Bandar Lonte

703
14

Dan pada akhirnya terbitlah buku pertama yang dikarang-karang sama Mas Joe. Tentu saja isinya seru, seram, menggairahkan. Berkisah tentang selusinan kontempalsu a la Mas Joe seputar pergulatan batinnya tentang hidup, teman-teman di sekelilingnya yang kebanyakan cuma menghasilkan lapar dan dahaga, juga hal-hal biasa lainnya yang ternyata dipandang dengan sangat tidak biasa; khas manusia yang suka menyimpelkan sesuatu yang kompleks sekaligus merumitkan hal yang sederhana.

* * *

Aku tersenyum. Sungguh aku nggak pernah bisa menebak siapa sebenarnya teman yang membayari ayam gorengku ini. Apa dia itu malaikat bertopeng setan atau justru setan bertopeng malaikat, aku nggak pernah tahu.

Ah, setan beneran sekalipun aku pikir juga nggak masalah. Aku sendiri toh juga sudah sering dimaki sebagai setan. Sesama setan saling berteman sah-sah aja, kan?

* * *

"P-E-K-O-K!"
- Siwi Alpharian, social media strategist

"Mas Joe itu baik, hobi nongkrong sama tetangga. Jeleknya cuma satu, suka ngambil rokok nggak bilang-bilang."
- Mas Markijan, tukang ojek di depan gang kos-kosan

"Serasa ditabokin."
- P. Diah, pegawai negeri sipil

"Kalau yang ngga kenal sama empu penulisnya pasti bilang buku ini jelek dan nggak tau malu dan nggak tau diri. Tapi percayalah, isinya lebih dari itu. Lebih banget. Buku ini bercerita tentang pikiran-pikiran penulis dengan bahasa yang nyeleneh khas Mas Joe. Sudut pandang moral yang ditulis secara amoral *halah* tentang keseharian kuliah, hidup, agama, sampai soal cewek-cewek. Maklumlah, teman saya ini tergolong pemikir kritis *beneran bukan sekedar sok kritis*."
- Lulu Hutaki, pegawai negeri sipil juga

"Bandar Lonte, a novel by Mas Joe - my senior at campus. He is such a good story teller, so the book is a must read one!"
- Gita Anggraini, yang nggambar-nggambar ilustrasi di dalam bukunya

"Serba bisa, serba ancur...wakakaka!"
- Ary Kurniawan, arsitek sekaligus teman sejak esempe

"Mas Joe itu sungguh baik hati dan tampan sekali."
- Saripah Luckholmes, waktu status Facebook-nya dibajak Mas Joe

"Bodo dipiara! Kambing dipiara bisa buat qurban!"
- Bram Gendut, pensiunan programmer

"Semua omongannya Mas Joe itu betul...betul-betul ngawur!"
- Imel Item, mahasiswi UGM tahun ke-sekian

"Selain menghasilkan lapar dan dahaga, buku ini juga bisa menurunkan asam lambung."
- Fatkhurrahman Saleh, karyawan pabrik semen
Read more

About the author

Panggilannya sejak SMP adalah Joe. Nama aslinya, sih, Anindito Satrianto. Bagus, kan, namanya? Dipanggil “Joe” gara-gara si Komo lewat, aeh, gara-gara nama belakangnya mirip sama nama belakangnya Joe Satriani, gitaris top nan gondrong tapi sekarang sudah gundul itu. Di dunia maya lebih ngetop dipanggil “Joesatch”, sehubungan alamat blog pertamanya – yang norak – di http://joesatch.wordpress.com. 


Joe dari nama panggilannya, Satch dari Satriani, aeh, Satrianto. Nama itu dipilih cuma biar keliatan gaul dan alay saja. Tiada alasan lainnya. Sampai sekarang pun masih suka misuh dengan kampretnya di http://diary.satchdesign.com.


Priyayi dengan bapak-ibu asli Solo, yang ketiban takdir untuk lahir dan besar di Denpasar. Setamat SMA Negeri 1 Denpasar meneruskan kuliahnya di Strata-1 Gadjah Mada jurusan komputer-komputeran, yang sempat bikin guru-guru di sekolahnya nyaris jantungan saking nggak percayanya. Sekarang kalau mudik justru ke Jakarta-coret, dekat Situ Gintung, gara-gara babahnya dipindah-tugaskan ke ibukota negara kita tercinta.


Setelah wisuda sampai sekarang masih betah di Jokja (sembari mengawasi adik-adik sepupunya yang seabrek, yang juga kuliah di kota yang sama) dan masih percaya bahwa Jokja adalah cinta tiada akhir. Dan gara-gara sering bingung kalau ditanyain asli mana sama teman sebangkunya pas lagi naik Senja Utama, akhirnya jadi lebih sering menjawab dengan yakin bin nggaya, “Marseille, Perancis!”


Kesehariannya yang lain bisa juga dipelototin lewat akun Twitter-nya di http://twitter.com/masditto. Tapi, mendingan nggak usah nge-follow, deh, daripada makan ati. Suka sombong nggak mau melakukan tindakan folbek kalau di-follow di Twitter, sih, soalnya. Jadi, lebih baik ditanya-tanya aja langsung via http://ask.fm/masditto. Yang terakhir ini pasti bakal langsung diresponnya dengan penuh semangat.

Read more

Reviews

4.3
14 total
Loading...

Additional Information

Publisher
703
Read more
Published on
Mar 6, 2015
Read more
Pages
148
Read more
Language
Indonesian
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
©2017 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.