Buku ini bukan hanya dokumentasi, melainkan jembatan antara masa lalu dan masa kini. Dengan konversi ke kilogram, liter, meter, dan hektar, pembaca akan melihat bagaimana tradisi bisa hidup berdampingan dengan standar modern. Inilah karya yang menghidupkan kembali kearifan lokal, sekaligus memperkaya pemahaman kita tentang perdagangan, budaya, dan identitas Dayak Desa.
Ditulis dengan pendekatan etnografis dan analitis, buku ini menghadirkan kisah bagaimana tradisi pengukuran bertahan, bertransformasi, dan dikonversi ke sistem modern agar tetap relevan dalam dunia perdagangan masa kini. Sebuah bacaan penting bagi akademisi, pemerhati budaya, maupun siapa saja yang ingin memahami kekayaan pengetahuan lokal nusantara.
Emilia Dewiwati Pelipa, S.E., MM. lahir di Umin pada tanggal 06 Oktober 1984. Saat ini penulis tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Pendidikan tinggi ditempuh mulai dari S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana Malang (lulus 2008), Pascasarjana di Universitas Gajayana Malang dengan spesialisasi Magister Manajemen (lulus 2010). Aktivitas penulis saat ini sebagai dosen pada jenjang sarjana di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang. Penulis mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan periode 2024-2028 di sekolah tinggi tersebut. Penulis juga aktif sebagai Pengurus Koperasi Kredit CU BIMA periode 2024-2028. Jalin kerja sama dengan penulis via surel pelipaemilia@gmail.com.