Pengetahuan Biologi Laut di Daerah Batuley: Sebuah ilustrasi ensiklopedia

Yayasan Pustaka Obor Indonesia
1
Free sample

<p>Pengetahuan Biologi Laut amam Gwatle Kal: On o ilustrasi ensiklopedia</p><p>Pengetahuan Biologi Laut di Daerah Batuley: Sebuah ilustrasi ensiklopedia</p><p>Marine Biology Knowledge in Gwatle Kal: an illustrated encyclopaedia</p>

In 3 language: Indonesia, English and Batuley

Read more
Collapse
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Read more
Collapse
Pages
157
Read more
Collapse
ISBN
9789794619964
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Science / Life Sciences / Biology
Science / Life Sciences / Marine Biology
Young Adult Nonfiction / Science & Nature / Biology
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum mendapatkan perhatian yang sangat serius dari para ahli Ilmu Penyakit Tumbuhan di dunia. Seratus lima belas tahun telah lewat setelah Erwin F. Smith pertama kali mendeskripsikan penyakit ini pada kentang, tomat, dan terung. Lebih dari 5000 makalah ditulis dan dipublikasikan pada berbagai jurnal dan prosiding ilmiah maupun tulisan ilmiah populer di koran dan majalah. Konferensi yang khusus membahas penyakit ini (International Conference on Bacterial Wilt) telah dilaksanakan sebanyak lima kali tiap lima tahun sekali. Penyakit ini telah lama dikenal oleh para petani walaupun jauh sebelum EF Smith melaporkan secara ilmiah, dan penyakit ini terjadi di seluruh belahan dunia pada berbagai tanaman budidaya maupun tanaman liar.

Dibandingkan dengan penyakit bakteri lainnya maka penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh R. solanacearum ini merupakan penyakit yang paling penting karena dapat menyerang lebih dari 200 spesies tanaman inang dari berbagai family. Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi hingga mencapai puso atau 100%. Di Indonesia telah banyak penelitian dilakukan terhadap R. solanacearum dan penyakit yang ditimbulkan. Penyakit ini juga menyebabkan banyak kematian tanaman seperti pada tembakau cerutu di Deli, Sumatra Utara; tembakau rakyat di Temanggung, Klaten, dan Jember; kacang tanah, tomat, terung, kentang, dan jahe. Di samping itu juga dilaporkan adanya penyakit ini pada tanaman keras seperti tanaman nilam, kayu putih dan jati.

Melihat begitu pentingnya penyakit yang ditimbulkan oleh patogen tersebut maka sangat dipandang perlu adanya sebuah buku monograf yang mengumpulkan berbagai informasi tentang R. solanacearum. Buku ini disusun dengan harapan dapat memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan di bidang pertanian, mulai dari petani, pengusaha agribisnis, pengusaha bahan kimia untuk pengendalian bakteri patogen, mahasiswa, dan kolega di perguruan tinggi maupun di berbagai balai penelitian pertanian di Indonesia. Diharapkan pula informasi yang diberikan dalam buku ini dapat memberikan fasilitas penelitian bagi mereka yang tertarik dalam bidang ini dan dapat merangsang/menstimulasi penelitian-penelitian aspek lain yang sangat menantang yang sampai saat ini belum bisa difahami dengan baik.

[UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]

Biodiversitas mendapat perhatian besar dari para ilmuwan di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia. Indonesia adalah Negara yang unik lingkungannya, dan tentunya juga unik penghuni alamnya, antara lain terdapatnya mikroorganisme. Setelah Convention on Biological Diversity ditandatangani pada tahun 1992, maka penelitian mengenai diversitas hayati di hampir seluruh dunia gencar dilakukan, begitu pula di Indonesia.

Di bidang mikrobiologi masih banyak sekali mikroorganisme yang belum diketahui, belum diisolasi, belum diidentifikasi, belum diteliti potensinya, belum dimanfaatkan, belum dilestarikan. Fungi hanya merupakan bagian kecil dari dunia mikroorganisme secara keseluruhan, akan tetapi peran mereka dalam hidup kita sangat penting.

Sehubungan jumlah mikologiwan di Indonesia masih sedikit sekali, maka informasi mengenai fungi perlu sekali disampaikan, agar, terutama pada generasi muda, timbul minat mau meneliti dunia fungi tersebut. Buku ini ditujukan untuk para pemula. Untuk itu diperlukan pengetahuan dasar terlebih dahulu, baru kemudian disampaikan informasi peran fungi dalam kehidupan makhluk hidup lainnya.

Dalam Bab I dibahas secara singkat apa fungi itu sebenarnya. Dalam Bab II dibahas mengenai morfologi dan anatomi fungi, kemudian dalam Bab III dibahas mengenai metabolism fungi agar lebih dapat diketahui mengenai apa saja yang terjadi dalam sel fungi yang hidup dan nutrien apa saja yang diperlukannya. Dalam Bab IV dibahas mengenai pertumbuhan fungi sesudah mengambil nutrien dari lingkungan. Sesudah fungi tumbuh menjadi koloni, fungi akan melakukan reproduksi. Hal tersebut dibahas dalam Bab V, dan untuk mengenal kelompok-kelompok fungi, dalam Bab VI dibahas sistematika fungi.

Peran fungi dalam kehidupan kita dibahas dalam bab-bab berikutnya, antara lalin Fungi dan Kesehatan, Fungi dan Lingkungan, Fungi dan Deteriorasi Bahan, Fungi dan Industri, dan Pembudidayaan Cendawan (Bab VII, VIII, IX, X, dan XI).

Agar para pemula dapat melakukan isolasi sendiri dari alam, dalam Bab XII diberikan beberapa cara isolasi. Selanjutnya apabila sudah mendapatkan isolat-isolat, maka cara pemeliharaannya dapat dibaca di Bab VIII.

Para peminat mikologi yang ingin mendalami pengetahuan tentang fungi dianjurkan membaca glosari dan daftar acuan atau daftar pustaka, sebab hasil penelitian diversitas fungi telah dilakukan di FMIPA Universitas Indonesia, dan perlu digali lebih mendalam, tercantum dalam buku ini. Antara lain dapat disebutkan penelitian fungi laut, fungi mangrove, dan fungi endofit dari tumbuhan mangrove.

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.