3 Sisi Susi: Kisah Gila-gilaan Kecerdasan, Kesuksesan, & Keberanian Susi Pudjiastuti

VisiMedia
13
Free sample

Sang penerobos! Mungkin cap semacam itu sangat layak kita sematkan kepada sosok Susi Pudjiastuti. Pada masa remaja, dia berani melakukan pilihan hidup yang “gila” yaitu meninggalkan bangku SMA. Orangtuanya marah karena biaya untuk sekolah ada dan semua kebutuhan terpenuhi. Dia hanya ingin mandiri, menjalankan hal yang dia anggap mampu.

Berawal dari bakul ikan, Susi menjadi pengusaha sukses yang bisa mengekspor sendiri hasil tangkapannya. Ketika ada kebutuhan pesawat untuk membawa hasil laut ke tempat yang jauh dalam keadaan segar, tidak ada pihak perbankan yang yakin bahwa Susi bisa membayar. Empat tahun kemudian, barulah ada pengusaha nasional yang bersedia memberikan dana. Lain halnya ketika baru menjabat sebagai menteri, Susi yang dijuluki sebagai pahlawan laut, mengeluarkan terobosan baru dengan menenggelamkan kapal asing yang tepergok masuk ke perairan Indonesia tanpa izin dan membuat moratorium perizinan usaha perikanan tangkap. 

Tiga sisi yang diangkat dalam buku ini berkisah tentang terobosan atau kegilaan-kegilaan Susi, terkait kehidupan kecerdasan, kesuksesan, dan keberaniannya dalam kehidupan pribadi, perjalanan usaha, hingga kebijakan publiknya. Semangat yang ditularkan oleh Susi memberikan harapan kepada banyak orang bahwa tidak ada yang tidak mungkin tanpa usaha keras dan kesungguhan. Mungkin benar bahwa jika ingin mendapatkan hasil yang gila-gilaan, kita juga harus melakukan upaya yang gila-gilaan.




-VisiMedia-

Read more

About the author

Fatimazzahro atau yang biasa dipanggil Fyra Fatima, lahir di Surakarta pada 2 Agustus 1986. Menyelesaikan pendidikan diploma Jurusan Penyiaran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta, kemudian melanjutkan pendidikan strata satu di Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia.

Menulis dan membaca sudah menjadi kegemarannya sejak dulu. Selain aktif dalam banyak kegiatan, perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai wartawan ini kerap meliput berita seputar isu politik. Ketertarikannya pada dunia jurnalistik dimulai sejak masih duduk di bangku pendidikan menengah pertama. Aktif dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kampus yang berhubungan dengan jurnalistik, semakin memantapkan pilihannya berkecimpung di industri media. 

Mengawali kariernya sebagai penulis lepas dan penyiar radio di kota kelahirannya, kini Fyra telah menetap di Jakarta. Sebagai wartawan yang berada di desk politik, hukum, dan keamanan (polhukam), setiap hari dia bertugas meliput peristiwa politik yang terjadi di tanah air. Saat yang paling menyenangkan baginya, ketika tulisannya dapat berguna bagi orang lain. Dirinya berharap, pesan dalam tulisannya mampu menginspirasi orang suatu saat nanti. Penulis dapat dihubungi melalui email: bahieya@yahoo.com. 

Read more
4.6
13 total
Loading...

Additional Information

Publisher
VisiMedia
Read more
Published on
Mar 1, 2015
Read more
Pages
172
Read more
ISBN
9789790652392
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Biography & Autobiography / Political
Biography & Autobiography / Women
Juvenile Nonfiction / Girls & Women
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Sebagai seorang Kristen fundamentalis, dulu aku mendukung Israel. Pengalamanku di Sabra-Shatila menyadarkanku bahwa orang Palestina adalah manusia. Kebodohan dan prasangka telah membutakan mataku dari penderitaan bangsa Palestina. Buku ini adalah kesaksianku. Mulanya, karena latar belakang religinya, dr. Ang Swee Chai adalah pendukung Israel. Di matanya, orang Palestina adalah teroris. Namun, pada 1982, Israel menyerang Beirut dengan brutal. Keyakinannya pun mulai goyah. Ia putuskan untuk membuktikan sendiri dengan menjadi sukarelawan medis di Beirut. Di sana, di kamp pengungsian Palestina, setelah menjadi saksi Pembantaian Sabra-Shatila, akhirnya ia temukan jawaban. Ia berbalik memihak rakyat Palestina, memihak keadilan dan kemanusiaan. Di tanah asing, ia pertaruhkan nyawanya untuk membela orang-orang yang tak punya hubungan darah maupun etnis dengan dirinya, untuk melaksanakan kewajibannya sebagai dokter, sebagai manusia. ?Saya menangis ketika membaca buku ini untuk pertama kalinya. Ilmu kedokteran dan keterampilan sastra menjadikan kesaksian ini begitu mengiris.? ?Farid Gaban, Pena Indonesia ?Buku yang membuat orang AS marah karena kesaksiannya yang berani. Tidak lama kemudian, penerbitan buku ini dihentikan peredarannya di AS.? ?Media Indonesia ?Pembaca akan merasakan kepedihan dan pergolakan yang dialamai dr. Ang Swee. Membaca buku ini berarti merasakan dari dekat pembantaian manusia.? ?Koran Tempo ?Buku yang ditulis secara detail dan menerobos relung jiwa.? ?Gatra ?Catatan yang amat personal tentang kehidupan di kamp pengungsian.? ?The Times ?Penggambaran dr. Ang dalam buku ini membuat peristiwa-peristiwa tersebut terasa seoalah-olah baru terjadi kemarin.? ?The Independent ?Sebuah kesaksian tentang pembantaian manusia yang menukik hingga inti permasalahannya.? ?The Guardian Dr. Ang Swee Chai lahir di Malaysia dan dibesarkan di Singapura. Sejak 1977, bersama suaminya tinggal di Inggris. Kini, ia bekerja di St. Bartholomew?s Hospital dan the Royal London Hospital sebagai orthopaedic consultant. Setelah terjadinya Pembantaian Sabra-Shatila, bersama beberapa rekannya, dr. Ang membentuk Medical Aid for Palestinians (MAP). Pada 1987, Pemimpin PLO, Yasser Arafat, menganugerahi dr. Ang Star of Palestine, penghargaan tertinggi bagi pengabdian kepada rakyat Palestina. Hingga kini, melalui MAP dr. Ang terus aktif membantu bangsa Palestina. [Mizan, Qanita, Novel, Memoar, Indonesia]
©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.