Walaupun dewasa ini epidemiologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang relatif masih baru namun telah digunakan secaraluas dalam bidang kesehatan, terutama bidang kesehatan masyarakat. Berbagai masalah masih merupakan hal yang masih perlu ditindak lanjut seperti adanya berbagai selisih pendapat maupun perbedaan pengertian yang bukan saja dalam hal definisi epidemiologi secara umum, tetapi juga dalam hal pengertian terhadap berbagai istilah dan pengukuran. Contohnya penggunaan rate dan ratio yang masih sering tidak tepat serta kesepakatan tentang arti angka insidensi (insidensice rate) masih sering muncul di permukaan. Berbagai konsep dalam penelitian epidemiologi harus lebih dimantapkan terutama dalam penelitian hubungan sebab akibat yang merupakan inti penelitian epidemiologi.
Profesor Emeritus dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar. Menyelesaikan S2 di University of Hawaii pada tahun 1969 sebagai Master of Public Health peminatan Epidemologi Penyakit Menular. Sebelum kembali ke Indonesia, Menggunakan kesempatan mengikuti kursus Communicable Diseases Control in Developing Countries di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat Selama dua minggu.
Guru Besar (Profesor) Epidemologi Penyakit Menular sejak 2006 pada Departemen Epidemologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin. Menyelesaikan S1 di Fakultas Kedokteran Gigi, Unhas pada tahun 1990 pada bidang ilmu kedokteran gigi. Ia lalu melanjutkan studi di Universitas Airlangga pada bidang ilmu edpidemiologi dan selesai pada tahun 1995. Pendidikan S3 dilanjutkan di Unhas pada bidang ilmu kedokteran dan selesai pada tahun 2004. Selain aktif mengajar, ia juga menulis berbagai macam publikasi ilmiah, buku dan memperoleh beberapa HAKI.