Demi Ayah...

QultumMedia
8
Free sample

Ayah,
Di mana Ayah sekarang? Bagaimana kondisi Ayah saat ini? Yash khawatir sekali, sungguh. Sudah hampir seminggu Yash tak mendapatkan kabar tentang Ayah.

Suster Via bilang, Ayah dalam kondisi baik-baik saja dan sedang dirawat di ruangan khusus. Kalau Ayah baik-baik saja, mengapa mesti dirawat di ruangan khusus? Mengapa tak dirawat dalam satu ruangan dengan Yash?

Lalu, kemana Ibu, Kak Elsa, dan Kak Anna? Yash ingin bertemu. Sejak Yash membuka mata sampai sekarang, Yash belum melihat mereka. Apakah Ayah tahu di mana mereka?



-QultumMedia-

Read more
4.0
8 total
Loading...

Additional Information

Publisher
QultumMedia
Read more
Published on
Feb 1, 2015
Read more
Pages
250
Read more
ISBN
9789790173088
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Fiction / Family Life
Fiction / General
Religion / Islam / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
"Terima kasih, buku ini mengingatkan saya akan nilai ketulusan seorang ayah kepada anaknya. Mengingatnya adalah kekuatanku..."
—Jaya Setiabudi (@JayaYEA). Juragan besar www.yukbisnis.com

"Kisah di buku ini membuka paradigma, betapa seringnya kita melupakan jasa seorang Ayah. Baca... Renungkan... Dan, dapatkan keajaibannya di buku ini.”—Reza "AXL" Nurhilman (@axltwentynine). Presiden Maicih. Founder Spicy Granny & Sinergy Land

"Untuk orang yang tumbuh tanpa figur ayah, buku ini sukses mengenalkan ke gue, seperti apa ayah itu. Dan gue jadi tahu, kelak gue harus jadi ayah kayak apa."—Alit Susanto (@ shitlicious). The author of relationshit & skripshit. blogger of www.shitlicious.com

"Buku ini sungguh berarti bagi seorang anak yang ingin berbakti."—Heru Lelono (@her_alone). Staf Khusus Presiden RI. www herulelono.blogspot.com

"Ayah adalah sumber harta. Darinya kita belajar mencari harta dunia, sekaligus akhirat. Buku ini mengisahkannya. Baca dan praktikkanlah."—Dr. Ponijan Liaw. M.Pd. (@ PonijanLiaw). Komunikator No. 1 Indonesia

"Jarang sekali kita temukan buku terkait kemuliaan ayah. Banyak hal positif yang dapat dipetik dalam buku ini. Saya mendapatkan, selain ibu sebagai pemilik ‘surga di bawah telapak kakinya itu', bahwa ayah adalah anugerah mulia yang diberikan oleh Allah SWT untuk seorang anak."—Rio Saptarika (@riasaptarika). Wakil Walikota Batam 2006-2011

"Buku ini sangat luar biasa. Sebagai seorang putra yang telah ditinggalkan ayahnya ke surga, saya merasa sangat tersentuh sekali dengan kisah serta cerita-cerita yang dituliskan di buku ini."—Danny Baskara (@ dannybaskara. @ kata2bijak). Pengusaha. Founder PT. Evoucher Indonesia

"Air mata ayah hanya ada di dalam hatinya. Saat membaca buku ini, saya teringat almarhum ayah saya. Tak terasa, air mata menetes, Subhanallah... Buat Anda yang ayahnya masih hidup, BACA buku ini dan SEGERA sampaikan rasa terima kasih kita kepada ayah. Jangan sampai terlambat!"—Indra @ Noveldy Relationship Coach. Penulis buku best seller. "Menikah untuk Bahagia". Founder www.SekolahPernikahan.com

-WahyuQolbu-

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.