Jilid 2: Fundamental mencakup topik-topik awal meditasi Lamrim, mulai dari berbakti kepada seorang guru spiritual, kebebasan dan keberuntungan terlahir sebagai manusia, ketidakkekalan, penderitaan di alam-alam rendah, praktik Tri-śaraṇa, dan keyakinan terhadap hukum karma dan akibatnya. Tujuan utama mempelajari topik-topik awal ini adalah untuk mengatasi kemelekatan terhadap kehidupan ini dan mengejar penyebab kelahiran yang menyenangkan di masa yang akan datang.
Untuk membantu kita memeditasikan topik-topik awal ini, kami telah melampirkan terjemahan teks karya Kyabje Phabongkha Rinpoche tentang cara memeditasikan setiap topik awal tersebut. Karya luar biasa ini tidak hanya merinci bagaimana melatih metode praktik yang dikenal sebagai “meditasi analitis”, tetapi juga memaparkan bagaimana seseorang dapat mengetahui secara pasti pencapaian realisasinya berkaitan dengan masing-masing topik tersebut.
Meskipun tercantum istilah "buy/beli" pada aplikasi Google Books ini, teks Dharma sebagai salah satu perwujudan dari Objek Trisarana seyogianya tidak diperjualbelikan.
Oleh karena itu, bangkitkan dalam batin Anda, bahwa Anda MENGUNDANG "kehadiran" teks Dharma ini sehingga Anda bisa belajar dan mempraktikkannya sebagai salah satu metode berlindung pada Dharma. Bangkitkan pula dalam batin Anda, bahwa dana yang Anda keluarkan adalah sebagai sebuah bentuk persembahan untuk mengundang kehadiran Dharma ke dalam hidup Anda.
Dana ini akan digunakan oleh pihak Penerbit untuk pertama-tama, menutupi biaya-biaya operasional langsung yang dibutuhkan untuk menghasilkan teks Dharma ini, kemudian jika ada kelebihan, maka akan dialokasikan sebagai dana "Dharma Patron" yang mana akan digunakan untuk: 1) penerbitan dan penyebaran lebih banyak lagi teks Dharma, 2) penyelenggaraan kegiatan Dharma, dan 3) operasional serta mobilisasi relawan untuk mendukung aktivitas 1) dan 2) di atas.
Phabongkha Rinpoche Jampa Tenzin Trinlay Gyatso adalah salah satu guru agung pada abad kedua puluh. Beliau merupakan pemegang semua silsilah penting sutra dan tantra kemudian mewariskannya kepada guru-guru agung Gelug generasi berikutnya. Beliau merupakan guru akar dari Ling Rinpoche dan Trijang Rinpoche yang merupakan guru dari Yang Maha Suci Dalai Lama ke-14.
Phabongka Rinpoche dilahirkan di Yuthog dekat Lhasa pada tahun 1878. Ketika beliau berusia 7 tahun ibunya memohon untuk bertemu dengan Sharpa Choeje Lobsang Dhargay yang meramalkan bahwa beliau adalah anak yang luar biasa, dan di bawah bimbingannya Phabongkha Rinpoche belajar di Biara Sera Mey di usia 8 tahun. Di sana, beliau mempelajari kitab-kitab agung dan mengikuti ujian debat terakhirnya pada usia 19 tahun, kemudian beliau belajar di Universitas Tantrik Gyuto selama 3 tahun. Setelah itu, beliau menerima ajaran dan transmisi dari banyak guru agung termasuk Dagpo Lama Jamphel Lhundrup dan Dagri Dorje Chang tentang semua aspek sutra dan tantra. Karyanya berjumlah dua belas kitab yang mencakup semua aspek ajaran Buddha.