YANG TERSISA SETELAH PUISI DICIPTA - Jejak Pustaka

· Jejak Pustaka
Ebook
146
Pages

About this ebook

Buku ini mungkin hanya sebagian kecil dari dunia yang hampir selalu sunyi-senyap, puisi. Meski banyak puisi telah dicipta dan terus dicipta, bahkan buku-buku tentang cara/seni mencipta puisi tetap diterbitkan, tetapi yang membicarakan dan memperhatikannya terasa tak lebih banyak. Dimas dalam buku ini menjadi bagian yang tak lebih banyak itu.

Dimas merekam dan membicarakan puisi-puisi‒baik sebagai “kekuatan”, dalam fenomena genre, maupun perspektif-perspektif di dalamnya‒yang telah dicipta dan disebarluaskan. Bagi Dimas puisi harus dibicarakan setidaknya karena dua alasan; puisi adalah sesuatu yang dahsyat dan penting dalam kehidupan, dan ketika puisi menjauh dari kesakralan, nilai-nilai luhur, dan segala yang berpotensi merendahkan dan meminggirkannya. Sekaligus sebagai seorang penyair yang melalui perhatian dan kecintaannya kepada puisi, Dimas berhasil menuntun bahwa puisi dan/atau sastra hari ini perlu. Sebab puisi dan/atau sastra mengarahkan pada kesadaran-kesadaran akan kemanusiaan


About the author

Dimas Indiana Senja, nama pena dari Dimas Indianto S. Sastrawan, peneliti, dan Dosen IAIN Purwokerto. Bukunya: Nadhom Cinta, Suluk Senja, Sastra Nadhom, Pitutur Luhur, Museum Buton, dan Kidung Paguyangan. Saat ini menjadi ketua Asosiasi Fasilitator Literasi (ASFIL) Jawa Tengah, ketua Lesbumi PCNU Kab. Brebes, Ketua GenPi (Generasi Pesona Indonesia) Kab. Brebes, Founder BCCF (Bumiayu Creative City Forum), Kokolot Klayaban (Komunitas Jelajah Alam dan Budaya Brebes Selatan), Ketua Generasi Muda FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kab. Banyumas, dan Ketua MAANNAJAH (Majelis Alumni Persma An Najah) Purwokerto.130 Pada 2012 menjadi perwakilan Indonesia dalam pertemuan sastrawan Nusantara Melayu Raya (NUMERA) di Padang. Pada 2015 mendapat penghargaan sebagai pemuda berprestasi bidang pendidikan, seni, dan budaya dari Pemda Kab. Brebes. Pada 2016 menjadi emerging writer dalam acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Bali. Pada 2019 menjadi instruktur literasi nasional di bawah Kemdikbud. Pada 2019, menjadi pembicara dalam Mandar Writer and Cultural Forum (MWCF) di Sulawesi. Pada 2019 juga menjadi perwakilan Indonesia dalam program penulisan esai oleh Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) di bawah Kemdikbud. Pada 2020 menjadi juara penulisan esai yang diselenggarakan Bitread dan Pemda Sumedang. Pada 2020 juga menjadi salah satu finalis Jejak Virtual Aktor (JVA) yang diselenggarakan Kemdikbud. Pada 2021 memenangkan dua lomba penulisan literasi Nasional yang diselenggarakan oleh perpusdes.id. Pada 2021 mendapatkan penghargaan sebagai Penggerak Literasi Kab. Brebes dan menjadi pembicara pada pertemuan sastrawan ASEAN

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.