Gulag

Bentang Pustaka
4
Free sample

Gulag adalah neraka bagi rakyat Uni Sovyet di bawah kekuasaan Stalin yang tersembunyi dari mata dunia. Tak seorang pun mampu luput darinya, termasuk pemuka agama, wanita, bahkan anak-anak. Dengan gaya bertutur yang tangkas dan lincah, kadang berbau satiris, Solzhenitsyn menuturkan operasi penangkapan, kamp kerja paksa, suasana batin dan derita fisik para tahanan, dan orang-orang yang secara mengejutkan memiliki keteguhan moral menghadapi penindasan dan penyiksaan, serta kehidupan di pengasingan.

Solzhenitsyn lebih menekankan aspek moral dari persoalan yang diangkatnya ini. Pengungkapan kekejaman dan keculasan yang dilakukan sebuah rezim penguasa tidak cukup hanya dipandang sebagai masalah politik, tetapi juga merupakan masalah moral yang mengantarkan pembaca pada pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang sifat manusia sendiri: apakah manusia pada dasarnya memang jahat? Ataukah baik? Dan mungkin yang paling penting: mengapa manusia sering kali  tidak mampu menentang kejahatan yang terjad di depan matanya sendiri?

Melalui versi ringkas The Gulag Archipelago ini, Solzhenitsyn sekali lagi membuktikan bahwa kekuasaan pemerintah memang mampu melakukan berbagai bentuk kekejaman kepada manusia, fisik maupun mental, tapi tidak akan pernah bisa benar-benar memadamkan semangat manusia.


[Mizan, Bentang Pustaka, Novel Terjemahan, Sosial, Politik, Dewasa, Indonesia]

Read more

About the author

Aleksandr I. Solzhenitsyn (lahir 1918) membuat kecaman secara tidak resmi terhadap Stalin ketika masih menjadi tentara Soviet dan dijatuhi hukuman selama delapan tahun dalam sistem penjara bernama Gulag yang kemudian kita kenal lewat pengisahannya ini. Dia menjadi terkenal pada 1962 dengan karyanya One Day in the Life of Ivan Denisovich. Dia menerima hadiah Nobel Sastra pada 1970. Karena menulis TheGulag Archipelago, dia diasingkan pada tahun 1974 dan tinggal di Vermont, Amerika Serikat. Karya-karya utamanya antara lain novel The First Circle dan Cancer Ward, serta autobiografinya The Oak and the Calf. Pada 1994, Solzhenitsyn akhirnya berhasil kembali ke tanah kelahirannya.

Read more
5.0
4 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Bentang Pustaka
Read more
Published on
Feb 8, 2018
Read more
Pages
600
Read more
ISBN
9786022914518
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Education / Philosophy, Theory & Social Aspects
Young Adult Fiction / Politics & Government
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Read Aloud
Available on Android devices
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Candi Bahal I, II, dan III Padang Lawas, Sumatera Utara, yang diperkirakan dibangun pada abad ke-11, memiliki potensi yang sangat besar sekaligus penting untuk dijadikan sebagai media pembelajaran alam terbuka bagi peserta didik. Karena tidak terikat ruang kelas, belajar di alam terbuka memiliki kelebihan tersendiri, khususnya demi mendekatkan peserta didik dengan kekayaan budaya lokal. Candi Bahal sebagai ciptaan manusia adalah sim bolisasi fisik atas nilai-nilai kepercayaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, apalagi candi ini oleh Pemerintah Republik Indonesia telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Pariwisata Nomor PM.88/PW.007/MKP/2011 tanggal 17 Oktober 2010.

CandiBahal I, II dan III sebagai media pembelajaran alam terbuka juga mengandung nilai religi, toleransi hidup beragama, seni arsitektur, rekreasi, sejarah dan nilai kebhinekaan. Konsep media pembelajaran alam terbuka memang belum dikenal luas di Sumatera Utara, utamanya oleh guru-guru dan peserta didik. Padahal, model pembelajaran inovatif perlu kerap diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan daya serap peserta didik terhadap ilmu.

Dengan konsep belajar di luar ruang kelas, maka proses belajar akan lebih interaktif, konkret, dan kontekstual, karena peserta didik secara langsung dapat melihat ataupun menyentuh bangunan bersejarah dan bahkan dapat berfoto di lokasi bangunan bersejarah dimaksud. Selain itu dengan melihat langsung objek-objek bangunan bersejarah menjadi aspek penting dalam penyediaan lingkungan belajar yang baru. Hal ini merupakan perwujudan dari Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah berbunyi; Kompetensi Inti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: Inti sikap spiritual; Kompetensi Inti sikap sosial; Kompetensi Inti pengetahuan; dan Kompetensi Inti keterampilan [Pasal 3 ayat 3].

Candi Bahal I, II dan III sebagai media pembelajaran alam terbuka dapat dipergunakan oleh berbagai guru bidang studi seperti guru bidang studi PPKn, Agama, Sejarah, IPS, dan lain-lain.Guru-guru tersebut memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mempergunakan candi sebagai medianya dalam proses belajar mengajar dengan seluruh peserta didiknya.

Di masa depan, dengan semakin optimalnya candi Bahal dijadikan sebagai media pembelajaran alam terbuka, diharapkan dapat memupuk kesadaran guru, peserta didik dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya tersebut, karena saat ini pemeliharaan candi dimaksud masih belum optimal.

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.