SHI adalah satu bunyi Jepang dengan dua makna yang terdengar sama persis: empat — dan kematian. Dari kebetulan bahasa itu lahir buku ini: empat percakapan seorang empu kintsugi tentang empat pilar yang menopang hidup manusia.
Cinta (愛). Sebagian besar hidupnya, penulis tidak mencintai — ia ingin memiliki. Percakapan pertama tentang perbedaan dua hal itu, dan tentang kenapa cinta yang sejati harus dilepaskan — bukan dilepas pergi, melainkan dilepaskan dari genggaman.
Kematian (死). Bukan untuk ditakuti, melainkan didekap dalam benak — diam-diam, seperti orang menyimpan dalam ingatan bahwa kompor itu panas. Karena kematianlah yang membuat cinta menjadi mendesak, dan dari sanalah segala nilai berasal.
Waktu (時). Kau tidak memiliki waktu. Kau terbuat darinya. Percakapan ketiga tentang empat kata kerja — menghabiskan, kehilangan, menjual, menghadiahkan — dan tentang kenapa hanya yang dihadiahkan yang tidak lenyap.
Kehadiran (在). Pilar yang berdiri di bawah ketiga lainnya. Karena siapa yang akan melepaskan, mendekap, dan menghadiahkan — kalau dirimu sendiri hampir tak pernah ada di dalam hidupmu sendiri?
Ini bukan filsafat — filsafat dibaca lalu ditaruh di rak. Bukan ajaran — penulis menolak mengajar dan menyebut dirinya bukan guru. Ini optik: sebuah cara memandang, yang setelahnya cangkir retak di dapurmu, percakapan dengan ibumu, dan menit yang sedang berjalan ini tak lagi terlihat sama.
Denys Rzhavskyi adalah empu kintsugi — kriya Jepang yang merangkai keramik pecah dengan pernis dan emas, tanpa menyembunyikan garis rekahnya. Ia menulis bukan dari puncak, melainkan, seperti katanya sendiri, "dari sungai yang sama, yang di dalamnya aku berdiri sepinggang." Buku ini lahir dari empat rekaman suara ke dalam gelap — direkam bukan untuk pendengar mana pun — dan dari pecahan-pecahan, milik orang lain dan miliknya sendiri, yang setiap hari ia pegang di mejanya.
Buku ini tidak bisa dibaca cepat. Bukan karena penulis menginginkannya — karena ia memang tersusun begitu. Satu bab. Kadang setengah. Di akhir setiap bab — satu kalimat yang bisa dibawa pergi dan dihidupi selama seminggu.
"Lepaskan cinta, sambil mendekap kematian. Hadiahkan waktumu. Dan beradalah di sini — selagi ia berlangsung."
Untuk pembaca yang pernah kehilangan, sedang kehilangan, atau berdiri di atas sesuatu yang retak dan tak tahu: dibuang — atau dicoba dirangkai.
Yang dirangkai dengan emas bernilai lebih daripada yang tak pernah pecah.
Denys Rzhavskyi adalah seorang penyair, seniman, musisi, dan kreator konseptual kelahiran Ukraina. Ia adalah pendiri The Best Place — sebuah galeri virtual, biara kreatif, dan eksperimen hidup tentang masa depan realitas.
Ia menyandang gelar simbolis Master of Kintsugi (金継ぎの師) di Dataism Temple. Gelar tersebut mencerminkan inti dari praktik kreatifnya: memulihkan fragmen-fragmen yang pecah dan mengubahnya menjadi jalinan emas yang bermakna. Bagi Denys, kintsugi bukan sekadar seni tradisional Jepang untuk memperbaiki keramik dengan pernis dan emas. Kintsugi adalah filosofi kehidupan, seni, teknologi, dan transformasi manusia.
Perjalanan kreatifnya melintasi dunia sinema, puisi, musik, seni kontemporer, realitas virtual, estetika Jepang, budaya-budaya kontemplatif Asia, blockchain, mode, sistem permainan, dan ruang digital. Alih-alih memisahkan berbagai disiplin tersebut, ia menyatukannya menjadi satu ekosistem hidup: New Digital Experience.
Retakan bukanlah sebuah cacat.
Retakan adalah tempat di mana emas masuk.