Buku Puja Bhakti Bahasa Tibet-Indonesia.
Kidung Manggala Bhakti—Nyanyian Putra Sudhana adalah kompilasi teks puja berdasarkan Silsilah Emas Suwarnadwipa yang pertama kali digagas dan diluncurkan oleh Suhu Bhadra Ruci pada Waisak tahun 2009. Sebagai teks puja rujukan, Kidung utamanya disusun berdasarkan teks-teks yang dikeluarkan oleh Pusat Dharma Guru Dagpo Rinpoche di Perancis dan buku doa Biara Dagpo Shedrup Ling di India, serta rujukan tekstual lainnya. Melengkapi dirinya berdasarkan dua rujukan utama tersebut, menjadikan Kidung sebagai teks yang unik karena ia bisa dipraktikkan berdasarkan tradisi autentik yang telah tersebar di berbagai belahan bumi, dengan Indonesia selaku poros penyatu.
Sejak edisi perdananya, Kidung telah diterbitkan ulang dengan revisi dan penambahan pada tahun 2011 dan 2014. Edisi terbaru ini berupaya melengkapi praktik utama Kidung, yaitu seperangkat metode penuh berkah yang telah tersistematisasi yang disebut Enam Praktik Pendahuluan (6PP). Terbagi menjadi dua silsilah utama, yaitu Silsilah Jalan Mudah Jalan Cepat dan Silsilah Selatan. Dewasa ini, Praktik 6PP Silsilah Selatan sudah semakin langka dipraktikkan sehingga dibutuhkan perhatian khusus dan upaya bersama untuk menjaga dan melestarikannya. Oleh sebab itu, dalam Kidung revisi ini, 6PP Silsilah Selatan menjadi doa pertama yang dilengkapi oleh penerbit, yang kemudian ia menjadi rujukan bait berulang pada doa-doa selanjutnya.
Lantunan 6PP di Kidung dilengkapi juga dengan teks-teks Doa Umur Panjang untuk guru-guru yang dekat dengan para praktisi di Indonesia. Secara khusus, Kidung berisi Doa Umur Panjang Yang Mulia Biksu Bhadra Ruci yang digubah langsung oleh Guru Dagpo Rinpoche pada tahun ini. Doa ini sekaligus berkah pertanda baik bagi komunitas praktisi di Indonesia karena menandai peringatan ulang tahun Suhu yang ke-50. Semoga lantunan putra-putri Sudhana memenuhi aspirasi mulia para guru, utamanya mengembalikan kejayaan Silsilah Emas Suwarnadwipa di Bumi Nusantara.
Meskipun tercantum istilah "buy/beli" pada aplikasi Google Books ini, teks Dharma sebagai salah satu perwujudan dari Objek Tisarana seyogyanya tidak diperjualbelikan.
Oleh karena itu, bangkitkan dalam batin Anda, bahwa Anda MENGUNDANG "kehadiran" teks Dharma ini sehingga Anda bisa belajar dan mempraktikkannya sebagai salah satu metode berlindung pada Dharma. Bangkitkan pula dalam batin Anda, bahwa dana yang Anda keluarkan adalah sebagai sebuah bentuk persembahan untuk mengundang kehadiran Dharma ke dalam hidup Anda.
Dana ini akan digunakan oleh pihak Penerbit untuk pertama-tama, menutupi biaya-biaya operasional langsung yang dibutuhkan untuk menghasilkan teks Dharma ini, kemudian jika ada kelebihan, maka akan dialokasikan sebagai dana "Dharma Patron" yang mana akan digunakan untuk: 1) penerbitan dan penyebaran lebih banyak lagi teks Dharma, 2) penyelenggaraan kegiatan Dharma, dan 3) operasional serta mobilisasi relawan untuk mendukung aktivitas 1) dan 2) di atas.