Uslub al-istifham adalah salah satu gaya bahasa al-Qur’an. Uslub al-istifham atau gaya bahasa dalam bentuk pertanyaan di dalam al-Qur’an memiliki multimakna berdasarkan konteks kalimatnya.
Diketahui bahwa istifham memiliki makna hakikat (sebenarnya) dan makna majas dan ternyata makna yang kedua inilah yang paling sering ditemukan di dalam al-Qur’an termasuk di dalam juz 29 dan 30, yaitu sebanyak 89 kali. Bahkan penulis menemukan lima surah diawali dengan uslub al-istifham. Penggunaan uslub tersebut baik di awal surah maupun di pertengahan surah di dalam al-Qur’an berfungsi untuk menyampaikan pesan atau makna kepada mukhathab (audiens) karena uslub ini dianggap sebagai metode pembelajaran terbaik. Itulah sebabnya istifham dalam al-Qur’an menjadi salah satu jalan terbaik untuk memperingatkan hakikat sesuatu dan memberikan pemahaman terhadap satu hal yang sangat penting.
Adat al-istifham atau perangkat yang digunakan dalam uslub al-istifham baik di dalam bahasa Arab maupun di dalam al-Qur’an terdiri atas: أ, هل, ما, من, أي, كم, كيف, أين, أنا, متى, أيان . Perangkat-perangkat inilah yang digunakan untuk menanyakan sesuatu, baik pertanyaan yang bersifat hakikat maupun majas. Dari sejumlah perangkat dan sifat di atas, maka dapat dipahami makna istifham di dalam al-Qur’an, seperti makna pengingkaran, celaan, teguran, kagum, penyesalan, ancaman, perintah dan dorongan untuk melakukan sesuatu, peringatan terhadap kesesatan, dan beberapa makna lainnya.