The Blonde Lady

Free sample

Kota Paris digegerkan oleh pengumuman hasil pengundian lotere bernilai 1.000.000 franc. Pasalnya, ada dua orang yang mengklaim dirinya sebagai pemilik undian bernomor 514 seri 23 tersebut. Kejadian ini disusul dengan kematian seorang Baron dan pencurian berlian biru yang sangat mahal. Semua kejadian memiliki benang merah yang sama: keterlibatan Arsene Lupin dan seorang wanita berambut pirang.

Kepada Inspektur Ganimard sudah kehabisan akal mencari cara memecahkan kasus ini. Walaupun dia sangat yakin Lupin adalah dalang semua kekacauan yang terjadi. Sampai akhirnya, datanglah Holmlock Shears, detektif Inggris yang sangat terkenal kehebatannya. Maka, dimulailah pertarungan antara dua tokoh besar. Seorang pencuri yang sangat lihai dan cerdik melawan detektif yang tidak pernah gagal memecahkan kasusnya.

Arsene Lupin adalah tokoh pencuri cerdik karya maurice LeBlanc. lupin yang pertama kali muncul tahun 1905 menggunakan kelihaiannya untuk hal-hal yang baik walaupun caranya bertentangan dengan hukum. Kehebatan Lupin disamakan dengan tokoh detektif terkenal Sherlock Holmes.
Read more

Reviews

Loading...

Additional Information

Publisher
Bukune
Read more
Pages
314
Read more
ISBN
9786028066976
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Comics & Graphic Novels / General
Comics & Graphic Novels / Historical Fiction
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Zakky Ramadhany
Ada yang lebih berat dari sekadar mengangkat beras dengan tenaga kuli, wahai kawan. Ada yang lebih sulit mendaki gunung Himalaya dan Jayawijaya. Faktor terhadap apa yang disampaikan dosen ternyata tidak selalu mudah. Selalu ada rasa ngantuk, bosan, dan jenuh. Nggak jarang ada yang sukarela menidurkan diri di sela-sela penjelasan dosen. Heru, temen gue yang berkepala plontos, kali ini sedang asyik mimpi indah. Di sisi lain, Ibu Inda sedang semangat 45 menyampaikan teori. Sampai akhirnya….

“Tampaknya ada yang sedang mimpi indah di sini.”
Kami semua sudah paham dan mengerti. Pelaku juga sudah kami ketahui sejak jauh-jauh hari.
“Heru!!!” Ibu Inda memanggil Heru. “Nyenyak tidurnya?”
Nice question.
Seketika Heru bangun dari tidur. Matanya berat kayak orang yang begadang semaleman. Apa dia nonton bola gitu, ya? Atau semalem jadwal dia ikut ronda?
“Heru, silakan cuci muka. Jika berminat, saya punya suplemen pencegah kantuk. Cocok untuk orang yang sering begadang, kurang tidur, dan cacingan. Saya pikir suplemen ini cocok bagi pekerja keras seperti kamu, Her.”

Dalam situasi seperti itu pun, Ibu Inda masih sempet berpromosi.

Jangan bilang menjadi mahasiswa itu gampang. Lihat saja perjuangan Egi dan kawan-kawannya. Mereka tiap hari banting tulang mengikuti kelas yang membosankan, mengerjakan segambreng tugas, hingga harus menjaga eksistensi di organisasi kemahasiswaan yang diikuti. Hal tersebut tidak lantas membuat mereka kejang-kejang, hanya otak mereka yang sedikit melenceng dari keadaan normal. Simak tingkah konyol mereka di buku Semester Disaster ini.
©2017 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.