Tetanus

Bukune
22
Free sample

Halo, perkenalkan nama gue Arya Novrianus dan gue benci nama sendiri. Kenapa? Karena di nama itu... ada ‘ANUS’-nya. Jadi nih, kalo ketemu temen-temen dan mereka nyapa, "Nus, muka lo dekil banget? Belum cebok lo!?" Atau, misal gue kenalan sama orang, mereka selalu salaman pake tangan kiri. Katanya, "megang anus harus pake tangan kiri." Dalam sedih gue pernah ngadu ke Nyokap. "Mah, kok nama aku ada ‘Anus’-nya, sih?" “Iya soalnya kamu lahirnya di jamban." “….” *** Kehidupan Anus tidak berjalan mulus. Mulai dari disangka cabe-cabean ketika ditilang polisi, dikerjain teman sampai petasan meledak di saku celana, bahkan ditinggal cewek cuma gara-gara nama. Mungkin takut dikira jalan sama pantat. Nama “Anus” seolah membawa sial, tapi dia mempunyai cita-cita; menjadi seperti Ibu Kartini, yang harum namanya. Berhasilkah dia menjadi seorang Ibu Kar..eh, mengharumkan namanya? Baca aja Tetanus; Catetan harian Arya Novrianus.

"Buku ini menunjukkan betapa keluarga disfungsional bisa menjadi potret realita terlucu. Keberanian Arya jujur membebaskan kita untuk ngakak." --- Pandji, Stand up Comedian

"Beda dari buku sebelumnya, di buku kali ini, Anus sukses menulis komedi yang melibatkan perasaan dan emosi. Gue jadi gagal move on, kan! Sukses buku Tetanus." -- Alitt Susanto, Penulis

"Segala bentuk lawakan yang Arya selipkan di setiap paragraf hanyalah bumbu pemanis. Arya siap menghancurkan hati kita semua di bab 9, sekaligus mengajak kita belajar untuk mencintai apa yang kita miliki saat ini, lewat komedinya" -- Kamga, Penyanyi

Sebuah Novel Komedi dari Arya Novrianus terbitan Bukune
Read more
4.9
22 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Bukune
Read more
Published on
Aug 1, 2015
Read more
Pages
214
Read more
ISBN
9786022201670
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Fiction / General
Fiction / Humorous
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
 Bus di jepang itu ongkosnya dibayar dengan cara masukin duit ke kotak yang ada disamping supir. Mau kabur tanpa bayarpun bisa . Kalo sistem ini diterapkan di Jakarta, dalam seminggu armadanya pasti gulung tiker. Udah gitu semuanya berhenti di halte, tepat di belangkang garis. Gak tuh supir yang naek-turunin penumpang sembarangan, apalagi pake acara ngetem sambil ngerokok dan godain eneng-eneng. Jadi kalo lo naek bus di jepang, lo harus tau banget mau turun di halte mana. Karena kalo kelewatan, gak bisa maen seenaknya triak “kiri bang!” sambil ketok-ketok kaca pake koin.

(Diambil dari bab “Irrashaimase!”)

Panitia setempat sempet ngomong gini,”Tadinya kita mau beliin dodol ganja bang, tapi pabrik nya baru abis di grebek.” Buset. Seumur hidup gue yang lebih tiga dekade ini, gue baru denger ada pabrik dodol digrebek. Kayak apa proses penggrebekannya ya? Gue gak kebayang pasukan polisi merengsek masuk kesebuah pabrik tersembunyi, mengacungkan pistol sambil triak, “BERHENTI!!!! JATUHKAN DODOL KALIAAANNN!!!” lalu disambut gelak tawa oleh segenap karyawan pabrik yang tentunya sembari bekerja, sembari menikmati hasil karya mereka.
(Diambil dari bab “Oleh-oleh Illucinati Tour”)

Pemakaman Sandiego Hills ini unik banget, mereka punya kolam renang. Bukan khusus arwah, tentunya. Kolam renang ini untuk pengunjung terutama anak-anak. Gue paham sih, maksudnya mungkin supaya kalo mau ziarah, orang tua bisa fokus ziarah sementara anak-anak bisa maen disana. Tapi tetep aja menurut gue sih agak aneh ya.
Anak : “Papa, kita mau kemana weekend ini?”
Bapak : “Ah, kita berenang dikuburan yuk?”
Anak : “HOREEEEEEEEEEE!”
(Diambil dari bab “Makam Mewah")

=========================

-Novel Ngenest edisi film persembahan Rak Buku-

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.