Jejak Sejarah Bawaslu: Catatan dan Memoar Awal Berdirinya dalam Pengawasan Pemilu

· Penerbit NEM
Ebook
261
Pages

About this ebook

Buku yang ada di tangan anda ini merupakan catatan dan narasi terkait bagian kecil dari jejak sejarah berdirinya sebuah lembaga yang bernama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Bawaslu berdiri pada tahun 2008, yang sebelumnya bernama Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu). Lembaga (Bawaslu) pada awalnya hanya berdiri di tingkat Pusat saja, dengan dilantiknya 5 (lima) orang Pimpinan Bawaslu RI terpilih pada tanggal 9 April 2008 untuk periode 2008-2012 di aula KPU RI oleh Hakim Agung atas nama Presiden, yang selanjutnya tanggal tersebut diperingati sebagai hari kelahiran Bawaslu. Setelah dilantik, 5 (lima) pimpinan Bawaslu tersebut membangun kelembagaan dengan berbagai dinamika yang dihadapi saat itu, seperti belum adanya anggaran dan Kepala Sekretariat bahkan ruang sekretariat juga belum ada. Pada akhirnya, untuk ruang sekretariat dipinjami 2 (dua) ruangan yang ada di KPU RI. Kurang lebih selama 6 (enam) bulan selanjutnya setelah ada Kepala Sekretariat, berpindah kantor di Gedung Juang 1945 Menteng Jakarta. Kemudian pada tahun 2010, Bawaslu mulai berkantor di Jalan MH. Thamrin 14 Jakarta (sampai sekarang). Bawaslu dihadapkan dengan tahapan pemilu yang sudah berjalan dan pemilihan Kepala Daerah di beberapa daerah, sehingga harus membentuk Panwaslu Tingkat Provinsi dan Panwas Pilkada tingkat Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada. Selanjutnya kelembagaan Bawaslu ini setelah ada Kepala Sekretariat berubah menjadi Sekretaris Jenderal, kemudian selanjutnya di tingkat Provinsi menjadi permanen bahkan sampai di tingkat Kabupaten/Kota pada tahun 2018 juga menjadi permanen, yang sampai kini Penyelenggaraan Pemilu yang di dalamnya ada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai satu kesatuan fungsi dalam penyelenggaraan pemilu untuk mewujudkan demokratisasi di negeri ini. Dalam penulisan buku ini banyak catatan sejarah berdirinya Bawaslu pada periode pertama, yaitu pada tahun 2008-2012. Semoga dari buku, ilmu pengetahuan dan hikmah seperti inilah yang manusia hari ini dan esok memerlukannya untuk sebuah jalan membangun peradaban dan sejarahnya, khususnya terkait demokrasi dan kepemiluan di negara ini.

Discover more

About the author

Lahir dari keluarga sederhana yang bapaknya seorang petani desa dari kalangan nahdziyin diberi nama Akhmad Farichin Beka: yang lahir di Batang pada Desember 1972 dari tujuh bersaudara, namun 4 saudaranya meninggal pada saat usia masih kecil sehingga pernah menjadi anak semata wayang atau anak tunggal, kemudian pada usia SMP dan SMA orang tuanya melahirkan dua anak yakni laki-laki dan perempuan paling bontot dan kini masih mempunyai 2 saudara yang masih hidup. Selama hidup, dari SD sampai di tingkat SLTA sambil tinggal di Pondok Pesantren, menempuh pendidikan di Batang dan melanjutkan kuliah di IAIN Walisongo Pekalongan pada tahun 1991. Dan sejak kuliah di Pekalongan mulai aktif ikut kegiatan di HMI cab. Pekalongan dilanjutkan ke Badko HMI Jateng-DIY periode 1999-2001, dan selanjutnya menjadi Pengurus Besar PB HMI Periode 2003-2005. Pernah mendaftar kuliah di Universitas Paramadina Jakarta namun tidak dilanjutkan. Sebelum hijrah ke Jakarta, pernah mendirikan LBH – Mizan di Batang, di samping itu juga pernah berbisnis sembako yang hanya berjalan hanya 2 (dua) tahun, dan kemudian tahun 2003 hijrah ke Jakarta.

Pada tahun 2005 sampai 2008 pernah menjadi wartawan “Majalah Gerbang Pemuda” di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sejak awal berdirinya Bawaslu tahun 2008, bekerja di Bawaslu RI sampai tahun 2018, kemudian pulang kampung di Kabupaten Batang. Pada tahun 2018, mendaftar Bawaslu Kabupaten Batang dan terpilih menjadi anggota Bawaslu Kabupaten Batang Periode 2018-2023. Dan menulis Buku “Jejak Pengawas di Bumi Alas Roban Catatan Dinamika Pengawasan Pemilu di Kabupaten Batang”, dan pada tahun yang sama menulis Buku “Kilas Balik Pengawas Pemilu dan Pilkada Kabupaten Batang Periode 2004-2023” bersama pimpinan Bawaslu Batang lainnya. Tahun 2023 kemudian penulis mendaftar lagi sebagai Bawaslu Kabupaten Batang untuk periode kedua dan terpilih lagi sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Batang periode 2023–2027. Pada tahun 2024 menulis buku “Kearifan Lokal Sengketa Proses Pemilu Narasi dan Catatan Kaki Bawaslu Kabupaten Batang dalam Sengketa Proses Pemilu Tahun 2024”. Kalimat syukur kepada-Nya penulis ucapkan tiada henti atas terbitnya buku ini, dan tidak pernah hati penulis berhenti memohon agar Allah menganugerahkan hidayah kepada lebih banyak manusia agar mengerti buku apa yang mereka butuhkan untuk mereka baca setelah Al-Qur’an, misalnya buku yang di tangan anda ini. Barokallah…

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.