Socrates menawarkan jalan lain.
Buku ini tidak mengajak pembaca menghafal teori filsafat atau mempelajari sejarah Yunani Kuno. Ia mengajak kita berpikir ulang: bagaimana cara kita membentuk keyakinan, mengambil keputusan, berdialog dengan orang lain, dan menjalani hidup sehari-hari dengan lebih jernih.
Melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana ala Socrates—tentang definisi, asumsi, bukti, dan konsistensi—pembaca diajak melihat bagaimana kejernihan berpikir lahir bukan dari kepastian, melainkan dari keberanian untuk memeriksa diri sendiri.
Ditulis dengan bahasa yang tenang, reflektif, dan mudah diikuti, buku ini relevan bagi siapa pun yang ingin:
- berpikir lebih jernih di tengah arus opini,
- berdialog tanpa harus menang,
- mengenali nilai dan kompas moral pribadi,
- serta menjalani hidup yang lebih sadar dan utuh di era digital dan AI.
Ini bukan buku yang memberi jawaban.
Ini buku yang menemani kamu bertanya dengan lebih baik.
Yayan Sopyan adalah penulis dan jurnalis yang menaruh perhatian pada cara manusia berpikir, memahami, dan memaknai dunia di tengah arus informasi yang semakin padat. Ia tertarik pada pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sering terlewat: bagaimana sebuah keyakinan terbentuk, dari mana asumsi berasal, dan apa arti berpikir jernih dalam kehidupan sehari-hari.
Selama bertahun-tahun, ia menulis dan mengajar di bidang kepenulisan nonfiksi, storytelling, dan berpikir kritis. Pendekatannya menekankan kejernihan, kejujuran intelektual, serta keberanian untuk tidak selalu punya jawaban.
Melalui buku ini, ia tidak bermaksud mengajarkan filsafat, melainkan mengajak pembaca berjalan bersama—memeriksa cara berpikir, berdialog dengan lebih sadar, dan menjalani hidup yang lebih diperiksa di tengah dunia yang berisik.