PMI Kabupaten Kapuas di Informasi Kapuas

Jum'atil Fajar
1

 Berisi berbagai kegiatan PMI Kabupaten Kapuas yang dimuat dalam Informasi Kapuas (www.kapuas.info).
Read more
Collapse
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Jum'atil Fajar
Read more
Collapse
Pages
32
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
History / Asia / Southeast Asia
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) 1965 adalah peristiwa besar yang mengubah sejarah Indonesia. Meski telah lewat setengah abad, Gestapu masih diselimuti kabut misteri dan pertanyaan. Buku ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan literatur sejenis, karena penulisnya menyaksikan langsung situasi di seputar Gestapu. Selain itu, sebagai akademisi, dia menguasai alat analisis dan kesempatan mempelajari dokumen dan literatur langka. 

Dalam buku ini, penulis menjawab bermacam kontroversi secara berimbang serta berusaha menjawab pertanyaan terpenting: Siapa dalang sebenarnya dari Gestapu: Sukarno, Soeharto, atau Aidit? 

"Bung Salim, menuliskan kesaksiannya tentang peristiwa sejarah yang super-misterius ini, dengan gaya amat menarik dan memukau tentang 3 tokoh sentral di sekitar Peristiwa G-30-S. Kesan saya dari membaca buku ini: Lebih baik menyalahkan seorang Aidit daripada PKI sebagai keseluruhan Partai."
-Asahan Alham Aidit, seorang eksil Indonesia yang menetap di Amsterdam

"Meski setengah abad telah lewat, misteri siapa yang membunuh enam jenderal Angkatan Darat pada 1 Oktober 1965 belum terungkap seluruhnya. Buku ini menawarkan analisis paling meyakinkan yang pernah saya baca. Berkat pengalaman pribadi selaku wartawan pada masa itu serta ilmuwan politik yang mengikuti dari dekat peran politik militer selama puluhan tahun, penulis menjelaskan dengan jitu dan cermat peran yang kemungkinan besar dimainkan para aktor penting, terutama Sukarno, Aidit, Syam, Latif, dan Soeharto."
-R. William Liddle, Profesor Emeritus Ilmu Politik, Ohio State University

"Dalam kaitan memperingati 50 tahun kegagalan Gestapu, saya mengusulkan agar Prof. Dr. Salim Said memperdalam, memperluas,
dan memerinci satu bagian dari bukunya yang terdahulu. Buku inilah hasilnya. Salim Said adalah salah satu saksi sejarah yang perlu menuliskan apa yang dialaminya. Rasa ingin tahunya yang kuat, ketajaman analisisnya, posisinya dan sudut pandang yang tepat, menjamin buku ini amat layak dibaca."
-Salahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng

Pernah terbit sebagai bagian dari buku Dari Gestapu ke Reformasi.

[Mizan, Publishing, Gestapu, PKI, G30SPKI, Negara, Sejarah, Negara, Tragedi, Indonesia]

Tiap kali mendengar kata “PKI”, asosiasi rakyat Indonesia pada umumnya niscaya terpaut pada aksi biadab kaum komunis yang diluar batas perikemanusiaan. Pernahkah Anda membayangkan seorang anggota PKI membantai ayah kandungnya sendiri yang tidak sepaham dengan golongan komunis?

Buku ini mencoba merekonstruksi tragedi nasional di madiun ketika PKI di bawah pimpinan Muso, Amir Sjarifuddin dan kawan-kawan berusaha mendirikan Negara Republik Soviet Indonesia tahun 1948 yang silam. Lebih dari sekedar melukiskan kekejian PKI yang mendirikan bulu roma, buku ini pun mendiskripsikan latar belakang politik berikut keterangan saksi hidup, yakni para korban yang luput dan sejumlah pejabat militer yang terlibat dalam operasi penumpasan.

Ada suatu pertanyaan menggelitik: mengapa dalam tempo yang relatif singkat pemberontakan PKI di Madiun itu gagal? Uraian yang disajikan dalam buku ini menyediakan semua jawabannya.

 

History of the Indonesian Communist Party's revolt, Peristiwa Madiun or Madiun Affair, in East and Central Java, Sept.-Dec. 1948; previously serialized in Jawa Pos.

 

Pengantar Penerbit

DALAM SEJARAH PERJALANAN Bangsa Indonesia, kaum komunis sudah berulang kali mencoba melakukan perebutan kekuasaan melalui pemberontakan berdarah. Salah satu di antaranya adalah peristiwa yang bergolak di Madiun tahun 1948. Saat peristiwa tersebut meletus, konsentrasi segenap pemimpin dan bangsa Indonesia sedang tertumpah untuk menghadapi Agresi II Belanda. Dengan kata lain, pemberontakan PKI itu telah menikam Republik dari belakang.

Isi buku ini semula dimuat sebagai seri tulisan dalam Jawa Pos sejak 18 September sampai dengan 18 Oktober 1989. Secara keseluruhan, isinya mencoba merekonstruksi tragedi nasional tersebut, yang melibatkan serangkaian wawancara dengan para saksi hidup, baik tokoh-tokoh yang turut dalam operasi penumpasan maupun para korban yang luput dari aksi pembantaian oleh kaum komunis.

Sebagai suatu rekonstruksi sejarah, boleh jadi di sana-sini terlihat beberapa kekurangan. Namun begitu, buku ini paling kurang memberi sumbangan bahan yang cukup berharga mengenai sepenggal babak yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Sejauh ini, buku berbahasa Indonesia yang cukup menyeluruh mengenai pemberontakan
tersebut, Pertstiwa Madiun 1948 karangan Pinardi ( Jakarta: Inkopak Hazera, 1966), sekarang sudah sukar didapat

Jakarta, September 1990

 

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.