Sedih pangkal Bahagia

TransMedia
1
Free sample

Ketika kamu ditanya,
“Kalau diibaratkan sebagai sebuah benda, kira-kira kamu ingin menjadi apa?”

Kalau saya akan menjawab,
“Ingin menjadi teko?”

Dari teko, saya belajar satu hal.

Kita sebagai manusia akan jauh lebih bermanfaat jika mampu berbagi kepada sesama.
Sebagaimana air yang dikeluarkan melalui teko.
Ketika airnya habis maka akan selalu ada ruang untuk diisi ulang.

Seberapa pun banyaknya yang kita bagikan kepada orang lain, kita tidak akan pernah merasa kekurangan karena Tuhan sudah menyiapkan mekanisme isi ulang terhadap tiap kebaikan yang kita lakukan.

-------------------------

Buku karya Cak Aep (Jenakawan Kata) yang penuh inspirasi ini diterbitkan oleh penerbit TransMedia Pustaka.

Read more
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
TransMedia
Read more
Published on
Jan 1, 2016
Read more
Pages
210
Read more
ISBN
9786021036358
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Body, Mind & Spirit / Inspiration & Personal Growth
Self-Help / Personal Growth / Happiness
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Siapa bilang dunia penerbitan hanya soal mencetak buku dan menjualnya ke pasar? Faktanya, ini adalah industri konten. Sebuah naskah bisa menjelma menjadi apa saja: film, drama seri, game, komik, paket seminar, aplikasi, merchandise, bahkan musik. 

Salman Faridi, CEO Bentang Pustaka, menawarkan gagasan-gagasan baru nan segar tentang masa depan literasi dalam buku ini. Mulai dari mengaplikasikan snack culture dalam produk bacaan, merilis karya dalam bentuk lisensi Creative Commons, menelisik hibah-hibah penerjemahan ke bahasa asing, mencari "pewaris" para penulis legendaris, hingga upaya memenangkan ruang display di benak pembaca.

Tak hanya bicara tentang seluk-beluk perbukuan, Salman Faridi juga mengajak kita menyelami percikan-percikan peristiwa yang akan membuat kita semakin jatuh cinta pada bahasa dan kata-kata. 

"Saya selalu percaya Kang Salman tidak hanya brilian dalam membidani buku. Suatu ketika dia akan melahirkan buku. Bagi mereka yang menganggap buku sebagai oksigen, isu berakhirnya kejayaan buku adalah kiamat. Tetapi, selama manusia-manusia langka macam Salman Faridi masih percaya terhadap kebijaksanaan buku, semoga Allah menunda kiamat itu beberapa waktu."-Tasaro GK, penulis tetralogi Muhammad

"Patutlah kita dengar apa yang dibicarakan oleh orang yang telah 15 tahun di dunia penerbitan buku. Sebagai editor maupun CEO, Salman telah membawa sebuah penerbit kecil dengan 5 pegawai dan 3 ekor ikan hias yang menjadi salah satu penerbit paling terkemuka di negeri ini. Selamat kawanku, Salman Faridi."

-Andrea Hirata


"Manusia bukan bentuk, melainkan isi. Itu pelajaran dari Hanoman. Kemasannya monyet. Isinya manusia. Buku tak harus berupa kertas, papirus, lontar, dan lain-lain. Esensi buku, menurut Salman Faridi, belum kiamat. Selamat membaca."

-Sujiwo Tejo


"Salman Faridi, avant garde perbukuan nasional zaman digital. Dia ngotot buku bisa bergandengan tangan dengan gadget. Bersama timnya, dia mengemas buku jadi enak dibaca tanpa kehilangan kedalaman."

-J. Sumardianta, Guru SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Penulis buku Guru Gokil Murid Unyu, Habis Galau Terbitlah Move On, dan Mendidik Pemenang Bukan Pecundang.


"Sebuah buku tentang dunia perbukuan yang ditulis oleh orang dalam. Bagaimana penerbit bertahan di antara tuntutan untuk idealis sekaligus pragmatis? Bagaimana kesalahan satu huruf bisa menciptakan petaka? Salah satu buku penting untuk siapa pun yang terjun dan akan terjun, atau mungkin sudah pensiun dari dunia perbukuan."

-Eka Kurniawan


"Ditulis dengan renyah, mengalir, dan tak pelit informasi, buku ini bukan hanya memperkaya pengetahuan kita tentang industri buku, melainkan juga menggugah benak kita untuk merenungkan masa depan literasi. Melalui buku ini, Salman Faridi berbagi pengalaman dan pengamatannya sebagai pelaku industri buku yang secara intensif bertahun-tahun bergaul dengan berbagai naskah dan tantangan yang dihadapinya dari sudut pandang penerbit. Buku ini penting dibaca oleh siapa saja yang ingin mengenal dunia buku dengan lebih intim dan personal." 

-Dee Lestari


"Salah satu kitab rahasia urusan buku, materi penulisan, hingga urusan hidup dalam satu genggaman yang harus dicari, tetapi seluk-beluk dan jalan tikus untuk menghindar dari kemacetan penerbitan? Di sini referensinya!"

-Wahyu Aditya, founder HelloMotion Academy dan Praktisi Desain Komunikasi Visual


"Melalui buku ini, Salman Faridi mengingatkan kepada kita bahwa buku sejatinya bukanlah huruf-huruf yang tercetak di atas kertas. Cetak hanya semacam cara dan kertas hanyalah medium. Buku adalah sebuah tempat untuk mengabadikan gagasan dan perasaan manusia, cara membuat dan mediumnya bisa bersalin rupa menjadi apa saja. Maka, selama gagasan manusia masih dianggap berharga, buku tak akan pernah mati … dan kiamat buku tak perlu ditunggu!"

-Fahd Pahdepie, penulis, CEO Inspirasi.co


"Sebagai pemimpin penerbit buku besar, Mas Salman tetap meluangkan waktunya untuk membaca buku, menggali ilmu, bahkan menulis buku sehingga dia memiliki berbagai sudut pandang yang sangat menarik. Membaca buku ini sama nikmatnya ketika saya berdiskusi langsung dengan Mas Salman, yang aktivitas itu saya sebut sebagai 'masturbasi intelektual'. Ketika selesai membaca, saya merasa puas karena banyaknya wawasan dan pengetahuan baru, terutama di dunia buku."

-Trinity, penulis buku seri travel terlaris The Naked Traveler

[Mizan, Bentang Pustaka, Snackbook, Penerbit, Buku, Inspirasi, Indonesia]
©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.