Similar ebooks

Marie Kondo, seorang konsultan berbenah asal Jepang, memperkenalkan metode merapikan yang ampuh tiada duanya, KonMari. Keampuhan metode ini makin marak dirasakan di Indonesia, tepatnya setelah buku The Life-Changing Magic of Tidying Up diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia pada tengah tahun 2016 silam. 


Khoirun Nikmah yang akrab disapa Nikmah, membaca buku tersebut, terkesima, dan akhirnya—bersama suami—mempraktikkan metode ini. Efek metode KonMari tidak hanya tampak pada fisik rumahnya yang jauh lebih rapi, tetapi KonMari ini juga mampu mengubah cara pandang, sikap, dan bahkan menuntaskan pergulatan masa lalunya yang menjadi momok hidupnya selama ini . The book has changed my life so greatly!


Secara rutin dia berkorespondensi dengan Tim Marie Kondo, hingga mendapat restu untuk mendirikan Komunitas KonMari Indonesia.Nikmah dan suami aktif menginisiasi kelas bagi orang-orang yaang membutuhkan semangat dan dukungan untuk ber-KonMari. Bermula dari Whatsapp Group bagi tujuh ratus anggota pertama, kegiatan rutin komunitas ini berkembang menjadi kelas offline yang digelar berbagai perjuru Indonesia.


Melalui buku ini, Nikmah mengajak lebih banyak lagi mereka yang ingin berproses dan menerapkan nilai KonMari bersama-sama. Dimulai dari membandingkan KonMari dengan beberapa model decluttering (berbenah) lainnya hingga akhirnya mantap berpegang pada metode ini. Dengan telaten, Nikmah memberi penyesuaian pada ide awal metode ini sesuai dengan kondisi di Indonesia.


-


Nama saya Khoirun Nikmah. Teman-teman biasa memanggil saya Nikmah atau Niknik, sesuka-suka mereka saja. Ada juga yang memanggil saya Khoir, Irun, atau Irul. Namun, saya lebih suka dipanggil Niknik.


Usia saya sekarang 27 tahun, sudah menikah dan memiliki satu putra. Sejak kecil, saya sangat menyukai aktivitas berbenah. Namun, berbeda dengan Marie Kondo yang fokus dan konsisten menekuni passion-nya dalam beres-beres, saya justru minder dan malu terhadap “passion” tersebut. Saking mindernya, suatu hari saya memutuskan untuk tidak mau berbenah lagi dan mengalihkan perhatian saya pada hobi yang lain, yaitu membaca buku.


Sebelum masuk ke sana, biar saya ceritakan dulu kenangan masa kecil saya soal beres-beres dan berbenah. Ketika kecil, saya pernah menjadi “tukang bersih-bersih” di beberapa rumah orang, mulai dari tetangga, saudara, bahkan guru sekolah. Jika Marie Kondo melakukan hobinya itu lantaran keluarganya sibuk dengan urusannya masing-masing, saya justru melakukannya sebab melihat Emak melakukannya. Emak di sini bukanlah ibu saya, melainkan nenek saya. Saya adalah satu-satunya cucu Emak yang memanggil beliau sebagaimana anak-anaknya memanggil. Semua cucu yang lain memanggil beliau “Mbah” (Jawa, ‘nenek’).


Saya selalu ikut Emak ke mana pun beliau pergi. Emak mencari penghidupan dengan memanfaatkan berbagai keterampilan rumah tangga yang dimilikinya, termasuk ketika dipanggil orang untuk masak maupun berbenah. Sebelumnya saya tinggal bersama Ibu dan Bapak di kampung halaman Bapak. Kampung ini terletak di kabupaten yang berbeda dengan kampung Emak. Namun, karena Ibu dan Bapak berpisah ketika usia saya sekitar 3 tahun, sejak itu saya diasuh dan dididik oleh Emak (Nenek) dan Mbah (almarhum Kakek). Kehidupan ekonomi mereka cukup sulit, tetapi keduanya berhati baik dan berwawasan luas. Mereka mendidik saya dengan penuh kasih sayang, sebagaimana Emak dulu mendidik Ibu.


Saya banyak belajar dari pemikiran kakek dan nenek saya, mulai pelajaran kesederhanaan, keikhlasan, dan etos kerja. “Kehidupan itu keras maka jangan lembek,” demikian nasihat almarhum kakek saya. Nasihat itu selalu terngiang hingga sekarang. Almarhum kakek saya suka membaca, bahkan kertas koran pembungkus cabai pun suka beliau baca. Salah satu cita-cita kakek adalah beliau ingin suatu saat nanti ada generasinya yang berpendidikan, minimal mampu lulus sarjana. Sebab, tidak ada satu pun anaknya yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Jadi, harapannya ada pada cucunya ini. Impian kakek pada akhirnya terwujud walaupun tidak bisa menyaksikannya sendiri. Sebab, kakek meninggal dunia ketika saya masih SMP.


Selain suka ikut Mbah angon (menggembala) kambing dan pergi ke sawah, saya juga sering ikut Emak menginap di rumah orang untuk masak besar di acara hajatan. Emak sangat pandai memasak, beliau sudah semacam chef handal dan terkenal di jamannya. Emak juga bisa memprediksi anggaran dari sebuah hajatan besar. Ia membuat anggaran dengan rinci dan tepat sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia. Hasil masakannya sangat enak, piring tamu licin tandas. Saat piringnya akan dicuci, tidak ada yang namanya sisa makanan masih menempel. Emak benar-benar menerapkan zero food waste dalam perencanaannya.


Selain itu, Emak juga punya kegiatan rutin, yaitu mengunjungi rumah Buyut untuk berbenah. Rumah Buyut sangat besar dan memiliki banyak kamar, perabot, serta gudang. Dari sanalah saya melihat Emak merapikan segalanya, dan sejak itu pula saya selalu dilibatkan untuk sekadar bantu-bantu. Salah satu motivasi saya mau ikut bersih-bersih saat itu adalah supaya bisa dapat lungsuran barang atau buku dari pemilik rumah, hehe.


Menginjak SD, kegemaran berbenah saya semakin membara, hampir setiap pulang sekolah saya berkunjung ke rumah saudara untuk membereskan rak bukunya. Di rumah, saya memang tidak mempunyai banyak buku. Jangankan buku, untuk memiliki sebuah buku LKS tipis saja saya harus menabung dan hidup serba-irit agar dapat membelinya, dengan cara mencicil pula.


Berbenah juga menjadi alasan saya supaya bisa membaca banyak buku. Sambil berbenah, saya biasanya sambil mencari buku pilihan yang bisa saya pinjam. Syukur-syukur bisa mendapatkan buku bekas gratis. Biasanya, selesai berbenah, saya mendapat upah berupa alat tulis, buku, majalah, ataupun barang bekas yang masih bagus. Sedangkan nominal uang biasanya saya dapatkan setelah saya setorkan hasil rapor per catur wulan. Jika nilai bagus, saya mendapatkan uang untuk membeli buku (dari keluarga Buyut saya).


-


Saya membandingkan KonMari dengan beberapa model decluttering (berbenah) lainnya dan saya merasa bahwa metode ini paling cocok dan lengkap. Sejak saya menerapkan metode KonMari dalam hal berbenah, ternyata efeknya tidak hanya tampak pada fisik rumah yang rapi, tetapi KonMari ini juga mampu mengubah cara pandang, sikap, dan bahkan kehidupan saya.


Tidak hanya sampai di sana, inner child1 yang menjadi momok pun bisa tuntas seiring saya menuntaskan proses berbenah. Jadi, benar apa yang dikatakan oleh Marie Kondo bahwa kita baru memulai hidup yang sebenar-benarnya setelah kita berbenah total. Karena efek tersebut, saya dan suami kemudian bersepakat membuat Komunitas KonMari Indonesia. Kami merasa masyarakat Indonesia perlu mengenal metode ini agar mereka bisa merasakan dampak positifnya.


Buku ini terdiri atas 7 bab. Bab 1 berisi tentang pengenalan decluttering, terutama yang berasal dari Jepang. Bab 2 berisi tentang cerita awal saya mengenal metode decluttering serta alasan saya memilih KonMari. Bab 3 bercerita tentang pola pikir metode KonMari dan cara membangun mindset KonMari. Bab 4 adalah kisah tentang tahap demi tahap yang saya lewati dalam melakukan metode KonMari. Di Bab 5, saya membahas kiprah metode KonMari di Indonesia, sudah seberapa dikenal metode ini. Bersumber dari kisah saya selama mengisi kelas online dan offline. Bab 6 saya ceritakan tentang pengalaman membangun Komunitas KonMari Indonesia. Terakhir, Bab 7 saya berbagi kisah tentang proses Metode KonMari mampu mengubah hidup saya. Semoga bermanfaat!


[Mizan, Bentang Pustaka, Pengembangan Diri, Motivasi, Inovasi, Remaja, Dewasa, Indonesia]

 “Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena jatuhmu itu adalah tanda awal kesuksesanmu.” Norman Canfield

Dahsyatnya Kekuatan Berpikir Positif: Chicken Soup for The Soul. Plus Kisah Inspiratif  Public Figure Mengubah Hidup Dengan Berpikir Positif. 

Buku ini mengajarkan cara meng-install program pikiran positif dengan cara paling mudah. Termasuk tips mengatasi stress di tempat kerja.

Daftar Isi sudah tercover di daftar isi dan bookmark google play book memudahkan mencari dan membaca cepat.

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran Anda.

Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan Anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.

Daftar Isi
Kekuatan Berpikir Positif  | Pikiran Positif dan Negatif Menular | Langkah Menuju Sikap Mental Positif | Kuasai Pikiran Anda Dengan Penuh Keyakinan | Singkirkan Semua Pikiran Negatif Melalui Pemeriksaan Diri 

Rahasia Mendapatkan Rasa Percaya Diri Dalam Hitungan Detik | Bagaimana Mengatasi Depresi dan Mengubah Hidup Anda | Bagaimana Kita Mengatasi Depresi? | Bagaimana Mengatasi Depresi dengan Mengandalkan Diri Sendiri? | Menerima Diri Anda Sendiri dan Kelemahan Anda | Cara Menghilangkan Pikiran Negatif dari Kepala Anda 

Tips Mengatasi Stress Dalam Hidup dan di Tempat Kerja | Cara Praktis Mengatasi Rasa Marah | Tips Untuk Hidup Lebih Bahagia | Cara Meningkatkan Daya Ingat Anda | 6 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anda 

Kekuatan Bersyukur | Bersyukur dan Mengucapkan Terima Kasih | Saya Berterima Kasih Untuk …. | Yakin Dan Berpikir Positif Dapat Mewujudkan Impian | Impian Perlu Tindakan Besar 

Bagaimana Menemukan Kebahagiaan Hanya Dalam 5 Menit? | Kisah Inspiratif Public Figure Mengubah Hidup Dengan Berpikir Positif | 1. Nancy Matthews Edison | 2. Joanne Kathleen Rowling | 3. Steve Jobs | 4. Oprah Winfrey | 5. 7-UP | 6. Mark Zuckerberg (Facebook) | 7. Bill Gates & Paul Allen | Mengembangkan Cara Berpikir Positif 


“Bukan Kerja Keras, Rajin, dan Pintar yang Membuat Kita Kaya Raya. Sukses Itu Karena Nasib Baik." ~Miliader JACK MA ~

Jack Ma adalah salah satu sosok sukses yang telah membuktikan bahwa konsistensi, kerja keras, dan ketekunan dalam belajar bisa membawanya mendirikan perusahaan bisnis berbasis online terbesar di Tiongkok Alibaba grup.

Buku ini hadir untuk menginspirasi kita semua akan bisnis ecommerce dan filosofi timur dalam berbisnis.Daftar Isi sudah tercover di google play book memudahkan membaca dan mencari cepat.

Daftar Isi
Prakata    v
Siapa Jack Ma?    vii
Jack Ma Yang Unik    ix
Kata Mutiara Bisnis Jack Ma    xi
Kota Kuno Hangzhou    1
Jack Ma Muda    3
Berkenalan Dengan Internet    9
China Pages dan Alibaba.com    12
Pidato Jack Ma 1999    17
Rahasia Sukses Jack Ma    23
Kunci Sukses ala Jack Ma    31
Perusahaan yang Didirikan Jack Ma    41
Sukses itu karena Nasib Baik.    53
Semua Berpeluang Sukses    59
Nasehat Jack Ma: Kesalahan Bisnis Yang Paling Berharga    71
Jack Ma, Mengalahkan Raksasa eBay 79
Rahasia Alibaba di Balik Akuisisi Lazada    89
Cara Aneh Jack Ma Berbisnis     93
History dan Analisa: Ali Baba Go Public 97
Bertarung Dengan Raksasa Ecommerce Amerika    99
Jack Ma Mengakusisi Perusahaan Asuransi    103
Nasihat Bisnis Ala Jack Ma    107
Pelajaran Penting dari Ali Baba    115
Alibaba Mulai Melirik Penggunaan Drone 123

Konsep yang diterapkan Jack pada Alibaba sebenarnya sangat sederhana. Alibaba memfokuskan diri pada pengembangan produk-produk UKM di kawasan Tiongkok. Dengan demikian, Alibaba tidak mengadaptasi konsep e-commerce yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan barat melainkan mencoba untuk mengedepankan kualitas produk lokal dan kemudahan transaksi.



Berpikir seperti orang aneh adalah berpikir dengan sudut pandang yang lain, atau bisa juga dibilang berpikir layaknya anak-anak yang bebas merdeka, memikirkan kesenangan sendiri, dan tak mengenal rasa takut.Kita kerap kali memikirkan hal-hal yang besar saja dalam menyelesaikan masalah, sementara ada hal kecil yang bisa kita lakukan yang sering kali terlewatkan. Memang hal kecil yang kita lakukan itu tidaklah menyelesaikan keseluruhan masalah, tetapi setidaknya mengurangi keruwetan masalah tersebut.

Buku ini menyenangkan sekali, penulis menceritakan kisah-kisah sepele tetapi sangat informatif dan menyenangkan dari berbagai topik, dari pemilihan sudut tendang saat pemain bola hendak melakukan tendangan penalti, bagaimana seseorang bisa makan sekian banyak hot dog dalam sepuluh menit, dokter dari Australia yang menemukan bahwa penyebab mag adalah bakteri, bagaimana cara seseorang mencari dana untuk membantu anak-anak yang berbibir sumbing di negara dunia ketiga, sampai bagaimana sebuah toko sepatu daring bisa menjadi perusahaan favorit padahal menggaji karyawannya dengan bayaran relatif kecil. Semua kisah itu begitu mengesankan sekaligus menginspirasi kita untuk berpikir dengan sudut pandang lain.

Buku ini juga mengajarkan manfaat berhenti. Kita dibesarkan dengan pepatah, maju terus pantang mundur. Seakan-akan jika kita memilih mundur atau berhenti hina atau aib sekali. Padahal untuk hal-hal tertentu, bisa jadi memilih mundur atau berhenti adalah pilihan yang lebih baik dan lebih memungkinkan.

[Mizan, Noura Books, Referensi, Motivasi, Inspirasi, Terjemahan, Indonesia]

 "Banyak orang bertanya, "Bisnis apa yang BAGUS?"

Jawabnya, "Bisnis yang bagus adalah yang DIBUKA, bukan ditanyakan terus!!!"

Kapan Oom Bob Melepas Celana Pendek?
++ Saat melayat orang meninggal dan diundang ke kondangan, pasti Oom Bob memakai celana panjang.

update: 
- penambahan materi Untold Story sisi humanis Oom Bob
- Perbaikan navigasi daftar isi judul dan anak judul tercover di google play book.

"Bagi saya, apapun bisa jadi peluang. Orang seperti saya melihat peluang tidak ada batasnya. Tergantung Anda, semua jadi peluang. Jadi mungkin bisa sejuta peluang atau semilyar peluang.

Batasnya langit,  itulah peluang bagi saya."
Oom Bob Sadino

Oom Bob begitu biasanya orang-orang dekatnya memanggil Almarhum. Pengusaha nyentrik dengan ciri khas celana pendek ini terkenal dengan motivasinya yang membakar jiwa wirausaha. 

Buku ini mengulas lebih dalam untold story dari seorang Oom Bob. Dari mulai perjuangan bisnisnya, jatuh bangun berusaha, kisah suksesnya, hingga seorang motivator yang membakar jiwa entrepreneurship.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.

In Memoriam, Oom BOB, 1933 - 2015. Rest in Peace.

Daftar Isi
Siapa Oom Bob 
Akal Bulus ala Oom Bob
Kata Orang yang Pernah Berjumpa Oom Bob
Kata Bijak Om Bob
Awal Bob Sadino 
Bob Sadino Anak Guru 
Pengusaha Berdinas Celana Pendek 
Totalitas 
Jatuh Bangun 
Interview 
Kerja Keras ,Usaha Tanpa Modal 
Tong Kosong 
Entrepreneurship 
Mereka Bilang Saya Gila 
Oom Bob & Kem Chicks 
“Orang Gila” Itu Bernama Bob Sadino 
7 Fakta “Menyesatkan” Berbisnis ala Oom Bob (Yang Wajib Anda Ketahui) 
Rahasia Sukses Berbisnis 
Bodoh Vs Pintar ala Oom Bob
Tips Bisnis Bob Sadino 
++ Untold Story Oom Bob
- Pernah Diusir DPR 
- Menyamar ala ‘Kolonel KFC
- Pengusaha Muda Tirulah Oom Bob 
- Jurus Ilmu Pantat Bolong 
- Meme Oom Bob ala Netizen
- Menginspirasi Semua Orang 
- Out of The Box
- Sekamar Bareng Sopir
- Dansa Bareng Aktivis HAM 
- Bosan Hidup Berkecukupan
- Antara Oom Bob Dengan Mario Teguh 
- Kapan Oom Bob Melepas Celana Pendek?
- Mengacak-Acak Pikiran Akademisi 
- Gaya Oom Bob Tak Akan Pudar 
- Pertanian Organik 
- Siapa Penerus Usaha Oom Bob? 

Alamanda Shantika Santoso, namanya dikenal sejak ikut membesarkan Go-Jek Indonesia. Setelah menghabiskan beberapa tahun untuk berpindah dari satu startup ke startup lainnya, Alamanda menetap dan menjadi Vice President of Go-jek selama hampir 2 tahun.


Pada Oktober 2016, publik dikejutkan dengan keputusannya untuk mundur dari Go-Jek. Rupanya, Alamanda memiliki mimpi dan visinya sendiri, sesuatu yang dia angankan sejak kecil: berkecimpung di dunia edukasi untuk berbagi ilmu, terutama membagikan ilmu yang sudah dia dapat di Go-Jek untuk membantu mewujudkan Indonesia digital.


Alamanda kini mendirikan Binar Academy. Sebuah sekolah gratis dan terjangkau untuk mewujudkan visinya mengevolusi dunia pendidikan serta membentuk ekosistem digital di Indonesia. Binar Academy bertujuan mencetak para penerus digital Indonesia yang berkualitas hingga coder terbaik Indonesia.


Melalui buku ini, kita diajak menelusuri pikiran seorang Alamanda. Tentang pendapatnya mengenai kehidupan. Tentangnya yang kini begitu getol menyebarkan arti pentingnya kolaborasi, menikmati proses tumbuh bersama, serta menjadikan empati sebagai kunci sukses untuk masa depan.


Beberapa waktu lalu saat saya menjadi narasumber di salah satu acara televisi di Indonesia, ada yang cukup menarik. Di akhir wawancara, terdapat satu sesi ketika saya harus menjawab sejumlah pertanyaan secara spontan dengan satu atau dua kata saja. 


Sang pembawa acara melemparkan pertanyaan keempat kepada saya, “Mbak Ala, kalau dilahirkan kembali ingin jadi apa?” 


Jawaban saya, “Mau jadi kodok.” 

Sontak satu ruangan terbahak-bahak. 

Kemudian saya bertanya, “Memang narasumber lain jawabnya apa?” 

Pembawa acara menjawab, “Biasanya mau jadi orang-orang hebat, seperti Barack Obama, Steve Jobs, dan lainnya. Mbak Ala memang lain, ya, dari yang lain. Pantas di salah satu quote-nya Mbak Ala bilang, ‘Jadi orang gila di antara orang waras, atau jadi orang waras di antara orang gila.”’ 


Ya, quote itu memang salah satu pesan Papa sewaktu saya masih kecil. Dan itu juga yang membuat saya memutuskan untuk menggambar burung hantu di lengan kanan. Arti burung hantu itu untuk saya sama seperti pesan Papa agar saya selalu mampu berpikir berbeda, sehingga bisa melihat hal yang tadinya tidak berguna menjadi berguna.

Demikian pula seekor kodok. Bagi saya, kodok memiliki filosofi yang sangat berharga. Kodok bisa membuat lompatan jauh dari satu daun kecil ke daun lainnya tanpa takut. Hal ini mengingatkan saya untuk tidak terpenjara pikiran sendiri dan berani melakukan lompatan yang jauh.


Kodok adalah lambang evolusi, mulai dari telur, kecebong yang hidup di air, sampai menjadi kodok. Artinya, sebuah perubahan harus melalui proses yang tidak instan. Proses evolusi tersebut juga membuat kodok mampu hidup di dua alam yang menjadikan ia penghubung antara kehidupan darat dan air.


Kodok sering dilihat sebagai binatang yang menjijikkan atau binatang yang lemah. Namun, kodok bergerak sangat cepat. Di sini terdapat prinsip akselerasi yang sesuai dengan filosofi hidup saya. Walaupun dulu sering merasa kecil dan lemah, dengan akselerasi dan kecepatan mempelajari kehidupan, saya yakin akan menjadi kuat.


Dari seekor kodok dan alam semesta, sesungguhnya ada banyak filosofi kehidupan dan pelajaran yang bisa direfleksikan ke dalam kehidupan—terutama kalau kita bisa mengamati dan menyadari pesan-pesan yang ada di baliknya.


Bahkan, Wright Brothers pun membuat pesawat pertama mereka dengan mengambil inspirasi dari burung, mereka mengamati bagaimana bentuk sayap burung bekerja dengan aliran udara dan ketinggian, dan mengolah hasil pengamatan tersebut untuk menjadikan pesawat udara pertama mereka.


-



Dalam sebuah kesempatan ketika sedang berbicara di depan forum, ada seseorang yang bertanya, “How to be Alamanda Shantika?” Sejenak saya terdiam ketika mendengar pertanyaan tersebut. Yang muncul kemudian adalah pertanyaan atas pertanyaan tersebut: Apa benar harus menjadi seperti Alamanda Shantika? Apa benar Alamanda Shantika ini pantas untuk ditiru? Sejenak kemudian, saya tersenyum karena membayangkan jawaban yang akan saya berikan.


Ingatan saya seketika melompat ke masa saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Bersekolah di SMP Al-Azhar Kemang dan masuk kelas akselerasi ternyata ti-dak hanya mengajari saya untuk bersikap agamis dengan rajin shalat (karena harus, sekolahnya kan di Al-Azhar), tetapi juga malah membuat sisi brutal saya muncul. Bukan karena sekolahnya—Al-Azhar tidak bertanggung jawab atas brutalnya saya—melainkan karena memang jiwa muda saya yang secara pribadi mulai susah untuk diatur.

Saya yang menginjak usia remaja lebih senang main dengan teman-teman dari sekolah lain. Di mata saya, teman-teman di kelas terlampau rajin belajar. Saya mulai belajar pacaran hingga belajar merokok ketika SMP. Sebagai ketua geng, saya ajari teman-teman sekelas untuk ikut merokok. Setiap menjelang ujian, saya paksa teman-teman untuk nongkrong dulu di skate park dekat sekolah atau main Counter Strike di warnet daripada segera pulang atau belajar kelompok.


Saya juga selalu merasa bosan berada di kelas. Apalagi pada musim ujian, ketika murid-murid dari kelas lain bisa pulang lebih awal, sementara kelas saya masih harus tinggal di sekolah sampai sore.


Pun pada masa sekolah menengah atas (SMA), saya menjadi semakin bengal. Dalam satu minggu, setidaknya akan ada satu hari saya tidak masuk sekolah. Dari rumah saya berangkat seperti biasa, pamit cium tangan ke Mama dan Papa. Namun, sampainya bisa saja ke mal atau bahkan ke Puncak, Bogor, bukan ke sekolah. Sekalipun saya hadir di kelas, ada dua kegiatan yang lebih sering saya kerjakan ketimbang mendengarkan guru di depan kelas. Dua kegiatan favorit saya tersebut adalah mengobrol atau tidur. Sampai suatu hari, guru Fisika mengusir saya keluar dari kelas karena saya terus mengobrol, padahal sudah berkali-kali ditegur.


Senakal itu pun di sekolah, lucunya, saya kadang tetap mendapat permakluman dari para guru. Meski jarang mendengarkan pelajaran Fisika dan Matematika yang sebenarnya saya sukai itu, saya punya guru privat yang rutin dua kali seminggu mengajar di rumah. Saya mendapatkan momen belajar yang sesungguhnya pada sesi ini, sehingga apa yang saya dapat di sekolah boleh dibilang merupakan pengulangan dari hasil les privat. Jadi, sekesal-kesalnya guru Fisika itu, saya tetap diberi nilai 100 karena selalu bisa menjawab semua pertanyaan. Sekesal-kesalnya beliau, tetap saya dikirim untuk menjadi perwakilan sekolah jika ada olimpiade sains.


Saya merasa bahwa saya yang sekarang adalah hasil akumulasi dari berbagai kejadian yang pernah saya lewati. Sewaktu masih kecil, saya memang lumayan nerd. Segala macam les saya ikuti. Mulai dari les matematika, aritmatika, sampai yang agak unik seperti les menghafal, saya hadiri dengan senang hati. Di rumah, Papa sudah mengajarkan ratusan tambah ratusan ketika saya masih 4 tahun. Pada tahun berikutnya, saya sudah bisa menghafal perkalian dari deret angka 20 x 20 dalam waktu lima menit.


Mungkin, Papa yang mengajarkan tambah-tambahan, berbagai les yang saya ikuti, hingga mobil-mobilan yang saya beli secara diam-diam untuk dibongkar adalah babak pembuka dari jejak batu yang saya tinggalkan untuk diri sendiri. Karena di batu selanjutnya, komputer pertama yang saya dapatkan saat berusia 11 tahun juga tidak lepas dari rasa penasaran, “Pasti ada sesuatu di dalamnya!”


Menariknya, definisi kalimat “Pasti ada sesuatu di dalamnya!” pada komputer tidak sebatas berhenti di makna fisik si komputer yang saya bongkar, lalu saya keluarkan motherboard-nya itu. Komputer secara fungsi juga terus bermain dengan rasa penasaran saya yang kebetulan tidak cepat habis ini. Saya, yang terdidik untuk berpikir secara logic, juga punya sisi artsy dalam darah yang mengalir di tubuh.


Sejak kami kecil, Mama sudah memperkenalkan kakak dan saya pada dunia seni. Kami diajari berbagai alat musik. Kami diberi kesempatan untuk mencoba memainkan piano, biola, hingga saksofon di tempat les musik. Di rumah, Mama menyediakan berbagai peralatan untuk melukis. Oleh orang tua, saya diberi kesempatan untuk mengeksplorasi diri sejak dini. Pun pada komputer pertama yang saya miliki. Setelah saya coba eksplorasi lebih dalam, komputer ter-nyata juga bisa mengakomodasi kegemaran saya dalam melukis. Lewat komputer, saya mulai belajar mendesain.


Bermodal Internet yang baru masuk ke Indonesia dan komputer yang sudah pernah saya bongkar lalu saya rakit lagi (untung tidak saya jual), saya terus mengasah kemampuan mendesain. Bacaan-bacaan di Internet tentang dunia desain membuat rasa ingin tahu saya terus membuncah. Saya ingin tahu lebih dan lebih dalam lagi. Dari Internet juga saya akhirnya kenal dengan aplikasi Photoshop dan aplikasi-aplikasi lain sejenisnya. Secara autodidak, dari hari ke hari, saya terus memperbaharui diri. Saya terus menggali rasa ingin tahu sembari memberdayakan keyakinan, “Pasti ada sesuatu di dalamnya!” pada setiap hal baru yang saya temukan. Saya benar-benar menikmati proses ini.


Salah satu poin penting dalam hidup saya adalah Papa yang berulang-ulang saya dengar sejak kecil. Katanya, “Kamu nggak boleh takut. Kamu harus menapaki hidup ini satu per satu, tetapi kamu harus lebih cepat menapakinya daripada orang lain. Kamu harus berlari!”


[Mizan, Bentang Pustaka, Pengembangan Diri, Motivasi, Inovasi, Remaja, Dewasa, Indonesia]

?Nilai kamu berapa, Rizki?? tanya Pak Guru.
?Ini Pak, tidak terlalu tinggi,? ujarku singkat sambil memperlihatkan ijazahku.
?Kok, bisa segini, sih? Harusnya kamu SMS saya dulu sebelum UN Matematika.Padahal, malam sebelumnya saya sudah kasih anak-anak kunci jawaban lewat SMS. Yang saya kasih itu umumnya dapat nilai 9,67, lho.?

***

Rizki yang awalnya menaruh harapan besar pada sekolah yang mampu mengajarkan banyak hal, seketika patah hati. Hanya karena menolak lembar contekan jawaban ujian yang beredar di kalangan para siswa, Rizky dianggap aneh. Belum lagi gara-gara keterlambatannya membayar SPP setiap bulan, Rizki nyaris menjadi sasaran sindiran para guru tiap pengambilan raport tiba.

Diskriminasi yang terjadi berulang kali membuat Rizki mengambil keputusan besar: berhenti dari sekolah. Ia memilih belajar dengan caranya sendiri. Menciptakan sistemnya sendiri.

Rizki berlaku layaknya Tarzan, mendobrak pakem dan menemukan cara-cara liar dalam belajar di dunia sesungguhnya!

?Wahyu Aditya, creativepreneur dan penulis Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati


Benar-benar menciptakan kotak baru (new box): mengubah sekolah yang membelenggu menjadi membebaskan.

?J. Sumardianta, pendidik dan penulis Guru Gokil Murid Unyuÿ


Sebuah oasis jika anda mencari contoh nyata mengenai kemurnian niat, kekukuhan integritas, dan semangat melayani dalam memberikan akses pendidikan terbaik bagi teman-teman kita yang kurang mampu dan putus sekolah.

?Widharmika Agung, founder Indorelawan.org


Sekolah bukan sekadar bangunan mewah, melainkan apa yang dapat dipelajari kemudian diaplikasikan untuk berbagai kebaikan.

?Sanny Djohan, CEO PT Kuark Internasional

Terjemahan surat al-fatihah dan juz amma edisi bilingual dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia. Juz ‘Amma adalah surat juz ke 30 dalam kitab suci Al-Quran. Di dalamnya terdapat 37 surat. Juz Amma ini dimulai dengan surat an-Naba’ dan diakhiri surat An-Naas. Dalam Juz ‘Amma ini terdapat 34 surat yang berisikan surat yang paling sering kita dengar dan paling sering kita baca.

Semasa kita kecil dan pertama kali belajar membaca al-Qur-an kita sudah membaca dan menghafal surat-surat yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Para imam mesjid juga ketika sholat berjamaah kebanyakan lebih sering membaca surat-surat pendek yang terdapat di dalam juz ‘Amma. Oleh karena itu, surat-surat Juz ‘Amma sudah terasa begitu akrab di telinga kita. Bahkan kita sudah hafal sebagian besar surat-surat tersebut di luar kepala.

Di samping itu di dalam Juz ‘Amma terdapat banyak surat yang memiliki keutamaan. Di antaranya adalah surat al-Ikhlash, al-Falaq, an-Naas dan lain-lain. Tentang surat al-Ikhlas misalnya, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sesungguhnya (surat al-Ikhlash) itu sebanding dengan sepertiga al-Qur’an.” (HR. Al-Bukhari)

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai beberapa keutamaan surat Juz ‘Amma dalam al-Qur`an. Marilah kita selalu rajin membaca al-Qur`an dan memahami isi yang terkandung di dalamnya agar kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT, sebagaimana sabda nabi:

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur-an, akan mendapatkan suatu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh kali lipat. Aku tidak berkata, Alif laam miim, satu huruf. akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf. (HR. At-Tirmidzi )

Juz Amma from The Noble Quran bilingual edition with english and indonesia languange.The Noble Qiran literally meaning "the recitation"; also romanized Qur'an or Koran is the central religious text of Islam, which Muslims believe to be a revelation from Allah SWT (God) It is widely regarded as the finest work in classical Arabic literature. The Noble Quran is divided into chapters (surah in Arabic), which are then divided into verses (ayah).

Muslims believe that the Noble Quran was verbally revealed by AllaH SWT (God) to Muhammad through the angel Gabriel (Jibril), gradually over a period of approximately 23 years, beginning on 22 December 609 CE, when Prophet Muhammad SAW was 40, and concluding in 632, the year of his death. Muslims people regard the Noble Quran as the most important miracle of Prophet Muhammad SAW, a proof of his prophethood, and the culmination of a series of divine messages that started with the messages revealed to Prophet Adam (Pbuh) and ended with Prophet Muhammad SAW.
Kepelikan ekonomi semasa kecil tak membuat sosok yang satu ini gentar berusaha demi kehidupan yang lebih baik. Hidup mandiri sejak kuliah telah menjadi pilihannya, dibuktikan dengan berbagai usaha yang dilakoninya saat itu. Kini, ia dikenal sebagai pengusaha media, bisnis ritel, perbankan, dan wisata nasional. Dialah Chairul Tanjung, pendiri TransCorp yang menjulang namanya berkat kegigihan.

Niat awalnya adalah membuat usaha penerbangan anyar di Malaysia. Alih-alih mendapat izin dari pemerintah, dirinya malah ‰ÛÏdihadiahi‰Û� tantangan untuk membangkitkan maskapai penerbangan yang nyaris kolaps, AirAsia. Penerbangan murah ke berbagai destinasi adalah hasil buah pikirannya yang cemerlang. Beragam penghargaan internasional berhasil diraih berkat kerja keras sang penyelamat AirAsia, Tony Fernandes.

Buku ini mengisahkan profil dan pengalaman beberapa wirausahawan ternama, baik dari dalam maupun luar negeri. Simak profil dan langkah-langkah menuju sukses tokoh lainnya seperti Warren Buffett, Bill Gates, Sam Walton, Martha Tilaar, Budi Hartono, Ciputra, dan sebagainya. Perjalanan karier mereka sarat akan nilai berharga seperti kerja keras, dedikasi, kesederhanaan, dan semangat pantang menyerah. Inspirasi yang dapat memotivasi orang dari berbagai generasi.

If you do things well, do them better. Be daring, be first, be different, be just. ‰ÛÒ Anita Roddick

Membaca kisah orang-orang sukses, jatuh bangun dan jalan kehidupannya sungguh memberikan inspirasi untuk berbuat lebih dan menjadi motivasi tersendiri. Disajikan dengan ringan, tetapi sarat makna menjadi nilai plus untuk buku ini. ‰ÛÓ Ivan Kurniawan - Co-Founder and Director of Lazuli Sarae

Sebagai seorang entrepreneur, membaca pengalaman para pengusaha ini membangun bisnis mereka bisa menjadi suntikan energi untuk saya, terutama di saat menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan yang kadang terasa melelahkan. ‰ÛÓ Affi Assegaf, co-founder, Female Daily Network

-----------------------

Chapter 1 dari 10 buku 55 Kisah Inspiratif Entrepreneur

-GagasMedia-

#SnackBookGagas

"Bacaan bermutu yang sangat dinantikan. Buku ini sangat menarik, serupa es krim pelangi rasa strawberi, dengan aroma segar dan rasa yang lengkap. Isinya dihimpun dalam susunan yang sangat pas dan sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang mendambakan kesuksesan."
Dr. Ir. Wahyu Indra Sakti Saidi, M.Sc.
Penulis buku kewirausahaan, down di Universitas Negeri Jakarta dan Pemilik Taman Resto Bekasi


"LUAR BIASA! Buku ini dapat mengubah hidup Anda, dari orang biasa menjadi orang sukses bermental baja, kaya hati, dan kaya harta."
Dr. Ir. Gunarto Latama, M.Sc.
Ketua Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin Ujung Pandang

"Buku ini sangat cocok dimiliki orang yang ingin mengubah kehidupannya menjadi lebih baik dan sukses. Bahasa yang digunakan lugas dan interaktif, sehingga terasa mudah dicerna bagi pembaca dari kalangan mana pun. Buku ini mampu menyihir pembacanya. Halaman demi halaman begitu menggoda dan sayang untuk melewatkannya.'
Dr. Masnipal Marhun, M.Pd.
Director of The Motherschool Foundation-Bandung, Pakar Pendidikan Anak Usia Dini

"Setiap orang yang merasa dirinya belum sukses pasti membutuhkan buku ini, karena di dalamnya terdapat PETA KEHIDUPAN yang bisa membimbingnya menjadi manusia unggul."
Dr. Akhmad Suharyo, M.Si.
Down FISIPOL Universitas Bandar Lampung, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung

"Tidak semua orang mengetahui jalan hidup yang benar dalam meraih mimpinya untuk menjadi insan yang sukses. Buku ini menawarkan solusi perubahan kepada setiap insan yang mendambakan kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan dalam hidupnya. Banyak petunjuk dan informasi penting yang bisa diperoleh sebagai panduan kehidupan. Buku ini wajib dimiliki setiap insan yang ingin meraih kesuksesan".
Drs. Syaiful Wahab, M.Si.
Ketua Jurusan Ilmu Politik, FISIP Universitas Andalas (UNAND), Padang-Sumatera Barat


-QultumMedia-

penerbitqultummedia
Bagaimana mengelola pikiran agar hidup lebih bahagia dan berhasil?

As a Man Thinketh (diterjemahkan  Kebun Pikiran) berusaha memberikan jawabannya. Karya James Allen yang paling terkenal ini mengeksplorasi kekuatan pikiran dan mengajarkan Anda bagaimana memberdayakan diri dengan berpikir positif. 

Dalam buku ini, Anda juga akan temukan penjelasan gamblang mengenai:

- Pengaruh pikiran terhadap kepribadian dan karakter diri

- Pengaruh pikiran terhadap kesehatan tubuh

- Pengaruh pikiran terhadap prestasi

- Bagaimana mengubah kondisi kehidupan dengan berpikir positif (positive thinking)

- Bagaimana mencapai ketenangan jiwa atau kedamaian pikiran (peace of mind)

Kebijaksanaan yang terdapat dalam buku ini telah melewati ujian waktu. Mengapa membaca buku baru yang cuma mengemas ide kuno? Mengapa tidak membaca karya klasik yang menginpirasi buku-buku sesudahnya? Baca buku ini, dan jalani hidup bahagia dan lebih bermakna.

Ubah pemikiranmu, rombak hidupmu.

Kutipan Bab 1 dari buku.

Pikiran dan Karakter

Pepatah yang berbunyi, "Ketika seseorang berpikir di dalam hatinya, begitu juga dia adanya," tidak hanya mencakup seluruh keberadaan seseorang, melainkan juga sangat komprehensif sehingga menjangkau setiap kondisi dan keadaan hidupnya. Seseorang secara harfiah adalah apa yang dia pikirkan, karakternya merupakan kumpulan lengkap dari seluruh pikirannya. 

Sebagaimana tanaman berasal dari, dan tidak bisa, tanpa benih, maka setiap tindakan manusia muncul dari benih-benih pikiran tersembunyi, dan tidak dapat muncul tanpa itu. Ini berlaku pula untuk tindakan-tindakan yang disebut "spontan" dan "tidak direncanakan" maupun tindakan yang dilakukan dengan sengaja. 

Bertindak adalah bunga pikiran, dan sukacita dan penderitaan adalah buah dari pikiran; demikianlah seorang manusia mengakumulasi buah manis maupun buah pahit dari pembudidayaannya sendiri. 

"Pemikiran dalam akal budi kita membentuk 

kita, Apa diri kita 

Oleh pikiran dibentuk dan dibangun. Jika 

seseorang 

Memiliki pikiran jahat, rasa sakit datang 

padanya laksana mengekornya 

Roda di belakang sapi.... 

..Jika seseorang meneguhkan diri 

Dalam kemurnian pikiran, sukacita 

mengikutinya 

Sebagaimana bayangannya sendiri —pasti. 

Manusia itu tumbuh menurut hukumnya, dan bukanlah hasil sulapan, dan sebab-akibat adalah mutlak dan tidak dapat melencong dalam alam pikiran yang tersembunyi sebagaimana di dunia yang terlihat dan material. Karakter yang mulia dan kudus bukanlah sesuatu pemberian atau kebetulan, melainkan merupakan hasil alami dari usaha yang terus-menerus dalam pemikiran yang benar, dampak dari hubungan langgeng dengan pikiran-pikiran yang suci. Karakter tercela ataupun tak berbudi, dengan proses yang sama, adalah hasil dari kontak permanen dengan pemikiran yang menistakan diri. 

Manusia dibentuk ataupun dihancurkan oleh dirinya sendiri; di gudang senjata pikiran, dia menempa senjata yang ia gunakan untuk menghancurkan dirinya sendiri; ia juga membentuk peralatan yang dengannya ia bangun untuk dirinya sendiri mahligai surgawi dari kegembiraan dan kekuatan serta kedamaian. Dengan pilihan yang tepat dan penerapan pikiran yang benar, manusia naik menuju Kesempurnaan Ilahi; oleh penyalahgunaan dan penerapan pikiran yang salah, ia merosot di bawah tingkat binatang. Di antara kedua ekstrim ini terdapat semua tingkatan karakter, dan manusia itu pembuat dan tuan dari dirinya sendiri. 

Dari semua kebenaran indah yang berkaitan dengan jiwa yang telah dipulihkan dan terungkap di zaman ini, tidak ada yang lebih menyenangkan atau menghasilkan janji dan keyakinan ilahi daripada ini —bahwa manusia adalah penguasa pikirannya, pembuat dan pembentuk kondisi, lingkungan, dan takdirnya sendiri. 

Sebagai ekspresi Kekuasaan, Kecerdasan, dan Kasih, dan penguasa pikirannya sendiri, manusia memegang kunci setiap situasi, dan mengandung dalam dirinya agen yang mentransformasi dan membentuk kembali yang dengannya dia dapat membentuk dirinya seperti apa yang dia kehendaki. 

Manusia selalu menjadi tuan, bahkan dalam keadaannya yang paling lemah dan hina; namun dalam kelemahan dan kebinasaannya, ia adalah tuan bodoh yang salah mengurus "rumah tangganya." Ketika dia mulai merefleksikan kondisinya, dan mencari dengan tekun Hukum yang menjadi dasar keberadaannya, dia berubah menjadi tuan yang bijaksana, mengarahkan energinya dengan genial, dan membentuk pikirannya ke hal-hal yang bermanfaat. Begitulah tuan yang sadar, dan manusia hanya bisa menjadi dengan menemukan di dalam dirinya hukum-hukum pikiran; yang mana penemuan itu perkara aplikasi, analisis diri, dan pengalaman semata. 

Hanya dengan banyak pencarian dan penggalian, emas dan berlian didapat, dan manusia dapat menemukan setiap kebenaran yang berhubungan dengan keberadaannya, jika ia mau menggali jauh ke dalam tambang jiwanya; dan bahwa dia adalah pencipta wataknya, pembentuk hidupnya, dan pembangun takdirnya, ia mungkin tanpa ragu membuktikan, jika ia mau mengamati, mengendalikan, dan mengubah pemikirannya, menelusuri pengaruhnya terhadap dirinya sendiri, pada orang lain, dan pada kehidupan dan keadaannya, menghubungkan sebab dan akibat melalui latihan dan penyelidikan yang tekun, dan memanfaatkan setiap pengalamannya, bahkan pada kejadian sehari-hari yang paling sepele sekalipun, sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan tentang dirinya sendiri yang berupa Pemahamam, Kebijaksanaan, Kekuasaan. Dalam aspek ini, tidak seperti yang lain, adalah hukum bersifat mutlak bahwa "Dia yang mencari akan tahu, dan ia yang mengetuk pintu akan dibuka;" sebab hanya dengan kesabaran, praktik, dan usaha tanpa henti seseorang dapat memasuki Pintu Kuil Pengetahuan. 

Ebook ini sengaja bebas DRM demi kemudahan dan kenyaman Anda. Versi PDF dari ebook ini khusus dirancang agar nyaman dibaca di layar smartphone. Versi EPUB memungkinkan Anda mengubah jenis dan ukuran huruf (font).

Kita dibatasi bukan oleh kemampuan kita, melainkan oleh visi kita.
---- Jonathan Swift

Kita diberi anugerah luar biasa yang kita miliki sejak lahir, yaitu berbagai bakat, kemampuan, keistimewaan, kecerdasan, dan kesempatan yang sebagian besar masih tertutup rapi dalam alam bawah sadar kita. Bakat terbesar pemberian dari Tuhan adalah potensi otak dan akal. Namun, menurut hasil penelitian para ahli, rata-rata orang normal baru menggunakan 4-5% kapasitas otaknya dan orang genius baru menggunakan 5-6%. Albert Einstein, salah satu ilmuwan teerbesar pada abad ke-20 ternyata hanya memanfaatkan kurang dari 10% potensi otaknya. Faktanya memang lebih dari 90% potensi otak manusia belum dimanfaatkan --- sering disebut dengan raksasa tidur (a sleeping giant). Dengan memahami potensi otak maka tersedia peluang besar untuk memanfaatkan potensi itu secara lebih optimal, yaitu dengan mengembangkan pola pikir dan metode berpikir yang lebih efisien dan efektif.

Pola pikir --- dikenal dengan istilah mindset --- yang kita gunakan akan membentuk realitas kehidupan kita. Kondisi di lingkungan kita dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan, bayangkan, visualisasikan, inginkan, atau takutkan. Kita dapat meninggalkan dengan pola pikir baru yang lebih sesuai untuk kita. Banyak orang tidak pernah mendapat pelajaran dalam mengembangkan pola pikir positif, dan selalu hanya berpikir reaktif terhadap setiap kejadian di sekitarnya. Padahal, mengoptimalkan potensi otak berhubungan erat dengan pola pikir kita. Apabila cara berpikir yang kita gunakan lebih proaktif, antisipatif, dan responsif maka semua yang kita impikan akan terwujud. Untuk menghasilkan pikiran-pikiran hebat, kita bisa memacu pikiran dengan memanfaatkan otak dan akal untuk selalu berpikir positif.

Buku ini menjadi sarana paling tepat dan lengkap untuk mengenal otak dan potensinya serta memperbaharui dan mengembangkan pola pikir yang sesuai dengan diri kita. Dengan mengubah mindset kita serta revolusioner, kita bisa membangun kualitas hidup yang jauh lebih baik. Mindset revolution atau revolusi pola pikir menjadi modal kita untuk mengikuti jejak orang-orang sukses yang berhasil mengubah lingkungan atau bahkan dunia.


Buku terbitan GalangPress (Galangpress Group).

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.