Kok judulnya aneh?
Apa hubungannya dengan foto 360?
Mungkin itu beberapa pertanyaan yang langsung terlintas ketika kebanyakan orang mendengar judul buku ini. Kalaupun itu yang terjadi, dimaklumi. Karena justru saya senang bukan main ketika sepenggal-dua penggal kata bisa memancing tanda tanya.
Magetan 360 lahir bukan tanpa alasan. Karena kalau boleh jujur, keinginan untuk mengenalkan daerah sendiri sudah ada sejak kecil. Hanya saja dulu belum ada bayangan mau diwujudkan seperti apa.
Magetan 360 bukanlah buku panduan perjalanan sebagaimana pada umumnya. Bukan buku sejarah yang mungkin terdengar ‘berat’ bagi millennial dan Gen Z. Bukan pula booklet yang bertujuan untuk memikat para investor ke Tanah Mageti.
Magetan 360 hadir menggabungkan ketiganya. Dan mungkin lebih dari itu. Bergantung dari sudut pandang mana Anda melihatnya.
Harapannya sederhana saja, masyarakat luas lebih mengenal Magetan secara holistik. Tidak hanya tahu Sarangan, kerajinan kulit, ataupun Jeruk Pamelo. Karena kabupaten ini memiliki lebih dari itu.
Temukan apa yang ditawarkan oleh Kabupaten Magetan untuk Anda dalam buku ini.
Wibowo lahir Magetan, Jawa Timur pada 28 Februa ri 1988. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Politik dalam bidang Hubungan Internasional dari Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina pada tahun 2012 melalui beasiswa penuh Theodore Permadi Rachmat – mantan CEO Astra International dan pendiri Triputra Group. Pada tahun 2015, ia menyelesaikan S2 di Universitas Indonesia pada jurusan yang sama melalui beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Wibowo adalah seorang konsultan, self-discovery coach, pelatih, dan penulis. Sebelumnya ia pernah berkarya di Partnership for Governance Reform, Schlumberger, SWA, AndrewTani & Co, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Veloz Training, Home Credit, BlueVisions Management, Tiens dan Panin Dai-Ichi Life.
Di masa mudanya, Wibowo pernah mendapatkan sejumlah penganugerahan. Di antaranya ialah Siswa Teladan/Berprestasi Kabupaten Nganjuk, Duta Wisata “Bagus” Kabupaten Magetan, Duta Paramadina, ASEAN Blogger Ambassador, Runner-Up Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta, Duta Budaya Spirit of Majapahit, East-West Center Fellow, hingga Young Leaders for Indonesia. Ia pun kerap kali mengoleksi sejumlah penghargaan di bidang penelitian dan penulisan.
Wibowo telah menulis lebih dari 800 artikel yang tersebar dalam jurnal ilmiah, surat kabar, dan media baru. Di luar itu, ia kerap kali menjadi pembicara pada beragam topik mulai dari kepemimpinan hingga politik di kota-kota populer di Asia-Pasifik seperti Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, Dubai, dan New Delhi.
Sejak 2007 Wibowo telah menerbitkan lebih dari 27 buku. Di antaranya adalah Jadi, Kamu Pilih Jurusan HI? Cerita Seorang Alumnus Hubungan Internasional dan Teman-Temannya (2016); Mantra Kehidupan: Sebuah Refleksi Melewati Fresh Graduate Syndrome & Quarter-Life Crisis (2017); The Ambassadors’ Journey: Cerita Saya dan Para Jebolan Duta Wisata Se-Indonesia (2018); SOUP Lezat, Usaha Hebat: Mengelola Usaha Dengan Kunci Keseimbangan (2018); Sabbatical: Seni Menemukan Makna Hidup Dalam Jeda (2018); The Calling: Rahasia Menyadari Apa yang Benar-Benar Anda dan Tuhan Inginkan (2019); Mengabdi Sampai Akhir: Kisah Sukses Anak-Anak Intelektual Habibie (2019), Mendobrak Batas: Strategi Kuliah Minim Biaya dari Orang Tua (2020); Write First: Jurus Menulis dan Menerbitkan Buku Secara Sistematis, Terstruktur dan Wow (2020); The Islamic Way of Happiness (2020); The Calling: Seni Mewujudkan Hidup yang Bermakna (2020); The Calling: Seni Menemukan Panggilan Hidup (2020); The Spirit of Majapahit: Petualangan Menyaksikan Jejak Kebesaran Majapahit di Asia Raya (2020); Quarter-Life Bliss: Seni Menjadikan Seperempat Bayamu Terarah, Berkah dan Berfaedah (2021); dan The Pilot Way: Seni Memimpin Diri, Tim, & Organisasi Ala Pilot (2021); Lentera Jiwa (2021); Anak Fellow (2021); Opo Depe, Opo Colote (2021); dan Travel Inside Yourself (2021).
Wibowo adalah Founder & Host The Grandsaint Show. Ia pernah dikutip, diwawancarai atau diulas di beberapa media. Mulai dari The Japan Times, The Global Review, The Indonesian Heritage Society Bulletin, Kompas, Jawa Pos, Gogirl, SWA, MIX, Batam Pos, Tanjungpinang Pos, Harian Bernas, C2Live.com, Human Capital Journal, Tabloid Diplomasi, Inti Pesan, Lintas Magetan, Warta Kepri, Rimanews, Dakomagz dan seterusnya.
Wibowo adalah Founder & Chairman The Pandita Institute. Ia tinggal di Jakarta bersama istrinya (Atu) dan putra pertamanya (Acharya Praba Pandita). Ia secara berkala bertutur di www.agungwibowo.com dan dapat dihubungi melalui +62-852-30504735 atau grandsaint@gmail.com.