BULETIN (laporan keuangan Q1 2016): SAHAM-SAHAM UNDERVALUE 18 - 30 Juli 2016 KOMBINASI FUNDAMENTAL & TECHNICAL ANALYSIS

BSK Capital
Free sample

 Buletin ini terbit setiap dua minggu setiap hari Senin. Pilihan saham-saham undervalue atas data hari jumat atau hari penutupan bursa sebelum setiap Senin. Rekomendasi saham (undervalued) secara analisa fundamental (LQ 45 dan Blue Chip Stocks dengan volume dibawah 2 juta lembar per hari) dan Stock yang bagus tetapi overvalued (kemahalan). Rekomendasi di fokuskan kepada saham-saham undervalue berdasarkan ranking asset, margin laba bersih, return on equity, modal kerja, pertumbuhan rata-rata pendapatan dan trading volume. Jumlah saham pilihan tidak bisa ditentukan tetapi bervariasi antara 5 – 15 saham setiap 2 minggu, begitu pula emiten saham bisa bervariasi tergantung pergerakan pasar yaitu harga pasar, volume perdagangan dan tingkat yield surat utang negara. Buletin ini dilengkapi dengan analisa ekonomi makro dan Ringkasan daftar harga saham penutupan setiap hari Jumat yang di fokuskan pada Volume, Value dan net buying investor asing diatas Rp 500 juta. Buletin juga di lengkapi analisa umum yang up to date 2016 per sektor industri di BEI. Rekomendasi saham ini menggunakan formula ‘Stock Valuation Calculator’ yang mengadopsi formula investor terbesar abad ini yaitu Warren Buffet dan mentor utamanya Benjamin Graham. Buletin juga dilengkapi dengan beberapa artikel yaitu:  

• Daily & Weekly news tentang setiap 5 emiten terpilih.

• Trend kinerja keuangan 3 tahun terakhir yaitu parameter kunci penghasil laba dan likuiditas perusahaan juga ratio keuangan terpenting.

• Stock valuation chart yang terdiri dari histori nilai wajar tertinggi, terendah dan harga penutupan saham terpilih yang dibagi menjadi 2 kelompok:

o Stock valuation chart 36 bulan terakhir

o Analisa kualitatif 2010 - 2016

• Grafik harga Technical analysis yang mendukung penggunaan stock valuation calculator.

• Kondisi persaingan dengan membandingkan market capitalization dan ratio keuangan kunci.

• Strengths & weaknesses dan prospek emiten kedepan.


Berikut adalah group parameter yang di gunakan dalam seleksi saham:

-  Stocks Undervalue

-  Trading Volume > 2.000.000

-  Asset Ranking > 2 Triliun IDR

-  Revenue Average Growth 3%

-  Net Profit Margin > 10%

-  Return on Equity > 10%



UPDATE ANALYSIS (contoh):

Trend produktivitas  menunjukkan kenaikan fluktuatif sepanjang periode. Pendapatan naik tipis, laba dan arus kas tumbuh positif dengan fluktuasi penurunan di 2015. Produktivitas investasi modal untuk ekspansi usaha menguat terus dari 42% menjadi 70%, masih bagus.  Margin bersih dan ROE menurun, tapi masih cukup baik.  Dividen pay out ratio-normal.


• likuiditas Trend menunjukkan penguatan surplus modal kerja dan manajemen hutang jangka panjang cukup baik, meskipun hutang naik.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    REKOMENDASI

• Perusahaan Fundamental  cukup baik dan diharapkan tetap sama di masa depan. Nilai wajar berdasarkan penilaian saham menunjukkan upside potensial, dan tidak ada downside.

• BOW karena kinerja fluktuatif.


Read more

About the author

 BUDDY Setianto lahir di Jakarta, Indonesia. Dia lulus dari sekolah Oklahoma University, OK, USA, dengan çum laude dan meraih gelar Master of Business Administration.

Saat ini dia menjalankan usaha sebagai konsultan keuangan di PT Bumisaka Capital. Dia mulai mempelajari bursa saham sejak tahun 2011 sebagai individual stock trader dan mengalami banyak kemenangan dan kekalahan sebelum terinspirasi oleh Warren Buffet. Dia membaca hampir semua buku yang berkaitan dengan idolanya dan akhirnya terpikat pada buku “Security Analysis” dan “Intelligent Investor” tulisan Benjamin Graham, yang merupakan guru dan mentor Warren Buffet.

Email address: setianto.buddy@gmail.com

Read more

Reviews

Loading...

Additional Information

Publisher
BSK Capital
Read more
Published on
Jul 17, 2016
Read more
Pages
60
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
English
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Buddy Setianto
 Tujuan penulisan buku ini adalah menarik inti dan ikhtisar buku Common Stock and Uncommon Profits. Buku ini merupakan satu dari 9 buku favorit yang di baca oleh Warren Buffet dan buku ini merupakan salah satu buku terbaik yang pernah dibaca Warren Buffet yang terkait pada analisa fundamental yang berorientasi pada investor nilai wajar perusahaan, terutama bab atau chapter apa yang berkontribusi besar pada kesuksesan investasi Warren Buffet selama lebih dari 50 tahun ini.


Warren Buffet sendiri menyatakan bahwa beliau adalah penganut setia dari dua gurunya yaitu Benjamin Graham dan Philips Fisher, dimana Benjamin Graham (buku “Security Analysis” dan “Intelligent Investor”) lebih cenderung pada kalkulasi penilaian (valuasi) nilai wajar saham dengan menggunakan lebih banyak penekanan pada analisa fundamental secara kuantatif, sedangkan Philip Fisher (buku “Common Stock and Uncommon Profits”) lebih cenderung pada penilaian (valuasi) manajemen emiten dengan menggunakan lebih banyak penekanan pada analisa fundamental secara kualitatif. Warren Buffet menyatakan bahwa dia memberi porsi 65% pada Benjamin Graham filosofi dan 35% pada Philip Fisher didalam menjalankan usahanya sampai saat ini.


Sebagai pengagum kedua tokoh investasi nilai wajar tersebut, penulis mencoba membawa pembaca untuk melihat penerapan inti dari buku-buku tersebut dengan melihat data dan fakta historis pada Bursa Efek Indonesia, sehingga pembaca bisa menarik manfaat dan pelajaran apabila menerapkan ajaran kedua tokoh tersebut di pasar modal Indonesia. Buku ini dilengkapi dengan portfolio Warren Buffet sepanjang kariernya sebagai investor tersukses di abad ini. Penulis juga sudah membuat aplikasi nilai wajar saham-saham di Bursa Efek Indonesia yang diberi brand: Stock valuation calculator idx yang bisa di download melalui Google Play versi Android. 


Buddy Setianto
 Buku ini memberi panduan bagaimana membaca laporan keuangan perusahaan yang listed di bursa efek Indonesia. Buku ini diawali dengan analisa ekonomi makro di Indonesia sepanjang tahun 2016 dan sebelumnya (2010 – 2016) dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan bursa saham. Buku ini memberikan saham-saham pilihan berdasarkan analisa fundamental untuk di investasikan pada tahun 2017. Dilengkapi juga informasi pasar terkait dengan supply dan demand komoditi yang dominan sebagai penggerak pasar modal. Buku ini memberikan 25 saham-saham yang direkomendasikan untuk di investasikan selama 2017 yang merupakan kesimpulan dari kinerja harga dan nilai wajarnya selama 6 tahun terakhir. 

Bagian akhir buku ini memberikan rekomendasi 25 saham-saham unggulan yang kami pilih untuk menjadi bahan pertimbangan investasi selama tahun 2017 dengan membagi 2 pendekatan yaitu analisa fundamental kuartal III tahun 2016 (terakhir karena annual report terbit Maret 2017) dan analisa historis pergerakan harga pasar dibandingkan dengan nilai wajarnya.

Buku ini menyajikan faktor dan parameter penting yang perlu diperhatikan dan bagaimana menterjemahkan dan memahami terkait dengan kinerja kesehatan dan prospek suatu perusahaan. Parameter kunci yang terkait dengan penilaian harga saham suatu perusahaan yang listed di bursa (stock valuation) di ulas secara rinci dan comprehensive. Dalam mencari nilai wajar atau nilai taksir atau true value (intrinsic value) pembaca akan disajikan alur formula dan rumus yang sudah menjadi hak intelektual properti penulis dengan sertifikat terlampir yang memiliki merk stock valuation calculator. Formula yang digunakan dalam mencari nilai wajar saham berasal dari paduan formula Benjamin Graham dengan formula Warren Buffet, dimana sumber formula Benjamin Graham berasal dari buku berjudul “Security Analysis” dan “The Warren Buffet way” by Robert Hagstrom. 

Buku ini juga memberi contoh perhitungan nilai wajar saham-saham tertentu dan menampilkan dalam bentuk grafik historical nilai wajar dibandingkan dengan harga pasar penutupan. Nilai wajar yang diperoleh dari formula stock valuation calculator ada dua nilai yaitu nilai wajar tertinggi dan nilai wajar terendah yang bisa dijadikan referensi risiko dan potensi didalam transaksi jual beli saham. Buku ini dilengkapi dengan tabel dan grafik terkait penilaian saham. 

Penulis juga menyajikan perbedaan dengan analisa teknikal dan fundamental lainnya secara rinci. Beberapa pertanyaan umum dan khusus juga disajikan beserta jawaban yang terkait dengan efektifitas dari formula yang digunakan stock valuation calculator.


Buddy setianto
 Buletin ini terbit setiap dua minggu setiap hari Senin. Pilihan saham-saham undervalue atas data hari jumat atau hari penutupan bursa sebelum setiap Senin. Rekomendasi saham (undervalued) secara analisa fundamental (LQ 45 dan Blue Chip Stocks dengan volume dibawah 2 juta lembar per hari) dan Stock yang bagus tetapi overvalued (kemahalan). Rekomendasi di fokuskan kepada saham-saham undervalue berdasarkan ranking asset, margin laba bersih, return on equity, modal kerja, pertumbuhan rata-rata pendapatan dan trading volume. Jumlah saham pilihan tidak bisa ditentukan tetapi bervariasi antara 5 – 15 saham setiap 2 minggu, begitu pula emiten saham bisa bervariasi tergantung pergerakan pasar yaitu harga pasar, volume perdagangan dan tingkat yield surat utang negara. Buletin ini dilengkapi dengan analisa ekonomi makro dan Ringkasan daftar harga saham penutupan setiap hari Jumat yang di fokuskan pada Volume, Value dan net buying investor asing diatas Rp 500 juta. Buletin juga di lengkapi analisa umum yang up to date 2016 per sektor industri di BEI. Rekomendasi saham ini menggunakan formula ‘Stock Valuation Calculator’ yang mengadopsi formula investor terbesar abad ini yaitu Warren Buffet dan mentor utamanya Benjamin Graham. Buletin juga dilengkapi dengan beberapa artikel yaitu:  

• Daily & Weekly news tentang setiap 5 emiten terpilih.

• Trend kinerja keuangan 3 tahun terakhir yaitu parameter kunci penghasil laba dan likuiditas perusahaan juga ratio keuangan terpenting.

• Stock valuation chart yang terdiri dari histori nilai wajar tertinggi, terendah dan harga penutupan saham terpilih yang dibagi menjadi 2 kelompok:

o Stock valuation chart 36 bulan terakhir

o Analisa kualitatif 2010 - 2016

• Grafik harga Technical analysis yang mendukung penggunaan stock valuation calculator.

• Kondisi persaingan dengan membandingkan market capitalization dan ratio keuangan kunci.

• Strengths & weaknesses dan prospek emiten kedepan.


Berikut adalah group parameter yang di gunakan dalam seleksi saham:

-  Stocks Undervalue

-  Trading Volume > 2.000.000

-  Asset Ranking > 2 Triliun IDR

-  Revenue Average Growth 3%

-  Net Profit Margin > 10%

-  Return on Equity > 10%



UPDATE ANALYSIS (contoh):

Trend produktivitas  menunjukkan kenaikan fluktuatif sepanjang periode. Pendapatan naik tipis, laba dan arus kas tumbuh positif dengan fluktuasi penurunan di 2015. Produktivitas investasi modal untuk ekspansi usaha menguat terus dari 42% menjadi 70%, masih bagus.  Margin bersih dan ROE menurun, tapi masih cukup baik.  Dividen pay out ratio-normal.


• likuiditas Trend menunjukkan penguatan surplus modal kerja dan manajemen hutang jangka panjang cukup baik, meskipun hutang naik.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    REKOMENDASI

• Perusahaan Fundamental  cukup baik dan diharapkan tetap sama di masa depan. Nilai wajar berdasarkan penilaian saham menunjukkan upside potensial, dan tidak ada downside.

• BOW karena kinerja fluktuatif.


Buddy Setianto
 Sejak Jokowi-JK memenangkan pemilu Presiden pada akhir 2014, banyak suara lantang dari kubu koalisi merah putih yang memberi target 2 tahun saja bagi Jokowi-JK untuk membuktikan kemampuannya memimpin Negara. Penetapan target tersebut tentunya bukan sekedar luapan emosi kekecewaan semata dari kubu lawan yang kalah di Pilpres, tetapi marilah kita kupas fakta dan kejadian apa yang mendukung pemberian target dari kubu koalisi merah putih.


Tentunya dengan jelas masyarakat melihat dan merasakan dampak penguatan USD dipasar global yang juga menghantam Negara ini, sehingga berdampak kepada aksi banyak PHK dimana-mana, karena perusahaan tidak kompetitif lagi karena bahan baku yang di impor dan dampak secara umum adalah perlambatan perekonomian. Buku ini mengupas ekonomi makro Indonesia dan perbandingannya dengan ekonomi dunia dan Negara setara seperti Brasil.

Situasi lesunya perekonomian ditambah berat dengan kekisruhan politik baik disisi kabinet, parlemen, pemerintah daerah mulai dari komunikasi yang tidak mulus, koordinasi yang kurang baik, rancangan undang-undang yang lambat realisasinya, issue korupsi yang masih merajalela.


Masalah perilaku masyarakat yang banyak menyimpang seperti kekerasan, pemerkosaan, pedofilia, lunturnya disiplin bermasyarakat dan nasionalisme  dan secara umum turunnya tingkat ahlak dan perilaku manusia beradab. Ditambah masalah  suku, agama, ras, dan antargolongan (RAS) terlihat banyak kasus perkelahian antar kampung, suku yang tidak mengenal usia, juga mulai meningkatnya intensitas perbedaan aliran dalam agama Islam. 


Belum lagi faktor pengaruh Negara asing yang secara umum mungkin belum bisa terlihat jelas, padahal apabila diungkap akan sangat jelas interfensi dan penjajahan yang terselubung.


Disini akan di kupas konflik didalam pemerintahnya dan siapa-siapa yang berpotensi kuat didalam menjegal sepak terjang Jokowi.


©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.