Buku ini berisi mengenai wacana-wacana pembangunan Islam, antara lain: Islamisasi Pemikiran Pembangunan, Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Perguruan Tinggi; Reaktualisasi Moralitas Agama (Islam) dalam Proses Perubahan Masyarakat; Islamisasi Pembangunan di Malaysia: Kes Pendekatan Islam Hadhari; Islamisasi Pemikiran Pembangunan di Indonesia: Perspektif Tawhidik; Dari Mafia Berkeley ke Mafia ISDEV; Peranan  Pembangunan Institusi Pendidikan terhadap Pembangunan Berteraskan Islam di Indonesia; Islamisasi Pembangunan di Indonesia: Kajian dari Perspektif Perencanaan Pembangunan; dan Decolonization of Education Through Islamization and Dewesternization.

Pembangunan berasas kepada nilai-nilai Islam seperti pembicaraan di dalam buku ini sangat penting untuk terus diperbincangkan dalam forum-forum ilmiah oleh para ilmuan Islam di masa depan. Selama ini ilmu pengetahuan telah dikuasai oleh dunia barat, di sisi lain ummat Islam hanya menjadi pengikut pandangan-pandangan barat  yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai Islam. 

Apabila ilmuan-ilmuan Islam dari berbagai latar belakang keilmuan bersedia melahirkan karya-karya ilmiah dan intensif dalam mengadakan pertemuan ilmiah baik di tingkat lokal, regional maupun internasional, maka akan mempercepat terwujudnya pembangunan Islam di dunia. Pembangunan Islam yang berkembang Insya Allah akan mampu melahirkan masyarakat adil dan sejahtera yang diridhai Allah SWT. 

Read more

About the author

Azuar Juliandi adalah Dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan Indonesia; dan Mahasiswa di Center for Islamic Development Management (ISDEV) Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang Malaysia.

Muhammad Syukri Salleh adalah Dosen di Center for Islamic Development Management (ISDEV) Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang Malaysia.

Muhyarsyah adalah Dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan Indonesia; dan Alumni Program Doktor di Universitas Padjajaran Bandung, Indonesia.

Muhammad Qorib adalah Dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan Indonesia; dan Alumni Program Doktor di Universitas Islam Negeri Jakarta, Indonesia.

Mohd Shukri Hanapi dalah Dosen di Center for Islamic Development Management (ISDEV) Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang Malaysia.

Warjio adalah Dosen di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan Indonesia; dan Alumni Program Doktor di Center for Islamic Development Management (ISDEV) Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang Malaysia.

Kasyful Mahalli adalah Dosen di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan Indonesia; dan Mahasiswa di Center for Islamic Development Management (ISDEV) Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang Malaysia.

Saprinal Manurung adalah Dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan Indonesia; dan Mahasiswa di Islamic International University Malaysia, Kuala Lumpur Malaysia.

Read more
5.0
2 total
Loading...

Additional Information

Publisher
UMSU Press
Read more
Published on
May 27, 2014
Read more
Pages
150
Read more
ISBN
9786027033009
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Politik belah bambu yang digunakan Rezim Jokowi tidak semua dapat memecahkan koalisi KMP, tetapi partai politik pendukung KMP seperti PAN, pada akhirnya goyah dan bergabung dalam Rezim Jokowi. PAN di awal September 2015 yang dikenal sebagai partai reformasi yang didirikan oleh Amien Rais, pada akhirnya harus bergabung dalam Rezim Jokowi atas alasan yang pragmatis: demi membangun bangsa. PAN bukanlah satu-satunya partai politik yang berpaling ke KIH dan mendukung rezim Jokowi. Beberapa elit PPP juga ”menyeberang” ke KIH dan beberapa di antara mereka mendapat jabatan dalam rezim Jokowi.

Tentu persoalan-persoalan lain, seperti masalah pembangunan era Jokowi, demikian juga Pilkada dan politik lokal diungkap dalam buku ini. Malah, buku ini juga mengungkap perkembangan dunia internasional, khususnya Amerika Serikat dan juga beberapa isu politik Islam di Malaysia. Isu ini jelas, mungkin tidak berkorelasi langsung dengan politik belah bambu Jokowi, tetapi setidaknya merupakan refleksi dari perkembangan dunia yang mungkin nantinya akan memiliki efek terhadap politik kebijakan rezim Jokowi. Sebab dalam politik, tidak ada satu kejadian politik yang berdiri sendiri tetapi akan mempengaruhi kasus atau kejadian politik lainnya.

Buku ini tentu saja bukanlah buku teori, tetapi merupakan buku refleksi penulis dalam memahami realitas politik, khususnya menyangkut politik belah bambu rezim Jokowi. Apa yang penulis sajikan mungkin merupakan penilaian subjekif penulis dalam menilai dinamika dan perkembangan rezim Jokowi dalam melaksanakan pemerintahan. Namun demikian, buku ini setidaknya menjadi catatan kritis sebagai rujukan dalam memahami kebijakan dan politik yang dilaksanakan oleh rezim Jokowi.

Sebagai sebuah pemikiran, buku ini merupakan gambaran realitas politik perjalanan 1 tahun rezim Jokowi dan respon internasional terhadapnya. Oleh karenanya, penulis berharap pembaca dapat dengan rileks membaca setiap isu yang saya sampaikan dalam buku ini. Membacanya pun bisa sambil tidur-tiduran atau dijadikan teman dalam perjalanan Anda. Tentu saja, setelah membaca buku ini pembaca bisa menilai sendiri bagaimana perjalanan rezim Jokowi 1 tahun ini tanpa harus terpengaruh atau dipengaruhi isi buku ini.

Tentu saja, kelahiran buku ini tidak bisa dikatakan sebagai hasil usaha penulis sendiri—kecuali pemikiran yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi merupakan bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Pertama sekali tentu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Harian Waspada, tempat penulis menuangkan pemikiran lewat kolom opini. 

 

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.