Rendahnya semangat belajar agama Islam sangat dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman kita mengenai urgensitas (nilai penting) ilmu Islam bagi kehidupan kita di dunia maupun di Akhirat, bagi pribadi maupun masyarakat.
Kadangkala semangat belajar yang gembos tersebut juga karena dipengaruhi niat yang bukannya ikhlash karena Allah melainkan karena ingin dimuliakan oleh orang-orang, ingin distatuskan sebagai ustadz/ulama/da'i, ingin dihormati setiap kondisi, ingin mendapatkan pundi-pundi harta duniawi, bahkan ingin mencari-cari sisi lemah ajaran-ajaran Islam yang nampak tidak masuk akal atau sekadar kontradiktif, seperti dilakukan oleh kaum yang terjangkiti SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme).
Ketulusan niat adalah kunci, di samping pemahaman yang baik terhadap nilai ilmu Islam di dunia maupun di Akhirat. Untuk mendapatkan pemahaman yang baik tersebut, kita perlu menapaki catatan-catatan sejarah para pengemban ilmu agama Islam, yaitu para ulama Salaf.
Syaikh Abul Qa'qa', penulis kenamaan yang terkenal dengan gaya tulisannya praktis-solutif menyajikan lebih dari 100 kiat menggelorakan gairah belajar agama. Kiat-kiat yang dirunutnya satu demi satu bukan seumpama peluru hampa. Berkat kepiawaiannya memilah catatan-catatan sejarah Salaf dipadukan dengan motivasi-motivasi yang tertuang dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits, buku ini, -atas izin Allah- akan membuat semangat Anda tidak lagi lemah untuk mengarungi samudera ilmu Allah .
Kisah-kisah nyata para ulama dalam menuntut ilmu benar-benar membuat mata kita membelalak. Betapa mereka rela menjual rumah atau pakaian demi ilmu, rela terjatuh dan tersakiti demi ilmu, rela terhina demi ilmu, rela membujang dan begadang demi ilmu, rela berjalan kaki lintas negara demi ilmu, dan lain sebagainya.
Ulama timur tengah yang bukunya diterjemahkan ke berbagai bahasa