia dan lebih bermakna.

Ubah pemikiranmu, rombak hidupmu.

Kutipan Bab 1 dari buku.

Pikiran dan Karakter

Pepatah yang berbunyi, "Ketika seseorang berpikir di dalam hatinya, begitu juga dia adanya," tidak hanya mencakup seluruh keberadaan seseorang, melainkan juga sangat komprehensif sehingga menjangkau setiap kondisi dan keadaan hidupnya. Seseorang secara harfiah adalah apa yang dia pikirkan, karakternya merupakan kumpulan lengkap dari seluruh pikirannya. 

Sebagaimana tanaman berasal dari, dan tidak bisa, tanpa benih, maka setiap tindakan manusia muncul dari benih-benih pikiran tersembunyi, dan tidak dapat muncul tanpa itu. Ini berlaku pula untuk tindakan-tindakan yang disebut "spontan" dan "tidak direncanakan" maupun tindakan yang dilakukan dengan sengaja. 

Bertindak adalah bunga pikiran, dan sukacita dan penderitaan adalah buah dari pikiran; demikianlah seorang manusia mengakumulasi buah manis maupun buah pahit dari pembudidayaannya sendiri. 

"Pemikiran dalam akal budi kita membentuk 

kita, Apa diri kita 

Oleh pikiran dibentuk dan dibangun. Jika 

seseorang 

Memiliki pikiran jahat, rasa sakit datang 

padanya laksana mengekornya 

Roda di belakang sapi.... 

..Jika seseorang meneguhkan diri 

Dalam kemurnian pikiran, sukacita 

mengikutinya 

Sebagaimana bayangannya sendiri —pasti. 

Manusia itu tumbuh menurut hukumnya, dan bukanlah hasil sulapan, dan sebab-akibat adalah mutlak dan tidak dapat melencong dalam alam pikiran yang tersembunyi sebagaimana di dunia yang terlihat dan material. Karakter yang mulia dan kudus bukanlah sesuatu pemberian atau kebetulan, melainkan merupakan hasil alami dari usaha yang terus-menerus dalam pemikiran yang benar, dampak dari hubungan langgeng dengan pikiran-pikiran yang suci. Karakter tercela ataupun tak berbudi, dengan proses yang sama, adalah hasil dari kontak permanen dengan pemikiran yang menistakan diri. 

Manusia dibentuk ataupun dihancurkan oleh dirinya sendiri; di gudang senjata pikiran, dia menempa senjata yang ia gunakan untuk menghancurkan dirinya sendiri; ia juga membentuk peralatan yang dengannya ia bangun untuk dirinya sendiri mahligai surgawi dari kegembiraan dan kekuatan serta kedamaian. Dengan pilihan yang tepat dan penerapan pikiran yang benar, manusia naik menuju Kesempurnaan Ilahi; oleh penyalahgunaan dan penerapan pikiran yang salah, ia merosot di bawah tingkat binatang. Di antara kedua ekstrim ini terdapat semua tingkatan karakter, dan manusia itu pembuat dan tuan dari dirinya sendiri. 

Dari semua kebenaran indah yang berkaitan dengan jiwa yang telah dipulihkan dan terungkap di zaman ini, tidak ada yang lebih menyenangkan atau menghasilkan janji dan keyakinan ilahi daripada ini —bahwa manusia adalah penguasa pikirannya, pembuat dan pembentuk kondisi, lingkungan, dan takdirnya sendiri. 

Sebagai ekspresi Kekuasaan, Kecerdasan, dan Kasih, dan penguasa pikirannya sendiri, manusia memegang kunci setiap situasi, dan mengandung dalam dirinya agen yang mentransformasi dan membentuk kembali yang dengannya dia dapat membentuk dirinya seperti apa yang dia kehendaki. 

Manusia selalu menjadi tuan, bahkan dalam keadaannya yang paling lemah dan hina; namun dalam kelemahan dan kebinasaannya, ia adalah tuan bodoh yang salah mengurus "rumah tangganya." Ketika dia mulai merefleksikan kondisinya, dan mencari dengan tekun Hukum yang menjadi dasar keberadaannya, dia berubah menjadi tuan yang bijaksana, mengarahkan energinya dengan genial, dan membentuk pikirannya ke hal-hal yang bermanfaat. Begitulah tuan yang sadar, dan manusia hanya bisa menjadi dengan menemukan di dalam dirinya hukum-hukum pikiran; yang mana penemuan itu perkara aplikasi, analisis diri, dan pengalaman semata. 

Hanya dengan banyak pencarian dan penggalian, emas dan berlian didapat, dan manusia dapat menemukan setiap kebenaran yang berhubungan dengan keberadaannya, jika ia mau menggali jauh ke dalam tambang jiwanya; dan bahwa dia adalah pencipta wataknya, pembentuk hidupnya, dan pembangun takdirnya, ia mungkin tanpa ragu membuktikan, jika ia mau mengamati, mengendalikan, dan mengubah pemikirannya, menelusuri pengaruhnya terhadap dirinya sendiri, pada orang lain, dan pada kehidupan dan keadaannya, menghubungkan sebab dan akibat melalui latihan dan penyelidikan yang tekun, dan memanfaatkan setiap pengalamannya, bahkan pada kejadian sehari-hari yang paling sepele sekalipun, sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan tentang dirinya sendiri yang berupa Pemahamam, Kebijaksanaan, Kekuasaan. Dalam aspek ini, tidak seperti yang lain, adalah hukum bersifat mutlak bahwa "Dia yang mencari akan tahu, dan ia yang mengetuk pintu akan dibuka;" sebab hanya dengan kesabaran, praktik, dan usaha tanpa henti seseorang dapat memasuki Pintu Kuil Pengetahuan. 

Ebook ini sengaja bebas DRM demi kemudahan dan kenyaman Anda. Versi PDF dari ebook ini khusus dirancang agar nyaman dibaca di layar smartphone. Versi EPUB memungkinkan Anda mengubah jenis dan ukuran huruf (font).

Sahabat semua, kita sering mendengar pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Itu artinya bahwa sakit itu gak enak. Bahwa sehat itu mahal harganya. Sebab, betapa banyak saudara kita yang terbaring lemah di rumah sakit, menginginkan kembali masa sehat seperti sediakala. Banyak dari mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkan sehat, entah dengan mencari pengobatan terbaik meskipun dengan membayar dengan harga mahal. Nah.. sekarang bagaimana sih Islam memandang tentang kesehatan?

Sesuai predikatnya, Islam merupakan agama yang syamil mutakamil, agama  yang sempurna dan menyeluruh, yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik, tetapi Islam juga memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komperehensif, harmonis, jelas dan logis . Begitupun terkait kesehatan. Agama islam sangat mengutamakan kesehatan dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah iman.

Shalat tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang diutamakan dalam islam dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mendekatkan diri pada Allah mampu membuat hati kita tenang. Ketenangan inilah yg kemudian mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi risiko terkena berbagai penyakit dan meningkatkan usia harapan hidup seseorang.

“Dengan melaksanakan shalat tahajud, akan meningkatkan ketahanan tubuh. Selain itu juga mengobati penyakit diabetes, kanker, jantung, darah tinggi, dan tumor”, (DR. Moh. Sholeh)

Apabila kita shalat tahajud, maka harus disertai kesungguhan dan keikhlasan hati, sebab rasa ikhlas, khusyuk, dan berkelanjutan diduga dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif (rehatta, 1999)

Selain merupakan amalan utama yang memiliki nilai pahala besar, ada banyak keutamaan lain yang terkandung di dalam shalat tahajud.

©2020 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.