Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian

Gramedia Pustaka Utama
2
Free sample

"Buku ini akan menginspirasi siapa saja yang membacanya. Dalam suasana kehidupan bermasyarakat yang plural dan berbhinneka tunggal ika, rasanya kehadiran buku ini akan menambah khasanah untuk bisa dijadikan rujukan penting, sehingga dapat memperkecil adanya gesekan-gesekan di masyarakat, yang belakangan disinyalir makin meningkat frekuensinya." --Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional "Buku ini memuat dialog Gus Dur dan Daisaku Ikeda yang diadakan dalam beberapa sesi yang telah ditata dengan rapi dan diklasifikasikan dalam bab-bab penting yang menarik untuk dibaca. Kedua tokoh menyuarakan ajaran-ajaran luhur tentang perdamaian, toleransi, dan hak asasi manusia... masalah yang saat ini semakin penting kita perjuangkan." --Dr. KH Said Aqil Siradj, MA., Ketua Umum PBNU "Dialog antara kedua tokoh ini memberikan banyak perspektif baru tentang aspek-aspek commonality di antara kedua agama yang sangat penting untuk membangun perdamaian global. Karena itu, dialog di antara kedua tokoh ini selain sangat bermanfaat bagi para penganut kedua agama, juga bagi masyarakat dunia secara keseluruhan yang terus merindukan perdamaian di muka bumi ini." --Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI "Berbagai dialog antara Ikeda dan Kyai Wahid menunjukkan betapa melalui perjumpaan konkret dua penganut agama berbeda dapat menemukan persamaan untuk melangkah menuju perdamaian abadi. Perdamaian bukan kondisi faktual yang kita terima begitu saja. Perdamaian adalah harapan yang harus diperjuangkan semua pihak." --Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor Universitas Indonesia"
Read more
Collapse
5.0
2 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Gramedia Pustaka Utama
Read more
Collapse
Published on
May 16, 2013
Read more
Collapse
Pages
336
Read more
Collapse
ISBN
9789792264326
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Political Science / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
"""Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan fenomena dalam perpolitikan Indonesia. Tanpa mengandalkan tokoh maupun dukungan organisasi besar, PKS sukses menjadi partai yang mendapat suara keempat terbanyak pada Pemilu 2009. Tak seperti partai lain, PKS membina kader dan simpatisannya terus-menerus melalui berbagai aksi kolektif. PKS juga mencoba menjangkau semua kalangan dengan menyatakan diri sebagai partai terbuka. Namun langkah itu juga me nimbulkan kontroversi dan dilema di dalam PKS sendiri: antara teguh di jalur ideo logis dan membuka diri bagi siapa saja. Buku ini, yang diolah dari tesis Burhanuddin Muhtadi di Australian National University, memotret fenomena PKS dari sudut pandang keilmuan, mulai dari asal-usulnya sebagai Jamaah Tarbiyah pada masa Orde Baru, pe ngaruh ideologis dari Ikhwanul Muslimin Mesir, pendirian Partai Keadilan pada awal Reformasi, sampai dinamika internal antara berbagai aspirasi dalam PKS. Juga dibahas mengenai strategi PKS memperjuangkan agenda politik Islamis-nya di panggung politik Indonesia. ""Buku ini paling menarik dibanding buku-buku lain tentang PKS karena posisi Burhanuddin Muhtadi terhadap PKS sebagai outsider dan insider sekaligus, dan menggunakan teori-teori gerakan sosial sebagai pendekatan dalam menganalisa perjalanan sejarah PKS sekaligus tantangan masa depannya."" --Anis Matta, Sekretaris Jenderal DPP PKS dan Wakil Ketua DPR RI 2009-2014 ""Sejauh pengamatan saya, belum ada satu pun buku yang membahas kemunculan dan perkembangan PKS secara serius dengan metode protest-event analysis untuk mengkaji aksi-aksi demonstrasi PKS. Buku Burhanuddin Muhtadi ini dapat menutup kekurangan tersebut. Baik dari sisi metodologi maupun sintesa pendekatan dengan menggunakan teori gerakan sosial, buku ini merupakan terobosan penting dalam diskursus akademik tentang PKS dan gerakan Islamis di Indonesia."" --Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ""Buku ini memberikan sumbangan intelektual yang berharga dalam diskursus tentang PKS dan gerakan Islamisme. Saya dengan senang hati merekomendasikan untuk dibaca."" --Greg Fealy, Department of Political and Social Change, The Australian National University (ANU) Burhanuddin did not touch on the issue of the Muslim-based political parties poor electoral performance in general, as he narrowed the scope of his analysis on the PKS only. His choice of the PKS was apparently due to the party's steadily improving performance at the ballot box--some political analysts have even categorized the PKS as the world's second-most successful Muslim-based political party, after the Turkey's Justice and Development Party. -- Imanuddin Razak, The Jakarta Post"""
Sejak Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) diberlakukan pada 1960, status kepemilikan tanah oleh warga asing, termasuk hak eigendom (hak milik berdasarkan hukum pemerintahan Hindia Belanda), tak diakui lagi, kecuali pemegangnya beralih menjadi warga negara Indonesia dan mengonversi haknya. Selepas batas waktu konversi, tanah bekas hak eigendom kembali dikuasai negara. Pada praktiknya timbul kasus-kasus  sengketa atas tanah bekas hak eigendom, entah antar pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik, atau antara penggarap dan negara. Pensertifikatan adalah upaya memberi kepastian hukum atas status kepemilikan tanah bekas hak eigendom, namun proses administrasinya bukan tanpa kendala. Buku ini membahas aneka permasalahan seputar pensertifikatan tanah bekas hak eigendom serta mengusulkan beberapa jalan keluar, antara lain dengan merevisi UUPA dan membentuk peradilan khusus pertanahan.

Nama ELZA SYARIEF sontak mencorong tatkala ia menjadi pengacara Hutomo Mandala
Putra. Keberanian dan ketegaran dalam membela sang klien, serta ucapannya yang senantiasa gamblang, telah membuat Elza menjadi pesohor di layar kaca. Maka sampai sekarang boleh dianggap ia advokat perempuan Indonesia yang paling dikenal khalayak luas. Pemilik kantor konsultan hukum Elza Syarief Law Office ini meraih gelar master dan doktor Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung. Tesis dan disertasinya ihwal hukum agraria, dengan IPK 3,99. Selain menjadi pengacara, Elza juga aktif sebagai dosen, pengurus organisasi kemasyarakatan dan profesi, serta pengurus partai politik.
©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.