Dimas merekam dan membicarakan puisi-puisi‒baik sebagai “kekuatan”, dalam fenomena genre, maupun perspektif-perspektif di dalamnya‒yang telah dicipta dan disebarluaskan. Bagi Dimas puisi harus dibicarakan setidaknya karena dua alasan; puisi adalah sesuatu yang dahsyat dan penting dalam kehidupan, dan ketika puisi menjauh dari kesakralan, nilai-nilai luhur, dan segala yang berpotensi merendahkan dan meminggirkannya. Sekaligus sebagai seorang penyair yang melalui perhatian dan kecintaannya kepada puisi, Dimas berhasil menuntun bahwa puisi dan/atau sastra hari ini perlu. Sebab puisi dan/atau sastra mengarahkan pada kesadaran-kesadaran akan kemanusiaan
Dimas Indiana Senja, nama pena dari Dimas Indianto S. Sastrawan, peneliti, dan Dosen IAIN Purwokerto. Bukunya: Nadhom Cinta, Suluk Senja, Sastra Nadhom, Pitutur Luhur, Museum Buton, dan Kidung Paguyangan. Saat ini menjadi ketua Asosiasi Fasilitator Literasi (ASFIL) Jawa Tengah, ketua Lesbumi PCNU Kab. Brebes, Ketua GenPi (Generasi Pesona Indonesia) Kab. Brebes, Founder BCCF (Bumiayu Creative City Forum), Kokolot Klayaban (Komunitas Jelajah Alam dan Budaya Brebes Selatan), Ketua Generasi Muda FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kab. Banyumas, dan Ketua MAANNAJAH (Majelis Alumni Persma An Najah) Purwokerto.130 Pada 2012 menjadi perwakilan Indonesia dalam pertemuan sastrawan Nusantara Melayu Raya (NUMERA) di Padang. Pada 2015 mendapat penghargaan sebagai pemuda berprestasi bidang pendidikan, seni, dan budaya dari Pemda Kab. Brebes. Pada 2016 menjadi emerging writer dalam acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Bali. Pada 2019 menjadi instruktur literasi nasional di bawah Kemdikbud. Pada 2019, menjadi pembicara dalam Mandar Writer and Cultural Forum (MWCF) di Sulawesi. Pada 2019 juga menjadi perwakilan Indonesia dalam program penulisan esai oleh Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) di bawah Kemdikbud. Pada 2020 menjadi juara penulisan esai yang diselenggarakan Bitread dan Pemda Sumedang. Pada 2020 juga menjadi salah satu finalis Jejak Virtual Aktor (JVA) yang diselenggarakan Kemdikbud. Pada 2021 memenangkan dua lomba penulisan literasi Nasional yang diselenggarakan oleh perpusdes.id. Pada 2021 mendapatkan penghargaan sebagai Penggerak Literasi Kab. Brebes dan menjadi pembicara pada pertemuan sastrawan ASEAN