Menjadi Manusia Sempurna

Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA)
5
Free sample


Read more

About the author

Bigman Sirait, mantan wirausahawan, adalah alumni dari Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia, Jakarta.  Dia adalah Pembicara radio dan televisi.  Pendiri Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (PAMA) yang berorientasi pada pelayanan media di wilayah perkotaan.  Menyiarkan Injil melalui 42 stasiun radio dan 3 televisi;  media Online: www.reformata.com, dan Reformata Audio Streaming.  Menerbitkan 5 buku, ratusan CD, dan DVD khotbah.  Bigman adalah pendiri Tabloid REFORMATA.  

Dia juga pendiri Yayasan Misi Kita Bersama (MIKA) yang berorientasi pada pelayanan pendidikan dan kesehatan di wilayah pedesaan.  Sejak didirikan pada 1999, MIKA telah membangun PAUD, SD, SMP, SMA dengan konsep sekolah unggulan, yang terletak di Dusun Jamai, Desa Amboyo Inti, Kec. Ngabang, Kab. Landak, Kalimantan Barat.  Sepanjang empatbelas tahun berdirinya telah memiliki total Siswa saat ini, dan Alumni; 662 Siswa, 100 S1: 184 Kuliah. 116 lulus SMA langsung bekerja. Yang dibiayai oleh MIKA ada, 37 S1, dan 1 S2 (kini menjadi guru di SKM), 24 siswa lain masih kuliah.  Moto sekolah ini adalah melahirkan murid Beriman Teguh, Berilmu Tinggi dan Karakter yang terpuji.  Mika juga membangun balai Kesehatan Masyarakat sebagai usaha menggapai pola hidup sehat.  Telah didirikan sebuah pusat pelatihan ketrampilan bagi siswa/i yang tidak bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dan masyarakat sekitar, agar dapat hidup mandiri.

Read more
5.0
5 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA)
Read more
Published on
Dec 1, 2014
Read more
Pages
132
Read more
ISBN
9789792593570
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
 Gereja adalah tubuh Kristus yang seutuhnya. Di mana Kristus sebagai kepalanya yang selalu memperhatikan, sekaligus menuntut gereja agar hidup dan berkarya sesuai ketetapan-Nya. Ya, itulah idealnya gereja.  Tapi sayang, realita tak selalu menampakkan gambar serupa.  Tidak jarang gambar yang mengemuka justru tak sedap dipandang mata dunia. Gambaran gereja yang kerap merasa terlalu tinggi untuk menjejakkan kaki di bumi.  Gambar gereja yang seringkali berteduh di puncak ketinggian menara gading.  Atau gereja yang hanyut dalam kesejukan ruang nyaman diri. Ya, tak dapat dipungkiri, itulah kondisi Gereja dewasa ini yang kian hari makin terdegradasi. 

Untuk itulah buku ini ada.  Hadir ke hadapan Anda untuk mengingatkan kembali tentang panggilan sebagai gereja sejati. Tidak sekadar gereja yang mau turun ke “bumi,” tapi juga gereja yang lantang menyuarakan kebenaran sejati.  Gereja yang tak terperangkap dalam jebakan denominasi, atau syahwat membangun mercusuar tertinggi, demi romantika bagi nama dan pribadi.  “Gereja yang Membumi,” datang untuk menyuguhkan sarana, atawa alat  untuk bercermin dan instrospeksi, dalam bahasan yang menginspirasi:

-          Gereja dan Penginjilan

-          Gereja dan Panggilan Pelayanan

-          Gereja dalam Kemajemukan

-          Menyikapi Teror Atas Gereja, dan

-          Permasalahan Hukum dan Teologis sekitar Gereja

Buku ini niscaya dapat membantu kita untuk kembali membuka selaput yang membatasi relasi antar pribadi gerejawi.  Membukakan mata dan nurani, untuk memiliki kesadaran sebagai satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, demi mewujudkan harapan bersama.

 Gereja adalah tubuh Kristus yang seutuhnya. Di mana Kristus sebagai kepalanya yang selalu memperhatikan, sekaligus menuntut gereja agar hidup dan berkarya sesuai ketetapan-Nya. Ya, itulah idealnya gereja.  Tapi sayang, realita tak selalu menampakkan gambar serupa.  Tidak jarang gambar yang mengemuka justru tak sedap dipandang mata dunia. Gambaran gereja yang kerap merasa terlalu tinggi untuk menjejakkan kaki di bumi.  Gambar gereja yang seringkali berteduh di puncak ketinggian menara gading.  Atau gereja yang hanyut dalam kesejukan ruang nyaman diri. Ya, tak dapat dipungkiri, itulah kondisi Gereja dewasa ini yang kian hari makin terdegradasi. 

Untuk itulah buku ini ada.  Hadir ke hadapan Anda untuk mengingatkan kembali tentang panggilan sebagai gereja sejati. Tidak sekadar gereja yang mau turun ke “bumi,” tapi juga gereja yang lantang menyuarakan kebenaran sejati.  Gereja yang tak terperangkap dalam jebakan denominasi, atau syahwat membangun mercusuar tertinggi, demi romantika bagi nama dan pribadi.  “Gereja yang Membumi,” datang untuk menyuguhkan sarana, atawa alat  untuk bercermin dan instrospeksi, dalam bahasan yang menginspirasi:

-          Gereja dan Penginjilan

-          Gereja dan Panggilan Pelayanan

-          Gereja dalam Kemajemukan

-          Menyikapi Teror Atas Gereja, dan

-          Permasalahan Hukum dan Teologis sekitar Gereja

Buku ini niscaya dapat membantu kita untuk kembali membuka selaput yang membatasi relasi antar pribadi gerejawi.  Membukakan mata dan nurani, untuk memiliki kesadaran sebagai satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, demi mewujudkan harapan bersama.

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.