Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia Superlengkap

Bentang B first
7
Free sample

Perkaya kemampuan bahasa Indonesiamu dengan buku ini. Karena berisi:
- Lebih dari 1000 peribahasa, majas, dan idiom terupdate.
- Disusun berdasarkan kata kunci alfabetis.
- Dilengkapi contoh penggunaan dalam bahasa sehari-hari.

[Mizan, Bentang Pustaka, BFirst, Bahasa, Kamus, Indonesia]

Read more
Collapse

About the author

Ainia Prihantini, S.Hum. lahir di Kabupaten Semarang pada 4 Maret 1988. Ia lulusan SMA Negeri 1 Ambarawa yang melanjutkan S-1 di Universitas Diponegoro. Selama masa kuliah, ia bergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa Hayamwuruk dan menjabat sebagai redaktur pelaksana. Pada saat Kuliah Kerja Profesi (KKP), ia terlibat dalam kegiatan penyelarasan bahasa di Koran Sore Wawasan, Semarang. Ia pernah magang di Tabloid Cempaka, Semarang, pada bagian reportase.


Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan diskusi. Beberapa kegiatan yang pernah ia ikuti antara lain: (a) Seminar Nasional bertema "Bahasa Jawa di Media Massa" yang diselenggarakan oleh Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Jateng; (b) Dialog bertema "Mengarang itu Gampang" bersama Arswendo Atmowiloto dan Andrea Hirata yang diadakan oleh Sampoerna (c) Kemah Sastra Tingkat Nasional bertema "Program Pembelajaran Sastra untuk Semua"yang diadakan Buletin Sastra Pawon di Solo; (d) Bengkel Sastra Nasional bertema "Penulisan Kritik, Esai, dan Jurnalisme Sastra" yang diadakan oleh Pemprov Jateng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT); dan lain-lain.


Pada 2010, ia menyelesaikan Program Sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia pada Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro, dengan predikat cumlaude. Dalam tugas akhirnya, ia mencoba mempertemukan folklor sebagai bagian dari objek kajian filologi dan paradigma antropologi yang mengadopsi model lingustik. Hasilnya, tersusunlah skripsi berjudul "Legenda Candi Gedongsongo: Sebuah Tinjauan Strukturalisme Levi-Strauss".


Ia kemudian bekerja di penerbit Bentang Pustaka sebagai editor. Setelah satu tahun, ia memutuskan berhenti bekerja untuk melanjutkan pendidikan. Hingga kini, ia masih tercatat sebagai mahasiswa S-2 Program Studi Ilmu Antropologi pada Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.


Beberapa karya fiksi yang pernah ia tulis, antara lain: (1) naskah skenario drama berjudul "Kuali Lumpur" yang dipentaskan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia FIB Undip (2007); (2) cerpen berjudul "Petaka tak Berujung" yang diterbitkan buletin sastra Hysteria (2007); (3) cerpen berjudul "Tukijo di Lembah Ungaran" yang masuk dalam antologi Bianglala Pelangi terbitan Persma Sketsa Unsoed (2009); (4) cerpen berjudul "Pesta Kematian" yang masuk dalam antologi Hikayat Mengaji terbitan Fasindo Press (2010). Ada juga karya-karya nonfiksi, seperti materi pembelajaran dan atau kumpulan soal mata pelajaran bahasa Indonesia yang diterbitkan dalam bentuk antologi. Buku Babon Bahasa Indonesiaadalah karya nonfiksi pertama yang diterbitkan memakai namanya sendiri.

Read more
Collapse
4.9
7 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Bentang B first
Read more
Collapse
Published on
Jul 30, 2015
Read more
Collapse
Pages
47
Read more
Collapse
ISBN
9786021246429
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Education / General
Foreign Language Study / English as a Second Language
Study Aids / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Jakarta, Maret 1998 Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agara bersedia menjawab satu pertanyaan penting: siapakah yang berdiri di balik gerakan aktivis dan mahasiswa saat itu. Jakarta, Juni 1998 Keluarga Arya Wibisono, seperti biasa, pada hari Minggu sore memasak bersama, menyediakan makanan kesukaan Biru Laut. Sang ayah akan meletakkan satu piring untuk dirinya, satu piring untuk sang ibu, Biru Laut, dan satu piring untuk si bungsu Asmara Jati. Mereka duduk menanti dan menanti. Tapi Biru Laut tak kunjung muncul. Jakarta, 2000 Asmara Jati, adik Biru Laut, beserta Tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin Aswin Pradana mencoba mencari jejak mereka yang hilang serta merekam dan mempelajari testimoni mereka yang kembali. Anjani, kekasih Laut, para orangtua dan istri aktivis yang hilang menuntut kejelasan tentang anggota keluarga mereka. Sementara Biru Laut, dari dasar laut yang sunyi bercerita kepada kita, kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya. Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.
©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.