Buku ini menyoroti bagaimana Islam di Nusantara mampu beradaptasi dengan budaya lokal, seperti yang terlihat di Pondok Pesantren Suryalaya, yang memadukan ajaran Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah dengan budaya Sunda. Tradisi tarhim, yang merupakan salah satu dari sekian banyak tradisi budaya yang pernah ada, menjadi satu-satunya yang masih lestari dan menjadi bagian integral dari kehidupan spiritual masyarakat pesantren.
Pembaca akan diajak untuk memahami evolusi tarhim, mulai dari praktik individu yang sederhana di masa Abah Sepuh yang dibawakan oleh H. Ahmad Sobari , hingga menjadi tradisi berjamaah dengan kaderisasi yang terstruktur di masa Abah Anom. Buku ini juga mengupas unsur-unsur bacaan dalam tarhim, termasuk penggunaan lagu-lagu Timur Tengah (Mishri) dan laras Sunda (salendro), yang menunjukkan kekayaan perpaduan budaya dalam praktik spiritual ini. Lebih dari sekadar ritual, tarhim di Pondok Pesantren Suryalaya berfungsi sebagai "alarm alami" yang membangkitkan kesadaran religius, menggerakkan hati yang lalai, dan mendorong masyarakat untuk beribadah di sepertiga malam.
Kamaludin Koswara lahir di Kabupaten Tasikmalaya pada hari Kamis tanggal 03 Juli 1986, anak keenam dari pasangan Bapak Aleh dan Ibu Rabi’ah. Penulis tinggal di dusun Godebag RT 03 RW 02 Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat 46158.
Pengalaman Pendidikan: Penulis lulus pendidikan dasar pada tahun 1999 di SDN 3 Tanjungkerta Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, tahun 2002 lulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Serba Bakti Pontren Suryalaya, tahun 2005 lulus dari Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Serba Bakti Pontren Suryalaya. Tahun 2009 lulus Strata 1 dari IAILM Pondok Pesantren Suryalaya Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada Tahun 2017 lulus dari Sekolah Pasca Sarjana Prodi Ilmu Tasawuf IAILM Pontren Suryalaya.
Karya Tulis: Buku Elmu Tajwid Basa Sunda (Pengajian Tradisional YSB Pontren Suryalaya).
Pengalaman Pekerjaan: Guru di MTs Serba Bakti Suryalaya sejak tahun 2005 sampai sekarang, Kepala Tata Usaha MTs Serba Bakti tahun 2022 sampai sekarang, Pengajar di Pengajian Tradisional Pontren Suryalaya sejak tahun 2005 sampai sekarang.