The Story of Maryam Bint Imran (Virgin Mary) Mother of Prophet Jesus (Isa) In Islam

BookRix

Lady Maryam Bint Imran or Virgin Mary (Arabic: مريم‎ Maryām), the mother of Jesus (Isa), is considered one of the most righteous women in the Islamic religion. She is mentioned more in the Quran than in the entire New Testament and is also the only woman mentioned by name in the Quran. According to the Quran, Prophet Jesus (Isa) was born miraculously by the will of God without a father. His mother is regarded as a chaste and virtuous woman and is said to have been a virgin. The Quran states clearly that Jesus was the result of a virgin birth, but that neither Mary nor her son were divine. In the Quran, no other woman is given more attention than Mary and the Quran states that Mary was chosen above all women:

Behold! the angels said: "O Mary! Allah hath chosen thee and purified thee - chosen thee above the women of all nations. {Quran, sura 3 (Al Imran), ayah 42[4]}

The nineteenth chapter of the Quran, Maryam (sura) is named after her and is, to some extent, about her life. Of the Quran's 114 suras, she is among only eight people who have a chapter named after them. Mary is specifically mentioned in the Quran, alongside Asiya, as an exemplar for all righteous women. Mary plays an important role in Islamic culture and religious tradition, and verses from the Quran relating to Mary are frequently inscribed on the mihrab of various mosques, including in the Hagia Sophia.

Mary is one of the most honored figures in Muslim history, with the majority of Muslims viewing her as one of the most righteous women to have lived, and a minority viewing her as an actual female prophet. Muslim women look upon her as an example and are known to visit both Muslim and Christian shrines. Muslim tradition, like Christian, honors her memory at Matariyyah near Cairo, and in Jerusalem. Muslims also visit the Bath of Mary in Jerusalem, where Muslim tradition recounts Mary once bathed, and this location was visited at times by women, who were seeking a cure for barrenness. Some plants have also been named after Mary, such as Maryammiah, which, as tradition recounts, acquired its sweet scent when Mary wiped her forehead with its leaves. Another plant is Kaff Maryam (Anastatica), which was used by some Muslim women to help in pregnancy, and the water of this plant was given to women to drink while praying.

Read more
Loading...

Additional Information

Publisher
BookRix
Read more
Published on
Jul 2, 2016
Read more
Pages
20
Read more
ISBN
9783739638713
Read more
Features
Read more
Read more
Language
English
Read more
Genres
Fiction / Fantasy / General
Religion / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Read Aloud
Available on Android devices
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Jin adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dari api dan ia mempunyai kemampuan untuk menampilkan dirinya dalam berbagai bentuk yang berbeda. Mereka juga makan-minum, melakukan hubungan lawan jenis, dan melahirkan keturunan, sebagaimana halnya manusia. Mereka dapat melihat manusia, sedangkan manusia tidak dapat menangkap sosok mereka (kecuali atas izin Allah SWT).

Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Firman Allah SWT, ''Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.'' (QS Alhijr [15]: 27). Katakanlah (hai Muhammad), ''Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin, lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorang pun dengan Tuhan kami.'' (QS Aljin [72]: 1-2).

Selama ini sebagian besar orang menyangka bahwa setan merupakan makhluk halus jahat yang selalu mengganggu kaum manusia. Padahal, Allah SWT secara tegas berfirman, "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain dengan perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) ....'' (QS Alan'aam [6]: 112).

Tentang ayat di atas, Ibnu Katsir mengatakan, ''Setan itu sendiri berarti segala sesuatu yang menyimpang dari tabiatnya berupa kejahatan. Dan tidak ada yang memusuhi para Rasul melainkan syaitan-syaitan baik dari jenis manusia maupun jin.''

Berbicara mengenai Iblis, Al Hasan Bishri mengemukakan, ''Iblis itu bukan dari golongan malaikat, sesungguhnya ia berasal dari golongan jin, sebagaimana Adam as adalah asal mula manusia.''

Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim'.'' (QS Alkahfi [18]: 50).

Di antara jin ada yang taat dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran. Jin yang taat adalah yang benar-benar memilih jalan yang lurus. Kemudian ia akan mendapat surga dan segala yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan untuk kaum yang shalih.

Nabi Seth AS atau Nabi Syits AS atau Nabi Set AS adalah anak laki-laki dari Nabi Adam AS dan Hawa (Eve). Ia dilahirkan pada saat Adam berumur 130 tahun (Kejadian 5:3). Nabi Syits AS merupakan saudara muda dari Qabil dan Habil (Kain dan Habel).

Menurut kitab Perjanjian Adam, mengisahkan bahwa Adam, ketika mengetahui bahwa ajalnya telah dekat, memanggil Set ke sisinya. Ia menyuruh Set kembali ke Taman Eden, masuk dan mengambil tiga benih dari buah Pohon Kehidupan. Adam kemudian meminta Seth kembali kepadanya dan menempatkan ketiga benih itu di mulutnya sebelum menguburkan jenazahnya.

Nabi Seth AS melakukan apa yang diminta ayahnya dan pergi ke Taman Eden. Di gerbang taman itu berdirilah Penghulu Malaikat Mikail, yang menanyakan tujuan Set. Set memberitahukannya, dan Mikail mengizinkannya masuk, dan menunjukkan kepadanya pohon kehidupan itu. Set mengumpulkan tiga benih dari buah pohon itu dan kemudian kembali, melalui pintu gerbang, dan kembali ke ayahnya, yang saat ini telah meninggal. Ia menggali kuburan untuk Adam, dan menguburkannya, setelah menempatkan ketiga benih itu di mulutnya lalu menutup liang kuburnya.

Dalam kitab Kejadian dari Kitab Suci Ibrani dan Alkitab, adalah salah satu anak (kemungkinan putra ketiga) dari Adam dan Hawa, dan merupakan adik laki-laki dari Kain dan Habel. Ia dilahirkan setelah Habel (Habil) dibunuh oleh Kain (Qabil). Nama Set disebut sepuluh kali dalam Alkitab, yaitu tujuh kali di kitab Kejadian, sekali di kitab Bilangan, Kitab 1 Tawarikh, dan Injil Lukas.

Nabi Set AS bagi Nabi Adam AS adalah seorang anak yang "menurut rupa dan gambarnya". Set diberikan oleh Allah SWT sebagai pengganti Habel yang dibunuh. Ia mempunyai seorang anak yang bernama Enos pada usia 105 tahun dan hidup hingga mencapai usia 912 tahun. Melalui keturunan Set dilahirkanlah Nabi Nuh, Nabi Abraham, Nabi Daud, hingga akhirnya menurunkan Nabi Isa.

Menurut kisah Islam, setelah kematian Habil, Adam sangatlah marah kepada Qabil. Kemudian Adam memiliki anak kembar kembali bernama Syits (Set/Seth) dan 'Azura. Syits memiliki arti "hadiah", karena Allah telah memberikan hadiah kepada Adam berupa seorang anak soleh, setelah kematian anaknya yang bernama Habil. Syits selain sebagai anak yang berbakti, ia diyakini sebagai seorang nabi dan rasulallah. Sebagai seorang nabi, Syits menerima perintah-perintah dari Allah yang ditulis dalam 50 suhuf/sahifah.

Menurut keterangan Ibnu Abbas, ketika Nabi Syits AS dilahirkan, Nabi AdamAS  sudah berusia 930 tahun. Adam sengaja memilih Syits sebab anaknya yang satu ini memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan dan kepatuhan dibandingkan dengan semua anaknya yang lain. Adam mengajarkan semua pengetahuan yang ia miliki kepada Syits. Ia mengajarkan bagaimana menyembah Allah dan beribadah yang lainnya. Setelah kematian Adam, Syits memimpin anak cucu Adam. Ia memimpin dengan peraturan dan hukum Allah, ia membawa persatuan diantara orang-orang disekitarnya.

Wahab bin Munabbih mengatakan, ketika Nabi Adam AS wafat, Nabi Syits AS telah berusia 400 tahun. Syits telah diwasiati oleh Adam untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil. Nabi Syits AS kemudian memimpin anak cucu Adam dan ia memimpin dengan peraturan dan hukum Allah SWT, ia membawa persatuan dan perdamaian diantara orang-orang disekitarnya.

Buku ini mengisahkan hikayat Nabi Syits AS (Seth AS) putra Nabi Adam AS bersumberkan dari Al-Quran & Al-Hadist.

Nabi Muḥammad SAW selengkapnya Muḥammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim (lahir di Mekkah, 20 April 570 – meninggal di Madinah, 8 Juni 632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul bagi umat Muslim. Ia memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam.

Meski non-Muslim umumnya menganggap Nabi Muhammad sebagai pendiri Islam, dalam pandangan Kaum Muslim, Nabi Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya sejak dari Nabi Nuh. Umat Muslim menyebut Nabi Muhammad dengan salam penghormatan "Shalallaahu 'Alayhi Wasallam" dan mengiringi dengan shalawat Nabi setiap nama Nabi Muhammad SAW diperdengarkan.

Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa saja nama anak-anaknya.Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.