Sabar & Syukur Tanpa Tapi

IndonesiaTera
4
Free sample

Pada saatnya, akan lebih mudah bagi kita untuk bersabar atas kemungkinan terburuk yang datang. Bersabar bukan dimulai saat ada ujian atau masalah yang datang. Namun bersabar dimulai ketika kita menyerahkan semua kepada Allah. Pada akhirnya, akan lebih mudah bagi kita untuk bersyukur atas semuanya. Bersyukur bukan dimulai ketika kita diberi anugerah. Namun bersyukur dimulai ketika kita menggantungkan semuanya kepada Allah.Pada akhirnya, akan lebih mudah bagi kita untuk bersyukur atas semuanya. 

Bersyukur bukan dimulai ketika kita diberi anugerah. Namun bersyukur dimulai ketika kita menggantungkan semuanya kepada Allah. Orang sabar saja Allah bersamanya, apalagi dengan orang yang bersyukur. Maka, sebenarnya sabar dan syukur adalah keberuntungan dalam bentuk yang lain. Karena, baik sabar maupun syukur, keduanya berhasil meraih kasih sayang Allah. 

Read more

Reviews

5.0
4 total
Loading...

Additional Information

Publisher
IndonesiaTera
Read more
Published on
Jun 1, 2017
Read more
Pages
252
Read more
ISBN
9789797752996
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Religion / Islam / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Graham E. Fuller
"Karya salah satu otoritas paling terkemuka tentang perpolitikan Muslim global. Menyajikan analisis provokatif tentang hubungan Muslim-Barat sejak munculnya Islam."
-John L. Esposito, Penulis Masa Depan Islam dan Saatnya Muslim Bicara

"Setelah Peristiwa 11 September, diskusi tentang Islam biasanya terasa steril. Itulah sebabnya pemikiran cermat dan peka dari Graham Fuller ini amat dibutuhkan."
-Akbar S. Ahmed, Ibn Khaldun Chair of Islamic Studies, American University, Washington, D.C.


Sinopsis

Seperti apakah dunia tanpa Islam? Apakah dunia akan lebih damai dan menjadi tempat yang lebih baik? Umumnya orang di Barat akan menjawab: Tentu. Tanpa Islam, pasti tidak terjadi Perang Salib, konflik Israel-Palestina, aksi bom bunuh diri, dan Peristiwa 11 September. Bukankah Islam sumber dari semua tragedi itu?

Graham Fuller menawarkan sebuah eksperimen berpikir untuk menguji pandangan itu. Dengan analisis historis yang serius, dia menyusun sebuah skenario alternatif seandainya Islam tidak pernah ada dan memengaruhi jalannya sejarah. Kesimpulan-kesimpulannya di luar dugaan:
- Tanpa Perang Salib, Barat tetap akan menyerbu Timur Tengah karena nafsu imperialisnya.
- Gereja Ortodoks akan mendominasi Timur Tengah dan mungkin sampai hari ini tetap berkonflik dengan Gereja Roma dan Dunia Barat.
- India tidak akan sekaya sekarang tanpa warisan budaya Islam Mughal. Tidak akan ada Taj Mahal.
- Aksi bom bunuh diri akan tetap terjadi, karena bukan Muslim yang pertama kali melakukannya.

Melalui penuturan yang segar, provokatif, sekaligus mencerahkan, Fuller menunjukkan sumber sebenarnya dari konflik yang merobek dunia saat ini.

[Mizan, Mizan Publishing, Agama, Islam, Budaya, Studi, Muslim, Indonesia]

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.