Teks ini mencerminkan pengalaman saya mengajar di Fakultas Hukum, Queen Mary and Westfi eld College (QMW), dan di Program Eksternal Universitas London, baik di Inggris dan Malaysia. Ia bermula pada suatu Paskah di Athena ketika saya tengah mendalami kuliah lengkap John Austin (yang diberikan antara tahun 1828-32 di London). Setelah banyak mengandalkan pendapat saya yang terdahulu kepada berbagai sumber sekunder - khususnya tulisan HL Hart di dalam Concept of Law (1961) - perjumpaan dengan kata-kata Austin yang sesungguhnya menimbulkan rasa kaget dan bingung. Bagaimana bisa Hart begitu terbatas bacaannya? Apa status masa lalu di dalam diskusi yurisprudensi kekinian? Bagaimana para siswa dikehendaki menerangkan persoalan dan perdebatan kekinian jika yang tersodor kepada mereka adalah karikatur dari pemikiran masa lalu bukannya warisan intelektual yang kaya? Mengapa begitu banyak teks yang menghendaki para siswa untuk memahami secara dangkal berbagai pernyataan simplistik terkait kata-kata para penulis terdahulu?