Intisari Amerta bahkan merupakan salah satu dari 18 teks Risalah Lamrim yang pernah diajarkan oleh Yang Maha Suci Dalai Lama XIV selama rangkaian pengajaran Jangchup Lamrim dari tahun 2012-2015 di biara-biara besar di India.
Dalam karyanya ini, Yang Mulia Yeshe Tsondru dengan fasih menyatukan poin-poin utama dari meditasi bertahap yang menuntun ke kebangkitan seorang Buddha – penghapusan seluruh penderitaan dan pencapaian semua kualitas spiritual secara sempurna. Dalam prosesnya, beliau mengambil contoh dari berbagai aspek kehidupan dalam rangka meningkatkan meditasi para praktisi atas Sang Jalan, dan agar para praktisi dapat dengan mudah menerapkan praktik-praktik untuk mengembangkan batin dan aktivitas mereka.
Intisari Amerta ini juga dianjurkan oleh Yang Mulia Dagpo Rinpoche, seorang guru besar Lamrim, untuk dipelajari, karena berkat kepuitisannya teks ini relatif lebih mudah direnungkan untuk memperoleh realisasi atas makna-makna ajaran.
Meskipun tercantum istilah "buy/beli" pada aplikasi Google Books ini, teks Dharma sebagai salah satu perwujudan dari Objek Trisarana seyogianya tidak diperjualbelikan.
Oleh karena itu, bangkitkan dalam batin Anda, bahwa Anda MENGUNDANG "kehadiran" teks Dharma ini sehingga Anda bisa belajar dan mempraktikkannya sebagai salah satu metode berlindung pada Dharma. Bangkitkan pula dalam batin Anda, bahwa dana yang Anda keluarkan adalah sebagai sebuah bentuk persembahan untuk mengundang kehadiran Dharma ke dalam hidup Anda.
Dana ini akan digunakan oleh pihak Penerbit untuk pertama-tama, menutupi biaya-biaya operasional langsung yang dibutuhkan untuk menghasilkan teks Dharma ini, kemudian jika ada kelebihan, maka akan dialokasikan sebagai dana "Dharma Patron" yang mana akan digunakan untuk: 1) penerbitan dan penyebaran lebih banyak lagi teks Dharma, 2) penyelenggaraan kegiatan Dharma, dan 3) operasional serta mobilisasi relawan untuk mendukung aktivitas 1) dan 2) di atas.
Kongpo Lama Yeshe Tsondru (1761-1816) adalah meditator dengan reputasi sebagai praktisi Dharma yang unggul. Ketika masih kecil, beliau belajar membaca dan menulis dan menguasai keduanya, dan pada umur 9 tahun beliau dikirim ke Lhasa untuk lanjut mempelajari astrologi dan praktik-praktik agama. Pada umur 17 tahun, beliau mengambil ikrar sramanera dengan Panchen Palden Yeshe. Pada umur 18 tahun, beliau memasuki Biara Drepung Loseling untuk memulai studinya atas 5 teks besar. Kelak, atas nasihat Kachen Yeshe Gyaltsen, beliau menghabiskan banyak waktu untuk melakukan meditasi terpusat pada satu titik di lokasi retret terpencil di Tibet Tengah dan Kongpo. Pada umur 51 tahun, beliau mendirikan Kongpo Gaden Samten Ling dan secara teratur memberikan komentar-komentar yang menjelaskan Lamrim. Selama hidupnya, beliau menggubah 10 karya.