Studying Abroad: Bertualang Sambil Belajar di Negeri Orang

GagasMedia
5
Free sample

 STUDYING-LIVING-WORKING-TRAVELING

Studying Abroad adalah panduan tepat buatmu yang ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman para mahasiswa yang belajar di Asia, Amerika, dan Eropa. Semua topik dibahas dengan tuntas dan detail, seperti:

Pertimbangan apa aja yang harus dilakukan saat menentukan negara dan universitas yang diincar? Ke mana harus nyari beasiswa dan gimana caranya biar kans menangin beasiswa makin gede? Gimana sebenarnya proses ngurus paspor dan visa? Apa yang harus dilakukan setibanya di negara tujuan? Gimana caranya ngatur keuangan dan ngedapetin pekerjaan sampingan selama berada di sana? Apa yang harus dilakukan saat ngerasa homesick dan gimana ngatasin culture shock?

Studying Abroad bukan sekadar panduan untuk sukses selama belajar di negeri orang, buku ini juga mengingatkanmu supaya nggak lupa bersenang-senang selama di sana.  That’s right... maximum grades, minimum stress!

-GagasMedia-

Read more
4.4
5 total
Loading...

Additional Information

Publisher
GagasMedia
Read more
Published on
May 1, 2013
Read more
Pages
280
Read more
ISBN
9789797806408
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Study Aids / College Guides
Young Adult Nonfiction / Travel
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
 ‘Where are you going to go?’ tanyanya sambil meletakkan secangkir teh hangat di meja saya. 


‘Going home.’ Saya menjawab singkat sambil mengamati landasan pacu yang tampak jelas dari balik dinding-dinding kaca restoran ini.

‘Going home?’ Ia berkerut. ‘You do not look like someone who will be going home.’

Kalimat inilah yang membuat saya mengalihkan perhatian dari bulir-bulir hujan yang menggurat kaca. ‘Sorry. What do you mean?’
… 
(Satu Malam di O’Hare)

***

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…

… because travelers never think that they are foreigners.

*****

“… Windy membuat buku ini istimewa karena kepekaannya dalam mengamati dan berinteraksi. Ia juga seorang penutur yang baik, yang mengantarkan pembacanya dalam aliran yang jernih dan lancar. Dan bagi saya, itulah yang melengkapkan sebuah buku bertemakan perjalanan. Pengamatan internal, dan tak melulu eksternal.” 
—Dewi "Dee" Lestari, penulis

“Semua orang bisa pergi ke Vietnam, Paris, bahkan Pluto. Tapi, hanya beberapa saja yang memilih pulang membawa buah tangan yang mampu menghangatkan hati. 
Windy berhasil menyulap perjalanan yang paling sederhana sekalipun jadi terasa mewah. Bahkan, celotehannya dalam kesendirian terdengar ramai. Ramai yang membuat nyaman.” 
—Valiant Budi @vabyo, penulis



-GagasMedia-

"Saya sendiri suka 'ngeri' kalau ketauan saya Trinity. Bukannya apa-apa, saya dianggap dewa yang tahu segala hal sehingga sering diminta nemenin jalan. Seringnya saya menolak, karena maunya ke tempat belanja. Kalau saya masih kuat, saya memang memilih pergi sendiri, tetapi itu pun tergantung tempatnya. Kalau sudah pernah ke sana dan tidak ada teman di kota tersebut, saya memilih tidur di kamar hotel yang pasti bagus. Kalau ada teman, saya janjian sama dia untuk kabur."�
TRINITY-The Truth Behind Free Traveling

*****

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita berisi 12 tulisan perjalanan dari 12 orang penulis yang memiliki latar belakang berbeda. Mulai dari penulis komedi, penulis skenario, novelis, hingga yang memang berprofesi sebagai travel writer.

Latar belakang berbeda ini membuat kisah-kisah yang dihadirkan pun memiliki sudut pandang beragam; yang terasa manis, menyentuh, hingga membuat terbahak. Dari birunya laut Karimunjawa, gemerlap New York City, keriaan sebuah pasar pagi di Lucerne, sudut rumah sakit jiwa di Singapura, damainya Shuili, cantiknya Andalusia, warna-warni Senegal, cerita kepercayaan setempat di Soe, mencari parfum impian di Mekah, kisah sebotol sambel yang harus dibawa sampai Utrecht, upaya melipir ke Tel Aviv, hingga fakta tak disangka di balik free traveling.

Perjalanan adalah sebuah proses menemukan .ÔItÕs better to travel well than to arrive,Õ kata Buddha. Dan The Journeys mengajak siapa pun menemukan kisahnya sendiri. Sesederhana apa pun itu.

-----------------------

Chapter 1 dari 10 buku The Journeys 1



-GagasMedia-

#SnackBookGagas

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.