Kelebihan siaran tunda adalah kesempatan untuk mengedit video, sehingga konten yang dihadirkan dapat terseleksi. Akan tetapi, cara ini memiliki kekurangan yaitu memakan waktu dan usaha yang lebih banyak, seperti untuk proses editing, sehingga ada beberapa video hingga kini belum teredit apalagi terupload.
Live streaming memiliki tiga kelebihan. Pertama, saya dapat berinteraksi langsung dengan viewers lewat live chat. Mereka menyapa, berkomentar, atau bertanya kepada saya saat lukisan dikerjakan. Selain itu, antara para viewers juga dapat saling menyapa. Kedua, aktivitas tampak alami tanpa editan. Kelebihan ini sekaligus memiliki potensi kekurangan yaitu ketika ada hal-ha yang tidak dikehendaki, apalagi sensitif, maka tidak dapat mengeditnya ketika proses berlangsung. Ketiga, tidak perlu susah-susah mengedit sehingga efektif untuk pembuatan konten.
Untuk presentasi online seni lukis, YouTube memadai. Proses pembuatan lukisan dari awal hingga akhir dapat direkam. Jika dirasa membosankan, video dapat dipercepat. Jika dianggap penting, gerakan dapat diperlambat dan mata kamera didekatkan objek. Gagasan abstrak dapat disampaikan lewat audio. Untuk memperjelas keterangan dapat ditambahkan gambar sebagai ilustrasi. Musik pun disesuaikan agar mood viewer terkondisikan.
Saya bukan ahli IT dan tidak mahir menggunakan aplikasi-aplikasi canggih. Pembuatan video hanya memanfaatkan aplikasi yang mudah, seperti Filmora, Movie Maker, OBS, atau bahkan PowerPoint. Begitu menemui kesulitan, saya langsung membuka tutorial di YouTube dan mengikuti langkah-langkahnya. Hasil edit yang jelek atau wagu saya biarkan begitu saja disertai bisikan hati, “Video selanjutnya saya usahakan membuat lebih bagus, Insya Allah.” Dengan cara itu, ketika tulisan ini dibuat, di PAINTING EXPLORER sudah ada 634 video.
Selain praktek melukis, PAINTING EXPLORER juga memuat aktivitas pewacanaan seni. Kegiatan saya mengisi kuliah seni lukis mahasiswa ISI Yogyakarta, baik kuliah teori maupun praktek, banyak terabadikan. Bahkan aktivitas diskusi, seminar, atau kajian juga ada di dalamnya. Demikian juga, wawancara dengan seniman, baik secara langsung maupun via Zoom, saya lakoni untuk channel kesayangan ini. Maka kanal ini saya dedikasikan untuk praktek maupun teori seni, khususnya seni lukis.
Deni Junaedi atau Deni Je aktif di pewacanaan dan penciptaan seni. Di bidang penciptaan, ia kerap mengikuti pameran seni rupa yang antara lain digelar di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Kendal, Solo, Semarang, Bali, Budapest, Eger, Portugal, Singapura, Hongkong, Tokyo, Krabi, Petaling Jaya, Los Angeles, maupun New York. Pameran tunggal ketiga ini digelar setelah pameran tunggal lukisan “The Sent Down Iron” di KHAT Gallery dan “On the Spot” di Dijogja Coffee. Pria kelahiran 1973 ini menerima beberapa penghargaan seni, salah satunya adalah Pemenang Kompetisi Seni Lukis Total Indonesie – YSRI. Pada wilayah pewacanaan, Deni menjadi doseni seni lukis di ISI Yogyakarta. Bukunya yang banyak dipakai akademisi adalah Estetika: Jalinan Subjek, Objek, dan Nilai terbitan ArtCiv Publisher. Berbagai kegiatannya diabadikan di YouTube PAINTING EXPLORER Channel.