Bintang Bunting

GagasMedia
3

Bener-bener kayak mimpiÉ. Kalo emang iya, moga-moga gak akan pernah terbangun. Kalo terbangun, moga-moga beneran kejadian. Bagi Audine, batas antara mimpi dan alam nyata begitu tipis. Bahkan, Audine membutuhkan Mada, sang peramal, dan petunjuk dari gambar bintang untuk bisa membedakan: mana mimpi-mana kenyataan. Audine lupa, bintang yang ia gambar tidak seperti mitos bintang jatuh. Make a wish and your dream will come true. Setiap coretan garis bintang membawanya pada sebuah kenyataan. Sayang, kenyataan tak selalu sesederhana yang terlihat, ia bisa lebih kejam dari fantasi di alam mimpi. Namun, saat tak ada harapan dalam keputusasaan, ternyata bintang-bintang itu memberi petunjuk lebih dari yang dibutuhkan. Dan kali ini, tak ada pilihan lain bagi Audine selain tetap terjaga! 



-GagasMedia-

Read more
3.3
3 total
Loading...

Additional Information

Publisher
GagasMedia
Read more
Published on
Jul 1, 2008
Read more
Pages
340
Read more
ISBN
9789797802578
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Fiction / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Dekat Bandar Udara Boven Digoel, patung Bung Hatta itu berdiri tegak dengan telunjuk tangan kanannya menuding tanah. Dia seperti ingin mengatakan: Saya pernah di sini! Patung itu membelakangi kompleks bangunan lama yang kini menjadi tangsi polisi, bersebelahan dengan bekas Penjara Digoel.
Farid Gaban, Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi

Kalau kita tanya ke pembatik, apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik Indonesia asal Solo, maka kita akan menerima jawaban seperti ini, Oh, ini adalah motif Sawat, dan sayap-sayap itu adalah sayap garu, alias garuda. Garuda ini adalah burung dalam mitologi Hindu-Jawa yang menjadi kendaraan buat Dewa Wisnu ke khayangan. Kenapa bisa muncul di kain Batik Indonesia asal Solo? Karena dulu Pulau Jawa itu dikuasai kerajaan Hindu, dan (seterusnya) (seterusnya) (seterusnya). Tiba-tiba saja dari sehelai kain itu kita bisa belajar banyak hal tentang Indonesia.
ĞVe Handojo, Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin

ÒSetengah menahan napas, rasanya waktu berhenti berdetik. Ikan kok gede amaaaat... mana mulutnya manyun unyu, pikir saya dalam hati. Seorang rekan penyelam yang sudah beberapa kali bertemu mola ini juga tak bisa menutupi wajah kagumnya. Matanya terlihat terbelalak. Ah, siapa yang nggak akan takjub dengan perjumpaan jarak sedekat itu.Ó
ÑRiyanni Djangkaru, Mola Fiesta

*****

Temukan beragam kisah perjalanan dari dua belas orang yang berbeda latar belakang dalam The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta. Menghadirkan Indonesia dari banyak sisiÑtentang budaya, alam, masyarakat, hingga sejarah kita. Cerita-cerita yang dikabarkan untuk menyemai kisah lainnya tentang tanah air kita, Indonesia..

-----------------------

Chapter 1 dari 10 buku The Journeys 2

-GagasMedia- 

#SnackBookGagas

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.