Nadira Di Titik Nadir: Dari Manakah Mulia Bermula

Hasfa
Free sample

 

Nadira geram. Dia sudah mengorbankan diri dan karirnya di masa lalu untuk bisa menuruti kemauan ibunya. Kembali ke kota kecil mereka usai kematian suaminya. Tetapi ibunya sekarang malah mengatakan kalau Nadira waktu itu dipulangkan oleh keluarga mertuanya.

Konflik yang menguras jiwanya itu membawanya mengingat kembali, flash back, bagaimana kehidupan membawanya dari seseorang yang meski berasal dari golongan santri, kemudian menjadi ibu nyai muda, lalu kembali tidak menjadi ibu nyai lagi.

Saat suaminya meninggal, dia masih menjadi ibu nyai muda selagi tinggal di rumah mertuanya. Tetapi begitu ditarik ibunya ke kota kecilnya, dan dia melakukannya meski dengan sangat berat hati, otomatis status ibu nyai itu tidak lagi miliknya.

Nadira meninggalkan banyak hal di kota almarhum suaminya. Kembali ke ko kota kecilya, seolah Nadira kembali ke titik Nadir. Tapi Tuhan yang maha baik pada yatim yang menjadi beban hidupnya kini, memberinya jalan keluar. 

Hanya saja jalan ini bukan umumnya jalan karir dan kehidupan yang ditempuh para pendahulunya dalam keluarga besar. Sehingga seringkali Nadira merasa di tempat yang salah. Merasa tidak tepat. Dia pernah terengah–engah, bangun dari mimpi. Yang baginya sepertinya buruk tetapi juga berhikmah. Yang menggambarkan bagaimana kehidupannya saat ini. Ketika dia menyeberang dari seseorang yang dianggap punya status mulia yaitu ibu nyai. Menjadi seorang seniman dan penulis, yang notabene dipandang sebelah mata oleh keluarganya yang ketat darah santrinya. Seniman dianggap menyimpang dan semacamnya. 

Sekarang boleh jadi dia menyesal karena tidak lagi menjadi  bu nyai. Tapi apakah menjadi  sastrawan tidak bisa mulia? Dari Manakah Mulia Bermula

Read more

About the author

 

DIAN NAFI. Lulusan  Arsitektur Undip yang suka travelling dan menulis fiksi serta non fiksi seputar keislaman, kepesantrenan, kewanitaan, parenting, enterpreneurship dan pengembangan diri. Pegiat banyak komunitas, Coach, Trainer dan Public Speaker. Author 28 buku dan 86 antologi di 17 penerbit Indonesia. Blogger www.dian-nafi.com; www.writravelicious.com; www.hybridwriterpreneur.com. Jurnalis www.demagz.web.id. Owner Hasfa Camp & Publishing www.hasfa.co.id.

Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Jawa Pos-Radar Semarang (2013) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014) Tribun Jateng (2015) Nakita (2016) TVKU (2018)

Pemenang Favorit LMCR ROHTO 2011 dan 2013. Penulis Terpilih WS Kepenulisan PBA dan KPK 2011, Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas 2012, Nominee Non Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2012. PSA Awardee 2013. Bulan Narasi Awardee 2014. PSA Awardee 2014.  Nominee Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2016. Penerima Apresiasi Literasi Dari Bupati 2017. Menang Seleksi Lomba Balai Bahasa Jawa Tengah 2018. Finalis Fellowship IBT Tempo 2018

Bisa dihubungi via diannafihasfa@gmail.com

 

Read more
Loading...

Additional Information

Publisher
Hasfa
Read more
Published on
Sep 1, 2018
Read more
Pages
200
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.