Rasa tentang cinta berbalut perjuangan.
Rasa tentang perjalanan panjang tanpa awal dan akhir.
Rasa tentang kepekatan tersundut pilu.
Buku ini menceritakan tentang berbagai perasaan yang saling berkelindan di kehidupan sehari-hari. Seseorang yang datang dan kemudian pergi. Perempuan yang menantikan sebuah hati. Buncahan rasa yang muncul ke permukaan. Keharusan pergi meninggalkan seseorang. Laki-laki yang bertahan dalam kerinduan.
Semuanya tertuang dalam sebuah puisi tentang kerinduan. Yang pekat.
Titot, adalah panggilan penulis ketika remaja. Dia suka dipanggil demikian. Penulis sering kali memikirkan segala sesuatu dengan penuh pertimbangan. Menimbang ini dan itu. Karakter ini selaras dengan Libra yang menaungi bulan ketika penulis dilahirkan.
Tita adalah seorang istri dan ibu dari dua orang gadis. Bersama suami dan kedua gadisnya, Tita bepergian ke beberapa daerah indah di Nusantara. Hanya tinggal satu pulau besar yang belum dicicipi keindahannya: Papua.
Kopi adalah minuman pahit berkhasiat yang dipilih dan bisa dinikmati Tita ketika sakit kepala. Meski tak menyukai rasanya, dia memaksa diri untuk meminumnya. Kata suaminya, kafein yang terkandung di dalam kopi dapat meredakan sakit kepala. Entah karena sugesti yang diberikan, atau memang benar adanya, sakit kepala itu betul lenyap.
Penulis telah menulis sebuah buku (sedikit) ilmiah, dan sedang mengerjakan beberapa buku lain. Buku kumpulan puisi adalah karya yang tak direncanakan. Puisi-puisi di buku ini dibuat secara tak sengaja. Ditulis berdasarkan stimulus yang muncul. Ditulis terserak di beberapa media sosial. Ketika kemudian muncul ide untuk disatukan, maka jadilah.
Semoga masih ada buku lain yang bisa tercipta. Untuk dibaca. Untuk dinikmati.