Mengikat Makna Selamanya

Mizan Pustaka
16

Hernowo tak hanya bicara tentang keterampilan baca-tulis; lebih dari itu, dia terutama bicara tentang sebuah kehidupan yang bermakna.

—Riris K. Toha-Sarumpaet, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia*


Mas Her tidak “hanya” berteori. Dia menularkan “virus”-nya ke berbagai pihak, memberi daya gugah yang luar biasa, dan juga membuat terperangah banyak orang yang sehari-harinya menulis!

—Herry Mohammad, Redaktur Pelaksana Majalah B erita Mingguan GATRA*


Hernowo layak dikategorikan sebagai man of letters—paling berjasa dalam meyakinkan khalayak bahwa mengikat makna (menulis) memang jalan paling ampuh buat merebut kebahagiaan.

—Sumardianta, Guru Sosiologi SMA Kolese de Britto Yogyakarta*


Bagi Hernowo, teks atau tepatnya membaca teks adalah bagian hakiki dari kehidupan. Karena itu baginya, seperti kehidupan itu sendiri kaya dalam pelbagai aspeknya, teks juga amat kaya dalam pelbagai seginya ....

—Sindhunata, Pemimpin Redaksi Majalah Basis**


Betapa produktif dan kreatifnya Mas Hernowo. Usia tidak menghalanginya untuk terus menulis buku.

—Ratna Megawangi, Pendiri Indonesia Heritage Foundation (Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter)*


Sisi kirinya adalah gudang ilmu pengetahuan yang setiap hari bertambah, sementara sisi kanannya adalah lapangan sepakbola yang riuh sepanjang waktu. Hernowo menulis seperti mengunyah permen; makin lama makin asyik.

—Taufiq Pasiak, Ahli Optimalisasi Otak dan penulis buku best-seller, Revolusi IQ/EQ/SQ*


Karya kreatif-provokatif Mas Hernowo, semakin memperkuat dasar-dasar pedagogi dan sarat makna.

—A. Malik Fadjar, Mantan Menteri Pendidikan Nasional RI dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang*



* Termuat dalam Mengikat Makna Update: Membaca dan Menulis yang Memberdayakan (Kaifa, 2009)

** Termuat dalam Main-Main dengan Teks (Kaifa, 2004)

Read more

About the author

1. Haidar Bagir
Sahabat karib dan pendiri Penerbit Mizan


2. Sari Meutia
CEO Mizan Publishing


3. Miftah Fauzi Rakhmat
Sudah dimuat di www.genial.id dengan judul “Selamat Jalan, Mas Hernowo”.
Direktur Sekolah Muthahhari, penulis.


4. Bambang Trim
Sudah dimuat di Kompasiana, 25 Mei 2018.
Tukang Buku Keliling, Ketum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro) & Pendiri Institut Penulis Indonesia (institutpenulis.id).


5. Yuliani Liputo
Editor Penerbit Mizan sejak 1994


6. M. Iqbal Dawami
Penulis, editor, dan pelatih kepenulisan. dawami@gmail.com dan WA 085729636582


7. Nurul Agustina
Sudah dimuat di https://www.facebook.com/nurul.agustina.50/posts/10215385198878594
Ibu rumah tangga, penyuka buku dan tulis-menulis.


8. Iwan Yuswandi
Penulis dan ilustrator buku anak.


9. Yusran Darmawan
Blogger, peneliti, dan pencatat hal-hal tidak penting. Lelaki asal Pulau Buton ini menamatkan pendidikan program Communication and Development di Ohio University, Amerika Serikat. Kini, ia tinggal di kota Bogor dan bekerja di Institut Pertanian Bogor (IPB).


10. Sulhan Yusuf
Pegiat literasi, mukim di Makassar.


11. Iis Rosilah
Guru SD, murid Kelas Menulis Selasa Sore.


12. Nina Sintarijana
Aktivis perempuan, tinggal di Bandung


13. Rini Rahmawati
Guru SMA di Bandung


14. Anna Farida
Murid Kelas Menulis Selasa Sore, tinggal di Bandung


15. Basyrah Nasution
Sahabat karib


16. Rita Audriyanti
Penulis aktif di komunitas penulis Sahabat Pena Kita (SPK) dan menetap di Kuala Lumpur, Malaysia, telah menulis 5 buku selain antologi dan artikel; umm_salahuddin@yahoo.com dan FB: Rita Audriyanti-Kunrat


17. Solihin Agyl
Pengajar dan pelatih kreativitas untuk pengajaran bahasa Inggris dengan subjek Academic Writing dan Presentation and International Publication di Politeknik Negeri Jember dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember; penulis, penyunting, dan proofreader untuk manuskrip jurnal internasional dan peneliti di L-Pro Jember; masuk ke grup WA Rumah Penulis Indonesia (RUMPI) atas rekomendasi Pak Hernowo Hasim; bisa dihubungi di WA: 0585-383-8989 dan solihinagyl@gmail.com


18. Gunawan
Alumnus Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar, penyunting buku Karena Pendidikan Itu Sangat Penting (2017), ikut berpartisipasi dalam program Gerakan Seribu Buku (GSB) yang diselenggarakan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar (2013 & 2014), telah menelurkan 17 judul buku, bisa dihubungi lewat WhatsApp/Telegram: 082347310849


19. Neyla Hamadah
Senang menulis, aktif mengikuti kelas Akber Jogja (komunitas literasi dalam skala yang lebih luas), volunteer Jogja Menyala (komunitas yang peduli pada literasi sejati, membangun taman bacaan di desa-desa, dan menyalurkan buku-buku kepada yang membutuhkan), pengagum Gus Dur dan aktif di komunitas Gusdurian, ikut ngalap berkah di komunitas Baitul Kilmah milik sastrawan Aguk Irawan Mn penulis banyak novel yang difilmkan, meski bagaimana pun tetap bagus dan detail novelnya hehe, asli dari Desa Kawunganten, Kab. Cilacap, Jawa Tengah, kuliah di jurusan Manajemen UNU Yogya.


20. Fitri Ariyanti
Dosen Fakultas Psikologi Unpad, psikolog.


21. Qurrotul Uyun
Dokter gigi, belajar ke Pak Her saat SMA.


22. Badiatul Muchlisin Asti
Penulis, tinggal di Grobogan.


23. Casmi
Guru TK, Murid Kelas Menulis Selasa Sore Bandung.


24. Deni Gunawan
Mahasiswa Pak Her di Islamic College Jakarta.


25. Sri Margihastuti
Murid Kelas Menulis Selasa Sore.


26.       Khadijah Khasbullah
Guru Bahasa Jerman, di Bandung


27. Bety Rosana
Murid Kelas Menulis Selasa Sore


28. Abdul Rasyid Idris
Penulis, di Makassar


29. Bahtiar Baihaqi
Penulis jalur personal ini kini masih “terkutuk” sebagai editor bahasa koran nasional. Sambil belajar menjadi penulis profesional via GWA Rumah Penulis Indonesia (Rumpi), dia jadi terpicu untuk merevitalisasi kredo kepenulisanawamologinya yang belum rampung dirumuskan via blognya yang sudah sekian tahun mati suri: awamologi.wordpress.com. Dari segi hasil karya, boleh dikata belum ada yang layak masuk hitungan. Dia justru lebih banyak jadi penyokong istrinya menulis.


30. Dewi Hajarwati
Guru SDN Setiamekar 06 Tambun Selatan, aktif dalam kegiatan literasi dengan bergabung pada Komunitas Kreasi Penggerak Literasi


31. N. Syamsuddin Ch. Haesy
Biasa dipanggil dengan Bang Semch, Budayawan, CEO Akarpadi Communication, Anggota Dewan Penasihat Penpro.


32. Sasi Indudewi
Putu Sasi Indudewi, kelahiran Singaraja Bali, alumni Akuntansi Universitas Surabaya, yang memiliki hobi : membaca, menulis, menari, dan bermain gamelan Bali, seorang ibu dari 3 anak yang sempat berkarier sebagai akuntan di sebuah bank swasta nasional, sudah menerbitkan karya antologi. Tulisan blognya dapat ditemui di sasiindudewi.blogspot.com, FB: Sasi Indudewi, Ig: sasiindudewi. No yang bisa dihubungi: 0821 6828 1727

Read more
4.8
16 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Mizan Pustaka
Read more
Published on
Jul 11, 2018
Read more
Pages
148
Read more
ISBN
9786024410735
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Education / Counseling / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Read Aloud
Available on Android devices
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Segera setelah kata ''filsafat'' disebut, terbayanglah permainan kata-kata sulit yang ruwet--kadang-kadang absurd dan mengada-ada--hanya untuk berbicara tentang soal-soal yang tidak jelas kegunaannya. Paling bagus, orang akan menganggapnya sebagai ''ilmu tinggi'' yang hanya dipahami oleh segelintir orang yang memiliki selera agak aneh. Padahal, kenyataannya, filsafat adalah ibu kandung perkembangan paradigma atau pandangan dunia yang -- disadari atau tidak--selalu mendasari perkembangan ilmu-ilmu. Di dalam filsafatlah konsep-konsep seperti Tuhan, keadilan, kebebasan, kebahagiaan, dan berbagai konsep lain yang sentral bagi kehidupan manusia diperbincangkan dan dirumuskan.

Tidak terkecuali dalam peradaban Islam. Pernah ada masa ketika para ahli fiqih, tafsir, ilmu kalam, dan ilmuwan Muslim adalah sekaligus filosof. Dan perkembangan ilmu-ilmu Islam memiliki basis yang kuat dalam filsafat. Tapi, bukan hanya terasingkan, filsafat sempat dianggap sebagai ''anak haram'' yang menjadi sasaran sumpah serapah. Maka, terkesan bahwa peradaban Islam mengalami kemandekan.

Buku ini berusaha menyampaikan berbagai aspek filsafat Islam secara proporsional, ringkas, populer, dan mudah dipahami, tetapi sedapat mungkin juga cukup komprehensif dan tidak dangkal. Pembaca juga akan mendapati pandangan-pandangan segar yang tak segera bisa didapat dari buku-buku sejenis yang jauh lebih berat.

Dengan membaca buku ini, Anda diharapkan dapat mengetahui: 
- Apa itu filsafat Islam 
- Kegunaan filsafat Islam 
- Sejarah dan aliran-aliran dalam filsafat Islam 
- Konsep-konsep kunci dalam filsafat Islam 
- Filsafat politik dan filsafat etika.

[Mizan, Filsafat, Islam, Indonesia, Haidar Bagir, Indonesia]

Sekurangnya selama dua dekade--di negeri-negeri maju bahkan sejak setengah abad--yang lalu, kita menyaksikan kembalinya spiritualisme atau mistisisme ke dalam kehidupan manusia modern. Demikian pula halnya dengan spiritualisme Islam, yakni tasawuf. Keberhasilan peradaban modern dalam memenuhi tuntutan kemakmuran hidup ternyata justru menggarisbawahi dahaga orang pada spiritualisme.

Tapi, kenyataan ini tak lantas menghapus kesan di benak banyak orang bahwa tasawuf terkait erat dengan irasionalitas, klenik, bid'ah (mengada-adakan--dan mempersulit--hal-hal yang tak ada dalam sistem kepercayaan Islam), bahkan syirik.

Harus diakui bahwa tuduhan-tuduhan itu, meskipun terkadang berlebihan dan bersifat pukul rata, bukannya sama sekali tak punya alasan. Maka, buku kecil ini memiliki fungsi ganda. Pertama, memaparkan tasawuf secara proporsional, ringkas, populer, dan mudah dipahami, tetapi sedapat mungkin juga cukup komprehensif dan tidak dangkal. Kedua, mempromosikan sejenis tasawuf positif--sebagai lawan tasawuf negatif atau eksesif--yang sejalan dengan prinsip tauhid, akhlak Islam, rasionalitas, sikap proporsional terhadap kehiduapn duniawi, dan juga penghargaan terhadap sains. Meskipun ringkas dan populer, pembaca akan mendapati pandangan-pandangan segar yang tak segera bisa didapat dari buku-buku sejenis yang lebih berat.

Dengan membaca buku ini, Anda diharapkan dapat mengetahui:

* Makna tasawuf
* Manfaat bertasawuf
* Sejarah aliran-aliran tasawuf
* Konsep-konsep kunci tasawuf, khususnya zuhud
* Perbedaan tasawuf positif dan tasawuf negatif atau eksesif
* Tasawuf dan rasionalitas.

Sebuah buku saku yang mencerahkan tentang soal penting dan pelik dengan gaya penyampaian yang simpel dan mengalir. 

[Mizan, Haidar Bagir, Tasawuf, Sufi, Islam, Indonesia]

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.