Kisah yang cukup terkenal dalam perjalanan pemerintahan Sultan Abdul Hamid II adalah ketika ia menolak permintaan tokoh pendiri negara Zionis Israel, Theodore Hertzl, agar sultan memberikan sebagian wilayah kekuasaannya di Palestina untuk bangsa Yahudi. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan Abdul Hamid II, sehingga membuat marah bangsa Yahudi.
Karena ketegasannya itu pula, musuh-musuh Islam tak henti-hentinya merongrong kekuasaan Sultan Abdul Hamid II. Pada masa pemerintahannya, ia harus berhadapan dengan manuver politik orang-orang Yahudi Dunamah yang ingin mendongkel kekuasaanya. la juga terus digoyang oleh para aktivis organisasi rahasia Freemasonry, yang menyusup dalam barisan pemuda revolusioner liberal dan menamakan diri mereka "Gerakan Turki Muda" (Young Turks Movement).
Kelompok Freemasonry yang terus berusaha menjegal kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II juga tergabung dalam organisasi "Al-Ittihad wa At-Taraqqi/Ittlhad ve Terakki" (Organisasi Persatuan dan Kemajuan).
Sultan Abdul Hamid II memerintah di tengah kepungan kelompok Yahudi, anggota-anggota Freemason, dan aktivis liberal-sekular. Mereka berusaha melengserkannya dengan berbagai cara, sehingga Turki dengan peradaban Islam-nya kemudian runtuh dan menjadi negara yang sangat sekular. Sejarah dalam buku ini layak untuk dijadikan pelajaran bagi kita semua.
- Pustaka Al-Kautsar Publisher -
Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.