Puji dan syukur Penulis haturkan kepada Sang Pencipta Kehidupan, yang telah memberikan rahmatnya sehingga penulis dapat menautkan serpihan-serpihan apa yang penulis rasakan. Sehingga lahir puisi suara hati ini, karena dilahirkan dari perasaan yang sedang dirasakan pada saat itu. Namanya manusia apa yang dirasakan selalu berbeda detik ini rasanya bisa A dan detik kemudian mungkin bisa berubah menjadi B. Seperti cuaca yang selalu berubah-rubah tidak menentu terkadang panas sekali tapi tiba-tiba mendadak turun hujan deras sekali. Demikian juga dengan puisi apabila sedang rindu maka yang terangkai suasana kerinduan, jika sedang semangat hal itu yang tergambarkan dan seterusnya.
Puji dan syukur Penulis haturkan kepada Sang Pencipta Kehidupan, yang telah memberikan rahmatnya sehingga penulis dapat menautkan serpihan-serpihan apa yang penulis rasakan. Sehingga lahir puisi suara hati ini, karena dilahirkan dari perasaan yang sedang dirasakan pada saat itu. Namanya manusia a...