Generasi 'kolonial', milenial dan zilenial sama-sama berhajat kepada aktifitas tadabbur, perenungan kalam Tuhan. Seperti dimafhumi, wahyu Allah adalah satu-satunya sumber informasi valid otentisitasnya sebagai pedoman hidup semua populasi manusia. Kitab-kitab tafsir telah banyak ditulis dan diterbitkan namun terlalu tinggi ilmu yang termaktub sehingga sangat sulit diakses oleh kalangan awam (beginners), apalagi muallaf. Buku Al-Bayan hadir sebagai salah satu solusi alternatif sekaligus triger dalam memacu 'adrenalin' menginstall ilmu-ilmu dari Al-Qur`an. Buku ini memang cukup jauh dari kata 'cukup' sebab ilmu-ilmu tentang Al-Qur`an amat sangat tak terbatas. Jelas tidak mungkin buku ini dapat menyajikan seluruh ilmu yang ada dalam Al-Qur`an. Namun, adagium 'Arab perlu kita pegangi, 'ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluh' apa yang tidak bisa dicapai seluruhnya tidak berarti ditinggalkan seluruhnya. Buku Al-Bayan ini memang hanya berisi 11 bab namun uraiannya terinspirasi dari kitab Al-Hikam dan Syajaratul-Ma'arif, yakni merangkum saripati inti ilmu sehingga dapat dikembangkan sendiri oleh para pembaca berbekal apa yang tersaji.