MENJADI ORANG BAHAGIA: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda

MIQRA INDONESIA
1
Free sample

"Buku ini sudah saya masukkan dalam daftar 'buku yang harus dibaca lebih dari sekali' karena ilmu yang disajikan benar-benar lengkap. Setelah dibaca sampai halaman terakhir pun Anda akan merasa masih banyak ilmu yang terlewat. Dijamin!" (Arafat, Penulis buku Satu Langkah Setiap Hari).

“Buku ini patut dimiliki para pencari kebahagiaan hidup karena di dalamnya dijabarkan cara memaknai rangkaian peristiwa dan episode hidup yang membawa kebahagiaan seperti didambakan banyak orang. Jadi, miliki segera, agar lebih cepat lagi bisa memaknai bahagia." (Alifadha Pradana, Penulis buku Antalogi Catatan Hati Ibunda).

“Kenyaman jasad ialah dengan sedikit makan; kenyamanan jiwa ialah dengan sedikit dosa; kenyamanan hati ialah dengan sedikit keinginan; dan kenyamanan lisan ialah dengan sedikit berbicara.” (Dokter Tsabit Qurrah).

Read more
Collapse

About the author

Arda Dinata, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia ini terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis sampai sekarang. Kegiatan hobinya dalam tulis-menulis, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu.

Berkat kebiasaannya dalam dunia tulis-menulis itu, telah mengantarkannya menjadi: Dosen di Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya Bandung (1996 s.d. 2004); Reporter Majalah Bina Diknakes Jakarta (1997 s.d. 2001); Kontributor Jurnal MQ dan Tabloid MQ Bandung (2001-2003); Redaksi Majalah INDAGO Bandung (2003 s.d. 2004); Pemimpin Redaksi Majalah Kesehatan INSIDE (2006 s.d. 2013); Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Peneliti di Loka Litbang Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2), Balitbangkes Kementerian Kesehatan R.I. (2005 s.d. sekarang); Penulis Lepas, Pendiri dan Pengelola Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA), Indonesia.

Arda Dinata telah menulis beberapa buku, diantaranya:

·         Pernikahan Berkalung Pahala: Referensi Perkawinan Berkah & Pilar-Pilar Menggapai Rumah Tangga Menuju Surga Perkawinan;

·         Menghampiri Cinta Allah: 6 Langkah Membangkitkan Pola Pikir Sukses dan Solutif Hidup Anda;

·         Bahagia Menjadi Orang Biasa: 10 Langkah Membangkitkan Nikmat dan Perilaku Bahagia Hidup Anda;

·         Bermesraan dengan Kebaikan: Rahasia Membangun Kebaikan, Kesuksesan, Kebahagiaan, dan Perilaku Bijak Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik;

·         Bersahabat dengan Nyamuk: Jurus Jitu Terhindar dari Penyakit Nyamuk;

·         Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk Demam Berdarah: Cara Cerdas Mengenal Aedes aegypti dan Kiat Sukses Pengendalian Vektor DBD;

·         Rumah Sehat Jubata: Radakng;

·         Randei, Petala Manusia Barus: Afirmasi Kesehatan Ibu dan Anak;

·         Teknik Penulisan Artikel Kesehatan: Kiat Menulis Artikel Kesehatan Yang Dimuat di Koran dan Majalah;

·         Strategi Sukses Produktif Menulis: Lautan Inspirasi Yang Memotivasi Anda Menjadi Penulis Kreatif, Produktif dan Sukses;

·         Menciptakan Mesin Uang dengan Menulis: Tips Menjadi Kaya dengan Menulis Artikel.

 

Read more
Collapse
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
MIQRA INDONESIA
Read more
Collapse
Pages
93
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Religion / Islam / General
Self-Help / Motivational & Inspirational
Self-Help / Personal Growth / Happiness
Self-Help / Personal Growth / Success
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Surga Perkawinan

SURGA dan perkawinan merupakan dua kata yang membahagiakan. Surga yang seluas langit dan bumi itu akan diwariskan kepada orang-orang yang bertakwa, beriman dan beramal kebaikan. Untuk itu, menghadirkan surga dalam perkawinan tentu bukan merupakan suatu cita-cita yang berlebihan. Pasalnya, perkawinan itu sendiri merupakan amal kebaikan, karena didalamnya bernilai ibadah kepada Allah SWT.

Dengan kata lain, surga itu merupakan negeri impian bagi orang-orang beriman. Keberadaan surga telah melahirkan motivasi bagi manusia untuk mencapai keindahan, kedamaian dan keagungan yang sejati. Kehadirannya membuat kehidupan manusia lebih bergairah. Untuk itu, mari hadirkan nuansa surgawi ini dalam membangun ikatan perkawinan.

Menghadirkan surga perkawinan berarti tiap-tiap pasangan harus mampu untuk menciptakan kehidupan perkawinannya dengan balutan perilaku pernikahan yang diselimuti keindahan, kedamaian dan keagungan. Untuk mencapai kondisi ini, maka kita diharuskan untuk membangun budaya cinta kasih dalam kehidupan rumah tangga. Jadikanlah setiap hari ada cinta. Mengapa? Karena menurut Kahlil Gibran, “Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga.”

Menghadirkan atmosfir surga perkawinan dalam rumah tangga ini merupakan tugas dari tiap-tiap pasangan perkawinan. Dalam bahasa lain, kondisi keindahan, kedamaian dan kenyamanan dalam keluarga ini hanya dapat dibangun secara bersama-sama. Yaitu melalui proses panjang untuk saling menemukan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga diharapkan tiap anggota keluarga akan menemukan ruang kehidupan yang mungkin sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Itulah sebabnya, mengapa dalam membangun ikatan keluarga itu pada dasarnya adalah proses pembelajaran untuk menemukan formula yang lebih tepat bagi kedua belah pihak, baik suami dengan istri, maupun anak-anak dan orang tua.

  Mengikat Cinta dan Kasih Sayang

“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, berarti imannya telah sempurna.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

ISLAM tidak melarang cinta kasih. Justru, Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam, cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, suci dan sakral. Islam sama sekali tidak alergi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia.

Secara psikologis, cinta merupakan emosi yang penting dalam kehidupan manusia. Cinta adalah faktor utama dalam membentuk keluarga dan mengikat individu-individu anggotanya agar saling membantu. Dalam dunia anak-anak, cinta ini mempunyai peranan sangat penting dalam membentuk kepribadian seorang anak.

Menurut Dr. Muhammad ‘Utsman N, secara umum cinta merupakan faktor penting dalam membentuk hubungan sosial yang harmonis di antara manusia. Cinta mengikat seseorang dengan keluarganya, masyarakatnya, dan tanah airnya. Cinta pula yang mendorongnya untuk mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela keluarga, masyarakat, dan tanah airnya.

Akhirnya, tidaklah berlebihan kalau dalam kaca mata Islam, disebutkan bahwa mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada tiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengebiri fitrah manusia. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.

Untuk itu, ikatlah secara benar makna cinta dan kasih sayang ini dalam kehidupan maupun gaya hidup setiap manusia, termasuk dalam kehidupan membangun rumah tangga. Dan bukan malah sebaliknya, kita justru terbawa dan meniru gaya cinta dan kasih sayang yang kamuflase lagi menyesatkan.

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin.
©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.