Permata Anak Band di Lembah Hitam

· Penerbit NEM
5.0
1 review
Ebook
225
Pages

About this ebook

Aneh bin ajaib!

Gadis secantik Yuli terlibat dalam hubungan istimewa dengan Juli, cowok berkulit legam dan bersuara cempreng. Kampus Sastra – Budaya Undip sempat heboh. Bahkan konco-konco lawas Juli dari Pekalongan dibuat terheran-heran. Peristiwa langka ini ditafsir kawan-kawan Juli sebagai salah satu tanda akhir zaman.

Juli sendiri sebenarnya tak menduga bahwa Yuli begitu mudah dekat dan lengket dengan dirinya. Awal pertemuan dengan Duta Kampus yang multitalenta di Hotel Patra Jasa Semarang itu, Juli dan Rosso yang saat itu menjadi Panitia Seminar Pramuka Mahasiswa memang dibuat takjub. Pertemuan kedua adalah ketika Juli melihat Yuli bermain gitar tunggal di Stand GKBI pada ajang PRPP Jawa Tengah 1987.

Pertemuan ketiga ketika secara tak sengaja Juli memberi contekan pada Yuli dalam ujian IAD di Kampus Sastra Budaya. Pertemuan selanjutnya saat KKL di Kompleks Candi Gedong Songo di Bandungan Juli menjadi guide bagi Yuli dalam persiapan membawa tamu-tamunya ke kawasan wisata di lereng Gunung Ungaran itu.

Di awal tahun 1989 Juli malah bisa menikmati suasana malam di Malioboro Yogyakarta bareng Yuli, pasca Duta Kampus menerima tamu-tamunya dari luar negeri. Lagu Cinta Rahasia milik Elvy Sukaesih mengiringi keduanya saat naik becak berdua.

Namun kemudian Juli tersadar dengan siapa ia berjalan. Peristiwa di Kopeng dan Hotel Patra Jasa serta pengakuan Yuli siapa dirinya di belakang Gereja Santa Familia – Jl. Atmodirono membuat Juli harus bisa menerima kenyataan yang tak pernah diduganya itu.

Discover more

Ratings and reviews

5.0
1 review

About the author

Kisah “Permata Anak Band di Lembah Hitam” ini merupakan rangkaian tak terpisahkan dari Sepuluh Novel Anak Band, yang bisa dibaca secara acak maupun berurutan. Novel ini sendiri merupakan modifikasi dari diary, catatan kuliah, makalah, reportase terbitan kampus, kliping, bahan diskusi ataupun sekedar obrolan ringan remaja-mahasiswa-sarjana akhir tahun 1970-an sampai akhir tahun 1990-an.

Penulis sendiri merupakan sosok yang lahir di Kampung Noyontaan Gang 15-A/15 Kecamatan Pekalongan Timur, Kotamadya Pekalongan, tanggal 27 Juli 1965, dengan nama asli Mohammad Edy Yuliantono. Lantaran ulah usil para seniornya, dalam OPSPEK UNDIP 1985/1986, dia dibaptis dengan nama Edy v@n Keling, sebagai penegasan atas warna kulitnya yang tergolong kelam.

Edy v@n Keling menempuh pendidikan formal di SD Muhammadiyah 2 Noyontaan Kotamadya Pekalongan, dilanjutkan di SMP Negeri 1 Perintis Pekalongan, serta SMA Pemda Kodya Pekalongan. Tahun 1985 resmi menjadi mahasiswa Jurusan Sejarah Indonesia - Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang, dan disambung dengan pendidikan S-2 di Universitas STIKUBANK, Semarang.

Lulus S-1 sempat magang di majalah anak-anak dan perusahaan swasta, lalu dilanjutkan dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil, dengan menjadi Penyuluh Keluarga Berencana di Kantor BKKBN Kabupaten Pekalongan, kemudian pindah ke Bagian Humas Setda Kabupaten Pekalongan, lalu mutasi ke Kecamatan Bojong dan Kecamatan Paninggaran, lalu bergeser ke BAPPEDA LITBANG. Saat menulis novel ini, Edy v@n Keling bekerja di DINAS KOMUNIKASI & INFORMATIKA Kabupaten Pekalongan.

Sepuluh Novel Anak Band ini terdiri dari; Cinta Anak Band di Puncak Gunung; Gejolak Anak Band di Tepi Panggung; Gerhana Anak Band di Tengah Kampus; Petualangan Anak Band di Kerajaan Singosari; Asmaradhana Anak Band di Dalam Tembang; Permata Anak Band di Lembah Hitam; Pelangi Anak Band di Langit Biru; Kembang Anak Band di Pinggir Jurang; Nyanyian Anak Band di Musim Kemarau, dan; Symphony Anak Band di Luar Orchestra.

Selain itu, telah diterbitkan pula tiga novel bergenre sejarah, yaitu; Ki Ageng Cempaluk Ksatria Kinasih Pajang Mataram; Sulasih – Sulanjana Mantera Kekasih Perang Batavia (1628-1629), dan: Tewasnya J.P. Coen (1629). Selain itu, pria berkacamata minus ini menulis pula buku Biografi Farid Achwan; Babad Kabupaten Pekalongan (Tim); Upacara Pesta Giling Tebu; Upacara Sedekah Laut, dan; Petungkriyono Negeri di Awan.

Suami dari Retno Ambarsari, Amd.Keb., SKM, M.Kes, yang juga Ayah dari Aji Muhammad Suryo Prakoso, Yudha Panji Nugroho, dan Gusti Ksatria Pamungkas ini sekarang tinggal di Perumahan Graha Tirto Asri, Jl. Anggrek 3 No. 9 RT 06 – RW 04, Desa Tanjung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Selain menulis, aktivis Masyarakat Sejarawan Indonesia ini tengah giat bersyiar umrah & haji plus bersama PT Arminareka Perdana dan PT Arminadaily serta teguh mewujudkan impiannya untuk menjadi Milyarder Muslim yang amanah.

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.