Buku ini hadir untuk mengajak kita melihat TB komorbid dengan kacamata yang lebih manusiawi. Dengan menggabungkan data medis, perspektif psikososial, dukungan sosial, literasi kesehatan hingga dimensi budaya dan spiritual, sehingga kita paham bahwa pengobatan tidak cukup hanya dengan resep obat. Ada kebutuhan untuk menghadirkan dukungan sosial, literasi kesehatan, budaya sehat, kekuatan spiritual, serta jejaring kebijakan yang berpihak pada pasien.
Secara akademis, buku ini menelusuri berbagai studi mutakhir tentang hubungan TB dengan penyakit penyerta, sekaligus dampak psikis yang kerap tersembunyi: depresi, kecemasan, hingga rasa kehilangan makna hidup. Secara ilmiah, ia menawarkan kerangka integratif yang memadukan promosi kesehatan, skrining komorbid, serta intervensi psikosial berbasis keluarga dan masyarakat.
Di balik kajian akademis yang serius, buku ini juga mengetuk sisi kemanusiaan kita: bahwa pasien TB komorbid bukan sekadar angka statistik, melainkan manusia yang butuh diperlakukan dengan cinta, diterima tanpa stigma, dan didukung dalam perjalanan panjang menuju kesembuhan.
Singkatnya, buku ini adalah jembatan antara ilmu dan empati. Buku ini relevan dibaca oleh akademisi, praktisi kesehatan, pembuat kebijakan, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang peduli pada kesehatan. Dengan memahami isi buku ini, kita diajak untuk berkontribusi mewujudkan kesehatan jiwa yang inklusif dan manusiawi bagi penderita TB komorbid.
Jumartin Gerung, S.Si., M.Kes. adalah dosen di Universitas Mandala Waluya, Kendari. Saat ini penulis sedang melanjutkan studi di program Doktoral Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin di Makassar. Pendidikan tinggi ditempuh mulai dari S1 di Fakultas MIPA Universitas Haluoleo, Kendari, dan melanjutkan studi program Magister Kesehatan di Universitas Hasanuddin pada tahun 2008. Selain menempuh pendidikan formal, penulis juga pernah mengenyam pendidikan nonformal melalui beberapa short-course dan pelatihan yang diselenggarakan berbagai lembaga, menjadi presenter di sejumlah kegiatan seminar/webinar mengenai masalah kesehatan masyarakat, juga terlibat pada berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat yang concern dalam isu-isu kesehatan masyarakat khususnya promosi kesehatan. Selain menjalani program doktoral saat ini, penulis juga merupakan salah satu tenaga pengajar di Universitas Mandala Waluya, Kendari sejak tahun 2011 sampai sekarang. Untuk berkomunikasi lebih lanjut bisa melalui surel jumartin.gerung@gmail.com.
Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.ScPH., Ph.D. lahir di Tanatoa pada tanggal 29 Mei 1972, adalah Guru Besar Universitas Hasanuddin sejak 1 Oktober 2017 dan saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat periode 2022-2026. Beliau menempuh pendidikan S1 dan S2 di Universitas Hasanuddin dalam bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, serta melanjutkan S2 dan S3 di Griffith University, Australia dalam bidang Public Health. Bidang keahlian beliau adalah di bidang administrasi kesehatan, kebijakan, kesehatan perkotaan, dan kemitraan. Selain mengajar berbagai mata kuliah S1-S3 di bidang kesehatan masyarakat, Prof. Sukri aktif melakukan penelitian, menulis artikel ilmiah internasional bereputasi, serta menghasilkan sejumlah buku terkait politik kesehatan, kepemimpinan kesehatan, dan konsep kota sehat. Ia juga banyak terlibat dalam pengabdian masyarakat, menjadi narasumber seminar nasional dan internasional, serta meraih berbagai penghargaan, termasuk Satyalancana dari Presiden RI (2014).
Prof. Dr. dr. H. Muhammad Syafar, MS. lahir di Ujung Pandang pada tanggal 21 Oktober 1954. Beliau merupakan seorang Guru Besar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin khususnya dalam bidang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Riwayat pendidikan beliau dimulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Program Studi Pendidikan Dokter, yang diselesaikan pada tahun 1987 dengan skripsi berjudul “Faktor yang Berhubungan dengan Kegiatan BBLR di RSU Tenriwaru (Kabupaten Bone)”. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan pada jenjang Strata 2 (S2) di Universitas Airlangga, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan lulus pada tahun 1991 dengan tesis berjudul “Efektifitas Simulasi dan Field Trip Penyuluhan Sanitasi Lingkungan Pemukiman di Kotamadya Ujung Pandang”. Pendidikan Doktoralnya (S3) ditempuh di Universitas Hasanuddin pada Program Studi Ilmu Kedokteran, dan berhasil diselesaikan pada tahun 2006 dengan disertasi berjudul “Perilaku Penderita TB terhadap Kesembuhan dengan Program DOTS”. Dalam kiprahnya di bidang akademik, Prof. Dr. dr. H. Muhammad Syafar, MS. dikenal sebagai sosok yang konsisten mengabdikan diri pada dunia pendidikan dan penelitian.