Jalan Pasti Menuju Kebuddhaan: Ulasan Atas Tiga Aspek Utama Sang Jalan

Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara
3

Teks Tiga Aspek Utama Sang Jalan merupakan intisari dari Lamrim – kitab berisikan keseluruhan ajaran Buddha yang disajikan secara bertahap untuk menuntun praktisi mencapai pencerahan.  Teks gubahan Je Tsongkhapa ini terdiri dari tiga aspek utama: penolakan samsara, bodhicita, dan pandangan benar.

Tiga aspek utama ini adalah hal yang harus dicapai seseorang untuk mencapai pencerahan sempurna. Aspek ketiga yaitu pandangan benar adalah salah satu komponen penting dalam pencapaian Kebuddhaan. Pandangan benar ini tidak mungkin diraih tanpa sebuah niat tulus untuk mengutamakan kepentingan makhluk lain di atas kepentingan pribadi (bodhicita). Sedangkan, bodhicitta mustahil diraih tanpa terlebih dahulu menolak semua kenikmatan di dalam samsara, karena adalah samsara yang persisnya menjerat kita dalam egoisme yang semata-mata mementingkan diri sendiri tanpa secuil pun perhatian pada makhluk lain.

Tentu saja jeratan ini bukan tanpa solusi. Teks Tiga Aspek Utama Sang Jalan secara perlahan akan menuntun kita untuk menyusuri tahap demi tahap yang diperlukan untuk bebas dari jeratan ini. Mulai dari memahami kebebasan dan keberuntungan terlahir sebagai seorang manusia sampai pada muncul keinginan untuk memaksimalkan tubuh manusia ini sebaik-baiknya hingga pada akhirnya, Kebuddhaan.

Dengan demikian, Kebuddhaan bukanlah sesuatu yang dapat digapai begitu saja secara serampangan. Terdapat tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk meraih realisasi-realisasi kecil yang akan menjadi modal penting untuk mencapai realisasi tertinggi. Karena itulah, buku yang berisi panduan mencapai kebuddhaan ini sangat tepat untuk menjadi pegangan bagi siapapun yang memiliki aspirasi agung tersebut.

Read more
Collapse

About the author

 Dagpo Rinpoche

Dilahirkan pada tahun 1932 di Tibet dan dikenali oleh para guru Tibet sebagai reinkarnasi dari Guru Serlingpa Dharmakirti, guru besar pada zaman Sriwijaya yang merupakan guru utama bagi pandit mashyur India, Atisha Dipamkara Srijnana, Dagpo Rinpoche tetaplah seorang pribadi yang rendah hati dan lembut. Tidak pernah menonjolkan dirinya sebagai guru besar, namun sikapnya yang terkendali dan penuh welas asih mengatakan itu semua.

Beliau adalah salah satu dari sedikit guru pemegang banyak silsilah ajaran Buddha. Saat ini berdomisili di Dharma Center beliau di Veneux Les Sablons, Perancis dan setiap tahun tanpa kenal lelah selalu memberikan ajaran di beberapa negara Eropa dan juga Asia seperti Indonesia, India, dan Malaysia.

Read more
Collapse
5.0
3 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Lamrim Nusantara
Read more
Collapse
Published on
Dec 1, 2018
Read more
Collapse
Pages
150
Read more
Collapse
ISBN
9786025250118
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Dharma sejatinya dipraktikkan untuk meraih kebahagiaan. Rasa bahagia ini tentu berbeda tergantung dari motivasi yang dimiliki oleh praktisi tersebut, apakah motivasi awal, menengah ataupun agung. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selain motivasi yang benar, kita juga memerlukan instruksi dan tahapan yang jelas saat mempraktikkan Dharma. Apabila kita hanya memiliki motivasi tanpa mempelajari dan memahami cara mempraktikkan Dharma dengan baik dan benar, usaha tersebut tentu tidak akan efektif. Untuk itulah muncul kitab-kitab yang berisi penjelasan tentang cara mempraktikkan Dharma agar mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satunya adalah transkrip ini.

Transkrip ini berisi sesi pengajaran Dagpo Rinpoche tentang yoga guru sehubungan dengan meditasi Buddha Amitabha. Sumber teks yang dipakai adalah “Tangga Menuju Sukawati” yang digubah oleh Dagpo Lama Rinpoche Jamphel Lhundrup. Teks ini merupakan komentar terhadap teks "Kunci Bumi Mulia" karya Je Tsongkapa yang menjelaskan Sukhavativyuha Sutra tuturan Sang Buddha. Jadi, kita bisa merunut sumber ajaran ini sampai ke Sang Buddha.

Dagpo Rinpoche menuturkan bahwa terdapat dua tujuan dari mempelajari teks ini. Pertama, berpraktik untuk menyucikan diri kita dari karma negatif, menghimpun karma positif, dan kemudian mencapai bodhicita yang betul-betul spontan agar bisa memasuki Marga Penghimpunan. Tujuan kedua adalah untuk terlahir di alam Sukawati, mempelajari dan mempraktikkan maitri dan karuna di sana, hingga mempunyai kemampuan untuk kembali ke bumi-bumi yang tidak suci untuk membantu makhluk lain. Dalam buku ini, Dagpo Rinpoche akan memandu kita untuk melaksanakan praktik Tanah Suci Buddha Amitabha secara komprehensif tahap demi tahap. Dengan demikian, buku ini merupakan pegangan yang sangat tepat untuk Anda yang mencari kebahagiaan sejati melalui metode-metode latihan bertahap secara umum ataupun Anda yang beraspirasi secara khusus hendak menuju tanah Buddha Amitabha!

Karma adalah sebuah konsep agama Buddha yang telah menjadi kosakata sehari-hari, bahkan bagi masyarakat yang bukan praktisi Buddhisme. Namun, konsep ini seringkali disalah pahami. “Karma”, sebuah catatan dari kelas pembabaran Dharma oleh Dagpo Rinpoche (Malaysia, 29-30 Januari 2000) disusun untuk memberi pencerahan pada aspek penting ini.

Karma yang diketahui di kalangan masyarakat umum biasanya hanya terkait hal-hal buruk. Namun, karma seyogyanya terbagi tiga: karma hitam, karma netral, dan karma putih. Masing-masing merupakan akibat dari perbuatan dan kondisi di masa depan adalah akibat dari karma, sehingga ucapan,”Ini karma saya,” ketika sesuatu yang buruk terjadi adalah salah kaprah. “Karma” mulai dari membetulkan definisi karma, kemudian bergerak untuk memperkenalkan jenis-jenis karma dan bagaimana masing-masing dapat mempengaruhi kondisi dan situasi. Setiap penjelasan jenis karma diikuti pula dengan contoh dan studi kasus untuk menambah pemahaman pembaca.

Karma adalah cermin untuk melihat masa lalu dan akan datang. Ternyata, konsep karma yang kita kira sederhana ternyata menyimpan berbagai detil halus yang mudah terlewatkan atau diremehkan. Padahal, mengenal konsep karma dengan baik sangatlah penting dalam pembelajaran Buddhisme, karena melalui konsep inilah seseorang dapat mengerti dengan menyeluruh mengapa dan untuk apa filosofi Buddhisme ada. Pendalaman konsep karma juga diharapkan dapat mengentaskan keraguan seseorang dalam mencerna logika dan filosofi Buddhisme.

Sebagai transkripsi dari ceramah lisan, “Karma” amatlah lugas dan tidak berputar-putar. Bahasanya tidak rumit sebagaimana pandangan awam terhadap buku ajar Buddhis. Selain itu, buku ini terbagi atas segmen-segmen kecil yang dapat memudahkan pembaca untuk mencerapnya perlahan-lahan. Selain itu, terdapat pula belasan tanya-jawab tentang topik yang berkaitan dan implementasi teori dalam buku pada kehidupan nyata, termasuk tentang perbedaan aliran dan isu feminisme!

Buku ini cocok untuk siapapun yang ingin memperkaya pengetahuan tentang karma dan caranya bekerja, serta sejauh apa karma membentuk hidup kita. Dengan pengetahuan yang lebih utuh, kita dapat mengatur karma kita, dan menjadi lebih awas dalam setiap perkataan maupun tindakan, sehingga menjadi seorang pribadi yang lebih baik.

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.