Buku ini membahas tentang potensi kayu gelam yang memiliki berat jenis berkisar antara 0,55-0,77 termasuk kategori sedang untuk bahan baku pembuatan arang, arang aktif, dan asap cair. Arang dari interaksi faktor lokasi tempat tumbuh (lokasi 1 dan lokasi 2), faktor tingkat pertumbuhan (semai, pancang, tiang, dan pohon) dan faktor bagian (akar, batang, dan akar) secara umum memenuhi SNI 01-1683-1989. Hasil arangnya dikembangkan menjadi bahan briket arang kemungkinan akan memenuhi SNI 01-6235-2000. Arang aktif dari interaksi lokasi tempat tumbuh, tingkat pertumbuhan (pancang, tiang, dan pohon) dan bagian pohon (akar, batang, dan cabang) memenuhi standar mutu arang aktif teknis SNI 06-3730-1995, arang aktif untuk pemurnian minyak makanan SNI 06-4262-1996 dan arang aktif untuk air minum SNI 06-4253-1996 (kecuali daya serap terhadap benzene). Aplikasi arang aktif batang dapat meningkatkan kualitas air. Asap cair dari interaksi lokasi tempat tumbuh, tingkat pertumbuhan (pancang, tiang, dan pohon) dan bagian pohon (akar, batang, dan cabang) menghasilkan asap cair gelam yang berkualitas baik dan memenuhi standar mutu Jepang.
Dr. Alpian, S.P., M.P. lahir di Mandomai pada tanggal 29 Maret 1970 di Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Saat ini penulis tinggal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah dan bekerja sebagai dosen di Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya sejak tahun 1997. Pendidikan tinggi ditempuh mulai dari jenjang S-1 di Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya atau UPR (lulus 1995), jenjang S-2 di Universitas Mulawarman atau UNMUL (lulus 2002) dan jenjang S-3 di Universitas Gadjah Mada atau UGM (lulus 2014) dengan spesialisasi Ilmu Kehutanan. Aktivitas penulis saat ini mengajar pada jenjang sarjana dan pascasarjana di Universitas Palangka Raya. Penulis juga aktif menulis pada jurnal internasional, jurnal nasional, dan buku. Penulis sebagai anggota Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI) dan Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIKI). Buku I 2021 berjudul “Briket Arang dari Limbah Kayu”; Buku II 2022 berjudul “Biomassa, Karbon dan Kemampuan Penyerapan Karbondioksida Tegakan Gelam”. Kerja sama dengan penulis via surel alpian@for.upr.ac.id atau alfian29370@gmail.com.
Dr. Wahyu Supriyati, S.Hut., M.P. lahir di Yogyakarta pada tanggal 04 September 1970. Saat ini penulis tinggal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah dan bekerja sebagai dosen di Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya sejak tahun 1997. Pendidikan tinggi ditempuh mulai dari jenjang S-1 di Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya atau UPR (lulus 1994), jenjang S-2 di Universitas Mulawarman atau UNMUL (lulus 2002) dan jenjang S-3 di Universitas Gadjah Mada atau UGM (lulus 2015) dengan spesialisasi Ilmu Kehutanan. Aktivitas penulis saat ini mengajar pada jenjang sarjana dan pascasarjana di Universitas Palangka Raya. Penulis juga aktif menulis pada jurnal internasional, jurnal nasional, dan buku. Penulis sebagai anggota Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI) dan Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIKI). Buku I 2021 berjudul “Briket Arang dari Limbah Kayu”; Buku II 2022 berjudul “Biomassa, Karbon dan Kemampuan Penyerapan Karbondioksida Tegakan Gelam”. Kerja sama dengan penulis via surel wahyu.supriyati@for.upr.ac.id atau wahyusupriyati70@gmail.com.