40 Days In Europe

Bentang Pustaka
Free sample

Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meskipun didera bencana keuangan, bahkan terancam batal berangkat ke Eropa. Pada titik ekstrem, semua kesulitan mereka berujung pada pilihan yang tak mungkin: menggelandang di Eropa atau pulang dengan berenang melewati Selat Inggris! Walaupun tertatih, kelompok seniman yang membawa misi Expand the Sound of Angklung ini terus menebar pesona di seantero Eropa. Berbagai kota mereka taklukkan. Semua terkesan. Semua takjub. Lalu ..., tangis pun pecah saat lagu "Indonesia Raya" mengalun pelan di senyapnya sudut-sudut kota Eropa.

[Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Travelling, Eropa, CIta-Cita, Impian, Indonesia]

Read more
Collapse

About the author

Maulana M. Syuhada adalah pencinta seni yang punya hobi sekolah. Setelah lulus dari Teknik Industri ITB pada 2001, ia pergi ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan master di bidang Manajemen Produksi di Technische Universitaet Hamburg-Harburg. Selama tinggal di Jerman, penulis aktif terlibat di berbagai kegiatan seni dan budaya. Pada 2002 Maulana mendirikan Angklung-Orchester Hamburg, sebuah grup angklung kampus, dan berhasil menjaring mahasiswa asing yang berasal dari sepuluh negara berbeda. Setahun kemudian bersama tiga rekan mahasiswa lainnya, ia membentuk grup Sabilulungan, sebuah grup kesenian Sunda amatir dengan spesialisasi pada kecapi-suling dan rampak kendang. Maulana juga merupakan personel grup gamelan Margi Budoyo Hamburg dan sering melakukan pentas bersama grup tersebut secara reguler. Selain itu, ia merupakan salah seorang konseptor “Wayang Kontemporer” yang dipentaskan untuk kali pertama di Eropa pada November 2003 pada “Festival Gamelan” di Berlin. Pengalaman terbesarnya di bidang seni dan budaya adalah ketika memimpin Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung (KPA 3) melakukan muhibah budaya ke enam negara Eropa selama empat puluh hari pada musim panas 2004, yang dikisahkannya dalam buku 40 Days in Europe ini. Sejak 2005 ia tinggal di Inggris, melanjutkan pendidikan doktor di bidang Management Science di Lancaster University Management School.
Read more
Collapse
Loading...

Additional Information

Publisher
Bentang Pustaka
Read more
Collapse
Published on
Oct 31, 2015
Read more
Collapse
Pages
524
Read more
Collapse
ISBN
9786022910831
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Juvenile Nonfiction / Adventure & Adventurers
Juvenile Nonfiction / People & Places / Europe
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Sore itu, saat Jakarta baru saja hujan, koper-koper besar telah terisi penuh. Sahabat saya itu benar-benar telah siap berangkat. Perasaan kami menajdi sedikit melankolis. Tentu kami bergembira akan keberangkatannya ke Eropa, tetapi perpisahan untuk waktu yang lama membuat kami bersedih juga.

?Surel dariku akan menghujanimu!?

?Kita akan berkontak lewat Skype!?

?Aku akan menyusulmu ke sana!?

?Tentu saja kau akan menyusulku, tinggal naik Kopaja!? Kami pun terkikik-kikik.ÿ

?Tuliskanlah untukku kisah-kisah perjalananmu di sana. Ceritakanlah tentang bunga tulip, tentang jalan yang dilalui Jesse dan Celine di filmÿBefore Sunset, atau tentang rumah para vampir di Rumania,? pintan saya.

?Tuliskan juga kepadaku kisah-kisah petualanganmu. Tentang senja-senja terbaik yang kau lihat, juga tentang kawanmu yang ganjil itu, si Arip Syaman,? pintanya.ÿ

The Dusty Sneakers pun dimulai. Lewat kata, Gypsytoes dan Twosocks berusaha memaknai setiap perjalanan, dan tentu saja, menjembatani jarak yang jauh di antara mereka.

Catatan dari Paris yang bercahaya menyapa renungan di titik nol di Merauke. Pekat malam puncak Merapi larut bersama sudut misterius Kota Praha. Sipirus yang berwarna biru mengisi wajah Bali yang muruh sebelah. Ini adalah kisah-kisah si gadis petualang kutu buku dan si pemuda melankolis yang terkadang jenaka. Kisah yang menggantikan bincang-bincang mereka di antara bercangkir-cangkirÿ teh dan kopi, kisah kawan di ujung sana.

"... terkadang hubungan paling kuat dimulai dari relasi persahabatan yang ditempa oleh waktu dan perjalanan.?

?Dewi Kharisma Michellia, Prosais, PenulisÿSurat Panjangÿtentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahayaÿ

?Ditulis dengan gaya yang melankolis, romantis, tapi juga mendetail. Saya tak bisa berhenti membacanya!"

?Teguh Sudarisman,ÿTravel Writer, Fotografer, dan PenulisÿTravel Writer Diaries 1.0

[Mizan, Noura Books, Travel, Eropa, Perjalanan, Trevel, Indonesia]

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.