Happy Little Soul

GagasMedia
1,587
Free sample

“Ndak apa-apa, itu namanya be-la-jar.”

Atau, “Sorry…,” seru Kirana sambil tersenyum dengan tatapan mata teduhnya yang siapa pun pasti tak bisa menolaknya.

Please… sorry… thank you… adalah kata-kata tulus nan menggemaskan yang kerap disampaikan oleh Kirana ketika bermain. Baginya, belajar dari kesalahan is okay.

Dan bagi Ibuk, dia justru banyak belajar tentang sabar dari sang anak, Mayesa Hafsah Kirana.

Life is an adventure.

Cerita petualangan Ibuk dan Kirana di Happy Little Soul ini mengajak kita semua—kakak, adik, orangtua, calon ayah atau ibu, dan sebagai apa pun perannya—untuk belajar hal-hal sederhana mengenai kasih sayang dan bersama mewarnai kehidupan dengan lebih baik.

==============

Sebuah buku parenting persembahan penerbit Gagasmedia.


#16thGagasMedia

Read more
Collapse
4.8
1,587 total
Loading...

Additional Information

Publisher
GagasMedia
Read more
Collapse
Published on
May 1, 2017
Read more
Collapse
Pages
216
Read more
Collapse
ISBN
9789797808860
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Family & Relationships / Parenting / General
Young Adult Nonfiction / Family / Parents
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
"Jika kita menilai seekor ikan dari caranya memanjat pohon, kita akan menilai bahwa ikan tersebut sangatlah bodoh." -Albert Einstein Begitulah yang terjadi jika orangtua salah menilai anaknya. Alih-alih bangga, orangtua justru menjadi kecewa dan mengeluh. "Kenapa, ya anakku malas belajar? Kerap memukul? Enggak percaya diri? Suka berbohong? Sulit dinasihati? Tidak Mandiri?" Sebelum membuat kesimpulan dan justru mencap anak dengan label negatif, coba tanyakan kepada diri Anda sendiri. "Jangan-jangan, kita yang sudah merusak semangat belajarnya. Mungkin anak hanya meniru yang dia lihat. Apakah sudah tepat cara kita mengasuh dan mendidiknya?" Sesungguhnya, perilaku anak adalah respons dari apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan. Agar dapat membantu anak berkembang dengan maksimal, kita harus mengenali karakter anak yang sudah pasti berbeda antara satu dengan yang lain. Dengan begitu, perlakuan pada setiap anak juga bisa jadi berbeda. Yuk kenali anak kita! Dengarkan dengan hati dan beri dia kesempatan agar tumbuh menjadi manusia dewasa yang sesungguhnya. Foto penulis Angga Setyawan adalah seorang praktisi parenting dan wirausahawan yang menggagas gerakan Orangtua Berilmu, Anak Indonesia Bermutu. Akunnya @AnakJugaManusia telah diikuti puluhan ribu follower yang sama-sama ingin belajar menjadi orangtua yang selalu menyediakan hati untuk anak. Bukunya dengan judul yang sama, juga mendapat respons yang luar biasa dan telah dicetak berkali-kali.

[Mizan Noura Books, Keluarga, Anak, Parenting, Indonesia]

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.