Analogi Cinta Berdua

Bukune
90
Free sample

Orang yang jatuh cinta itu keinginannya sederhana: berdua di dalam cinta.

Itu adalah jal termanis di dunia. Bibir bisa senyum terus sampe bengkak, makan apa aja rasanya enak, dan tidur pun nyenyak. Tapi, itu baru ‘manis’-nya, sedangkan cinta masih punya banyak rasa. Kecut, saat menghadapi pacar yang cemburu. Asem, waktu dicuekin dari pagi sampe malem. Atau pahit pas mergokin…, ah, udah nggak usah diterusin, nanti sakit.

Yang pasti, dalam Analogi Cinta Berdua, gue bakal mengajak kalian ke fase-fase itu semua, hingga mengerucut ke dua tujuan akhir;

berdua untuk bahagia, atau berpisah dan terluka.



-Bukune-#EbookHearts
Read more
4.1
90 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Bukune
Read more
Published on
May 1, 2014
Read more
Pages
184
Read more
ISBN
9786022201267
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Family & Relationships / Love & Romance
Fiction / Romance / General
Juvenile Fiction / Love & Romance
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Jomblo itu identik sama sendiri. Dan jomblo, nggak akan jauh-jauh dari yang namanya TV. Buat nemenin. Nonton itu, berasa kita lagi ditemenin. Sepintas ada iklan baru yang buat perhatian gue terpaku. Adegannya, ada mas-mas yang mukanya nggak beda jauh sama gayung cebok, lagi lihat pemandangan orang pacaran. Tiba-tiba ada anak kecil celetuk, “Om! Truk aja gandengan, masa Om nggak?”

Mood gue langsung turun drastis karena iklan itu bikin gue sadar akan status jomblo gue. Pas gue cari remote mau matiin TV, keingetan iklan tadi. “Remote aja ada yang nyariin, masa elo nggak?” Stres. Gue jalan ke bioskop. Anjrit, ini kenapa bioskop suasananya romantis abis buat pacaran. Yang lain gandengan tangan, gue cuma bisa gandeng handphone. Ya, gue ikhlas. Coba beli tiket. “Mba tiketnya ya, buat film Brontosaurus.” | “Untuk berapa orang mas?” | “Satu, Mbak” | “Paling pojok belakang ya, Mas?” | “Lah, bisa gitu?” | “Iya, Mas. Yang sendirian, tinggal di pojokkan. Atau mau nonton film lain yang masih kosong kursinya?” | “Film apa Mba?” | “Jomblosaurus, Mas.” | “Mmh, sikat jamban.”

“Ya Tuhan, ke mana jodohku? Jika memang dia jodohku, tolong dekatkanlah. Jika dia bukan jodohku, tolong direvisi jadi jodohku.” Tapi, gue sadar. Nggak selamanya jomblo itu harus sedih. Nggak selamanya jomblo itu harus ingat masa lalu. Nggak selamanya jomblo itu harus bilang elo nggak laku. Intinya, jodoh itu kayak macet di jalan. Walaupun lama, tapi bakal sampai juga. Ya, walaupun butuh waktu. Itu pun kalo jodoh lo belum dimatiin dari sebelum elo lahir. Hahahaha…

Sebuah novel Indonesia karya Baro Indra (@MemeCOMIK) persembahan penerbit Loveable


#BulanMencekamLoveable
#BulanMencekam2017

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.